Mahasiswa studi agama UINAM kampanyekan perdamaian lewat futsal

Mahasiswa Studi Agama Kampanyekan Perdamaian Lewat Futsal

Mahasiswa Studi Agama UINAM Kampanyekan Perdamaian Lewat Futsal

 

WARNASULSEL.com – Ada banyak cara mengampanyekan semangat perdamaian di kalangan anak muda. Tidak harus melulu dengan diskusi namun dapat pula dilakukan dengan cara yang lebih santai dan tidak mengesangkan bahwa isu perdamaian adalah isu yang berat dan serius.

 

Hal ini yang coba dilakukan oleh mahasiswa Studi Agama-Agama UINAM.

 

Beberapa saat lalu, mahasiswa Studi Agama-Agama UINAM angkatan 2017 melaksanakan kegiatan kampanye perdamaian yang dipusatkan di Lapangan Futsal D’Reds Sungguminasa.

 

Pemilihan lapangan futsal sebagai tempat kegiatan tersebut karena kegiatan yang dilaksanakan sengaja dikemas dalam bentuk permainan Futsal dengan tema Futsal for Peace; Beragam bukan Berbeda, Berwarna Bukan Tidak Sama .

 

Baca juga : Alumni jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin wakili Sulsel pemilihan pustakawan berprestasi tingkat Nasional

 

Futsal for Peace ini dilakukan sebagai syarat akhir dalam mata kuliah Manajemen Kerukunan Ummat Beragama. Mata kuliah ini sendiri adalah salah satu mata kuliah pada Prodi Studi Agama-Agama UINAM. Mata kuliah ini memungkinkan mahasiswa untuk mengenal lebih jauh model penanganan dan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kerukunan anatar ummat beragama.

Selama proses perkuliahan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori dan berdiskusi di dalam kelas, namun juga melakukan kunjungan ke lembaga lembaga yang dianggap memiliki konsen yang sama dalam menjagaa kerukunan antar ummat beragama di kota Makassar dan sekitarnya seperti; LAPAR, Mahabbah Institute, Pecae Gen Makassar, Gusdurian, PISS, Kita Bhineka dan juga Jalin Harmoni.

 

Syamsul Arif Galib, dosen pengampu mata kuliah ini mengungkapkan harapannya dengan mengirim mahasiswa berkunjung ke lembaga-lembaga tersebut agar para mahasiswa Studi Agama mengenal kerja kerja perdamaian yang dilakukan lembaga ini dan model serta metode apa yang dilakukan oleh lembaga lembaga tersebut.

 

Baca juga : Mengenal Khaeriyah Nasruddin, duta literasi UINAM 2019

 

Terkait dengan kegiatan Futsal for Peace yang dilaksanakan oleh anak Studi Agama-Agama 2018 tersebut, Syamsul mengungkapkan apresisasinya pada kegiatan tersebut. Namun meski mengakui Kegiatan Futsal for Peace ini memiliki niat baik dan berangkat dari temuan mereka saat mengunjungi lembaga lintas iman, namun sayangnya kegiatan ini tidak dikemas dan dipersiapkan secara matang, sehingga banyak undangan yang tidak datang.

 

“Adik-adik mahasiswa menyiapkan ini terkesan sangat tiba-tiba. Sehingga koordinasi dengan lembaga-lembaga yang diundang tidak berjalan efektif. Namun bagaimanapun juga hal ini tetap patut diapresisasi. Semoga kedepannya mereka bisa melakukan hal yang lebih baik lagi dan menyadari bahwa kerja-kerja perdamaian bisa dilakukan dengan banyak cara.”

 

Jurusan Studi Agama Agama sendiri merupakan salah satu Prodi di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.

 

Di Jurusan ini, mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada kajian lintas agama mempelajari agama dan fenomena beragama secara lebih serius dan mendalam dengan harapan kedepannya mereka dapat menjadi juru damai dan tidak gampang membangun sekat hanya karena berbeda iman. (*)

No Responses

Leave a Reply