Cawah
Alumni jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin wakili Sulsel pemilihan pustakawan berprestasi tingkat Nasional
WARNASULSEL.com – Pustakawan sangat identik dengan buku. Tapi tidak semua pustakawan mampu menulis dan membaca buku. Namun lain halnya dengan pustakawan yang satu ini.
Baru baru ini melalui Berita Acara Nomor 041/762/Dispus Arsip yang dikeluarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan tentang Penilaian Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, menempatkan Irsan, sebagai juara 1.
Irsan yang merupakan alumni jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar ini berhasil unggul dari 32 peserta yang mengikuti seleksi pustakawan berprestasi tingkat Provinsi pada 21 dan 22 Juni lalu.
Baca juga : Mengenal Khaeriyah Nasruddin, duta literasi UINAM 2019
Adapun nilai yang berhasil dibawa oleh Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang (Dispustaka) ini yakni 85,80.
Akhirnya, pria kelahiran Karrang, 27 Mei 1990 ini akan membawa nama Sulsel menuju pemilihan pustakawan berprestasi tingkat nasional di Jakarta mendatang.
Namun saat dikonfirmasi, Irsan belum tahu pasti mengenai jadwal keberangkatannya.
“Iye, rencananya begitu yang disampaikan sama panitia. Jadwal pastinya saya belum terima, tapi kemungkinan sudah ada info di Provinsi,” kata Irsan.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sulsel, Nilma, S.Sos, MM membenarkan hal tersebut.
“Yang juara 1 mewakili Sulsel ke tingkat nasional,” tulisnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (3/07/2019).
Menurut pengakuan Irsan, ia tidak menyangka bahwa dirinya yang akan terpilih sebagai pustakawan berprestasi di Sulsel.
“Yah, ini serupa awal bagi saya. Saya tidak menyangka dapat apresiasi,” katanya, “Tentu saja ini akan menambah motivasi dan ikhtiar saya untuk terus bergiat.”

Irsan (kiri) dan Adipar (kanan), dalam ajang pemilihan pustakawan berprestasi terbaik tingkat Provinsi Sulsel 2019
Penulis yang baru saja meluncurkan bukunya berjudul Agroliterasi ini punya tips kepada para pustakawan.
“Tips ikut lomba, ceritakan karya unggulan yang telah dilakukan selama jadi pustakawan,” sambungnya.
“Untuk kriterianya, memperluas wawasan terkait perkembangan kepustakawanan dan mengembangkan kapasitas diri, lakukan inovasi dalam pengembangan perpustakaan,” kata Irsan yang juga alumnus Program Pascasarjana Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Alauddin Makassar ini.
Baca juga : Mengenal Yusman, owner toko buku Pelangi Ilmu
Kini, master trainer program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial Peprusnas RI ini sedang melaksanakan Festival Massenrempulu Membaca.
Kegiatan tahunan yang mengundang banyak penulis dan pustakawan itu menjadi momen tersendiri bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang untuk dikenal lebih luas.
Tahun ini, Dispustaka mengundang penulis Nasional, Muhidin M. Dahlan sebagai narasumber sekaligus sebagai pembedah buku Agroliterasi karya Irsan.
Baca juga : Iin Fadhilah Utami Tamasse luncurkan buku ketiganya perihal cinta dan jarak




Pingback: Mahasiswa studi agama UINAM kampanyekan perdamaian lewat futsal
Pingback: Pengumuman UMM 2019 UINAM
Pingback: Sambut maba, Dema FAH UIN Alauddin gelar bedah buku Agroliterasi
Pingback: Melalui Inovasi Badik Pustaka, Hery Sukses Menyabet Gelar Juara 2 Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional 2024 - warnasulsel.com