Iin Fadhilah Utami Tamasse luncurkan buku ketiganya perihal cinta dan jarak

WARNASULSEL.com – Buku pertama Iin Fadhilah berjudul Merangkul Salju di Negeri Mimpi diluncurkan di Gedung Graha Pena Harian Fajar, 25 Juli 2014 silam. Buku itu merupakan sebuah catatan perjalanan pertukaran pelajarnya di negara Swiss saat SMA.

Buku keduanya berjudul Mahasiswa Tanpa Batas, merupakan kumpulan tulisan mahasiswa berprestasi Unhas yang diterbitkan pada 2017.

Kini Iin hadir kembali menemui pembaca dengan buku berbeda. Sebuah kumpulan puisi solonya yang ia beri judul Jarak yang Kau Rayakan.

Tak mudah bagi putri Dr Tamasse Balla, seorang Dosen Fakultas Sastra Unhas ini menghasilkan buku.

Pasalnya, Iin yang juga berprofesi sebagai dokter muda itu mesti menyisihkan waktu khusus dalam mempersiapkan penerbitan kumpulan puisinya ini.

“Awalnya Buku ini mau diluncurkan pas ulang tahun saya yang ke-24 pada 8 April lalu, tapi karena kesibukan koas jadi diundur sampai sekarang,” jelas Iin dalam acara launching bukunya di Mama Cafe, jalan Bau Mangga, Makassar, Minggu (23/6/2019).

Hadir sebagai pembicara, Faisal Oddang dan Azure Azalea. Kedua pembicara ini merupakan penulis dari Sulawesi Selatan yang karyanya sudah beredar di toko toko buku.

Acara yang dimoderatori oleh Ahmad ini, berjalan sangat meriah. Hal ini ditandai dengan banyaknya peserta yang hadir dan memenuhi lantai tiga tempat acara berlangsung.

Iin Fadhilah Utami Tamasse mengaku sudah menulis puisi sejak sekolah dasar.

“Jadi saya kenapa menulis puisi, karena sebenarnya mulai SD sampai SMA saya sudah mulai menulis puisi,” ungkapnya.

Namun Iin baru mulai fokus menggarap puisi ketika bertemu Faisal Oddang.

“Berkat bantuan Faisal Oddang, saya belajar sama dia,” jelas Iin.

Mahasiswa berprestasi Universitas Hasanuddin tahun 2017 ini mengatakan bahwa ia mulai fokus menulis puisi yang mengilhami lahirnya buku Jarak yang Kau Rayakan ini pada tahun 2016.

“Jadi, mulai 2016 lewat blog saya (iinfadhilah.com), sudah menulis banyak puisi dan di situ fokus tentang cinta,” kata Iin yang juga mendapat penghargaan sebagai the most inspiring student pada pemilihan mahasiswa berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional 2017 ini.

Faisal Oddang membenarkan tentang pertemuan awalnya dengan Iin.

“Pertama kali Iin bilang mau menulis buku puisi itu tahun 2016,” kata Faisal Oddang.

Iin sadar Faisal Oddang adalah teman yang pas buat diskusi. Terutama tentang buku. Akhirnya pada pertemuan awalnya kala itu, Faisal langsung memberikan referensi buku bacaan buat Iin.

Faisal Oddang mengaku, orang orang perlu lebih banyak membaca dibanding menulis. Menurutnya mustahil bisa menulis bagus tanpa membesarkan diri sebagai pembaca.

Tiga tahun berlalu sejak kedatangan awal Iin ke Faisal Oddang, 2019, Iin datang lagi.

“Kak, sepertinya saya sudah edit puisiku,” kata Iin yang dikutip Faisal Oddang.

Pembicaraan itu berlanjut hingga proses mempersiapkan lahirnya buku puisi pertama Iin.

Penulis buku Raymon Carver Terkubur Mie Instan itu mengaku bahwa ada banyak orang yang datang untuk menanyakan buku apa yang mesti dibaca. Namun setelah itu ia menghilang.

“Namun, beda dengan Iin. Dia akhirnya datang dengan membawa naskah bukunya,” kata penulis yang baru saja pulang dari Amerika Serikat mengikuti The International Writing Program di IOWA City Amerika Serikat ini.

Narasumber lainnya, Azure Azalea mengatakan bahwa Iin berhasil merekam jejaknya.

“Iin tetap meluangkan waktu untuk merekam jejak jejaknya dalam sebuah buku,” kata Azure.

“Berbicara tentang jarak, memang akan banyak sekali hal. Ada harapan, doa, bahkan ada keputusasaan. Suasana itu yang terekam saat ada jarak,” kata Iin “Buku ini bisa merepresentasikan perasaan teman teman.

