[Cerpen] Ainun Jariah; Rahasia Hamidah

WAJAH Sanusi terlihat berseri-seri. Ia sudah lama duduk di teras rumahnya, menanti sang kekasih turun dari mobil yang siap menyuguhkan senyumnya. Bagaimana tidak, hari ini istrinya, Hamidah sedang dalam perjalanan pulang dari kampung sebelah.

Sudah tiga bulan Sanusi tak bertemu istrinya. Hamidah baru saja pulang dari kampung orang. Tiga bulan lalu, ia meminta izin kepada suaminya untuk pergi memperdalam ilmu agama. Berbekal dukungan suaminya yang membuat Hamidah berani berangkat.

Setelah menunggu lama, sebuah mobil kijang berhenti di depan rumahnya. Sanusi langsung lompat dari tempat duduknya. Ia yakin dari atas mobil itu akan turun seorang perempuan yang akan melemparkan senyum ke arahnya.

Benar, itu adalah Hamidah. Senyum perempuan itu membuat Sanusi lebih mempercepat langkah demi menjemputnya di pinggir jalan. Setelah menyalami suaminya, Hamidah langsung memeluk Sanusi. Menggugurkan kerinduan yang telah bertumpuk di dada mereka.

Leave a Reply