Sastra
[Cerpen] Ainun Jariah; Rahasia Hamidah
WAJAH Sanusi terlihat berseri-seri. Ia sudah lama duduk di teras rumahnya, menanti sang kekasih turun dari mobil yang siap menyuguhkan senyumnya. Bagaimana tidak, hari ini istrinya, Hamidah sedang dalam perjalanan pulang dari kampung sebelah.
Sudah tiga bulan Sanusi tak bertemu istrinya. Hamidah baru saja pulang dari kampung orang. Tiga bulan lalu, ia meminta izin kepada suaminya untuk pergi memperdalam ilmu agama. Berbekal dukungan suaminya yang membuat Hamidah berani berangkat.
Setelah menunggu lama, sebuah mobil kijang berhenti di depan rumahnya. Sanusi langsung lompat dari tempat duduknya. Ia yakin dari atas mobil itu akan turun seorang perempuan yang akan melemparkan senyum ke arahnya.
Benar, itu adalah Hamidah. Senyum perempuan itu membuat Sanusi lebih mempercepat langkah demi menjemputnya di pinggir jalan. Setelah menyalami suaminya, Hamidah langsung memeluk Sanusi. Menggugurkan kerinduan yang telah bertumpuk di dada mereka.


Pingback: Sisi lain McDonald's – warnasulsel.com Kuliner warnasulsel.com
Pingback: Catat!! Ini jadwal lengkap MIWF 2019 hari pertama
Pingback: Puisi Puisi Indah Fitriani Sukri; Juang
Pingback: warnasulsel.com – News Feature Sulawesi selatan
Pingback: Kisah Kita Terbatas
Pingback: Kemendikbud RI dan Forum TBM gelar lomba menulis praktik baik literasi masyarakat 2019
Pingback: Passampo Siri' - warnasulsel.com
Pingback: Buku anak Iqra dan Tanda Tanya ditulis saat Ainun Jariah mengandung - warnasulsel.com