Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat baca dan pinjam buku

PERPUSTAKAAN bukan lagi sekadar menjadi tempat baca dan pinjam buku.

 

Sekarang ini perpustakaan sudah jadi tempat pengembangan skill yang boleh dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

 

Tak terbatas oleh kelas, golongan dan tingkat pendidikan.

 

Perpustakaan

 

Di Sulawesi Selatan sendiri, ada tiga kabupaten yang mendapat bantuan penerima manfaat Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

 

Tiga kabupaten ini di beberapa desanya telah masuk bantuan.

 

Adapun bantuan itu berupa komputer, buku, rak buku dan beberapa hal lain seperti jaringan internet.

 

Tiga kabupaten itu yakni Bone, Maros, dan Soppeng.

 

Provinsi Sulsel termasuk di dalamnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) menjadi pendamping utama menyelaraskan kelanjutan program yang dilakukan para tim sinergitas di daerah.

 

Selain itu, stakeholder di daerah juga perlu diadakan.

 

Oleh karenanya, Perpusnas RI melalui tim konsultannya di masing masing daerah turun tangan menggelar pertemuan dengan beberapa pihak.

 

Kedepannya diharapkan stakeholder dapat membantu kegiatan seluruh perangkat yang masuk dalam program nasional yang dirancang untuk dilaksanakan selama tiga tahun ini.

 

Maka karena urgensi tersebut, dilakukanlah stakeholder meeting Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Bertempat di Aryaduta Hotel, selama dua hari, Selasa-Rabu (10-11/09/2019).

 

Hadir dalam pertemuan ini yakni perwakilan dari Pemprov Sulsel, Pemdes di tiga kabupaten penerima manfaat, Bappeda, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas PMD, PKK Provinsi, media dan badan/dinas lainnya.

 

Kata kunci program ini yaitu “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.”

 

Apa yang dimaksud inklusi sosial?

 

Itulah tugas para pustakawan, tim sinergi, fasilitator, dan konsultan yang telah dilatih (dan melatih) baik di tingkat daerah (Makassar) maupun di Jakarta untuk menjelaskannya kepada masyarakat.

 

Leave a Reply