“Kenapa saya menggunakan kata rayakan, karena hidup ini sebetulnya tentang jarak. Jarak itu harus kita rayakan,” tutur Iin.

Saat ditanya oleh salah seorang jurnalis perihal mengapa ia menulis puisi, akhirnya ia mengaku, menggunakan Puisi sebagai wadah untuk mengekspresikan perasaannya.

“Lewat puisi, karena puisi lebih enak berekspresi. Jarak itu tak mesti kita sesali,” jelasnya.

Setelah menulis buku, Iin mengaku ada kepuasan yang ia dapatkan di situ.

Faisal Oddang turut menanggapi pertanyaan para peserta acara.

Katanya, kita memilih wadah untuk mengekspresikan sesuatu.

“Masing masing orang punya gagasan. Dan memilih wadah yang pas untuk gagasan kita itu penting,” kata Faisal, “Iin menulis puisi karena ingin menyampaikan gagasannya melalui itu. Ada capaian estetik di situ dibandingkan ketika ia menuliskan dalam bentuk diari. Mungkin kalau lewat diari akan terkesan curhat.”

Azure mengatakan bahwa Iin mesti tetap menulis meski bergelut sebagai tenaga medis

“Saya harap nanti Iin bisa mengangkat dunia medis lewat tulisan,” harapnya.

Ketika salah seorang penanya memberikan pertanyaan tentang bagaimana menghadapi haters, para narasumber punya tanggapan berbeda beda.

Azure bilang, kita mesti tanggapi dengan biasa biasa saja.

Lain dengan yang diungkapkan Faisal.

Faisal mengatakan bahwa tulisan itu seperti makanan. Ada yang suka, ada juga yang tidak.

Faisal Oddang akhirnya menceritakan pengalaman saat buku pertamanya diterbitkan.

“Sebenarnya ada banyak orang yang tidak tahu tentang buku pertama saya. Buku itu judulnya Rain and Tears, saya tulis saat SMA. Nama tokoh utamanya adalah Faisal. Tapi saya serasa mau muntah kalau membacanya lagi,” ucap Faisal Oddang mengingat karya pertamanya tersebut.

Faisal bilang, tiap hari pengetahuan seseorang itu berkembang. Buku terbaiknya belum ia tulis.

Tapi baru baru ini ada kejadian yang membuatnya ikut prihatin.

“Ada baru baru ini orang yang bakar bakar buku. Dia membakar buku Pramoeda Ananta Toer, ia juga ikut membakar buku saya. Saya dikirimkan gambar buku saya oleh seseorang. Saya bilang dia lebih dari toko buku,” jelasnya.

Acara launching buku tiba di acara puncaknya ketika Iin Fadhilah Utami Tamasse menandatangani replika sampul bukunya di atas kanvas besar.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama keluarga besar Iin Fadhilah Utami disaksikan oleh wartawan, kerabat dan peserta lainnya. (mgp)

M. Galang Pratama @kampuspuisi

Jarang nulis, lebih sering di Jariah Publishing. Menyukai tantangan.

View Comments

    Recent Posts

    • Daerah
    • Peristiwa

    FLP ranting UINAM gelar pelantikan, upgrading dan raker periode 2019-2020

      WARNASULSEL.com - Sebagai agenda lanjutan dari Musyawarah Ranting pada 20 Oktober 2019 lalu, Forum Lingkar Pena melaksanakan Pelantikan, Upgrading…

    2 weeks ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    M Galang Pratama beri motivasi literasi di SD Kompleks Borong

      WARNASULSEL.com - Khusus untuk SD Negeri Borong, anak-anak diajak melakukan field trip ke beberapa tempat.     Setiap kelompok…

    2 weeks ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    Tagana masuk sekolah di SD Kompleks Borong

        WARNASULSEL.com - Pagi itu, Kamis, 7 November 2019 ratusan anak dari SDN Borong dan SD Inpres Borong berkumpul…

    2 weeks ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    Pertemuan perdana Fokasi IT Pelajar Makassar

          WARNASULSEL.com - Forum Komunikasi IT atau Fokasi Pelajar Makassar menggelar pertemuan perdananya, Sabtu (2/11/2019).   Kegiatan yang…

    2 weeks ago
    • Peristiwa

    Lomba debat ilmiah meriahkan selebrasi bulan bahasa SMAIT Nurul Fikri Makassar

        WARNASULSEL.com - Literasi Sains dikenal sebagai jenis literasi dasar yang menghadirkan banyak informasi kepada pembaca atau pendengar.  …

    3 weeks ago
    • Cawah
    • Uncategorized

    Street quotes ini bisa bikin kamu seketika merenung

    WARNASULSEL.com-  Dikutip dari laman FB Haru D. Fold, beberapa street quotes ini bisa membuat kita sejenak merenung. Terutama banyak dari…

    3 weeks ago