[Puisi] Harlina; Musabab kematian

Senja dan Kita

Oleh (Akhwat Peramu Kata)

Keindahan adalah bahasa senja,
atau sebuah nyanyian tentang
Hati yang rapuh dan jiwa yang
kaku.

Hanya ada kicau burung sendu
Juga suara petir tak memekik.
Selebihnya, seperti pori yang tak bernafas.

Kita menjadi sepasang merpati
yang tak mengenal sarang,
dan jasad ini tenang dalam surau.
Sebab suatu sore dengan semburat senja tetiba menjadi hiburan yang bergelora.

Malam yang syahdu tak bergeming
berhasil menghapus ruh jingga.
Malam yang mengayun mata dan
jiwa kita,
dalam sebuah sajak ia terlelap.

Bersama bintang-bintang,
deru angin yang sayup
dan bulan purnama yang tak merindu.

; Aku melagu, perihal senja dan kita

Musabab Kematian

Langit jingga tertawa tanpa suara
Lalu, menangis sendu tanpa mengenal jeda
Aku tak tau, ia sedang berpesta,
atau sedang dirundung duka

Tiga pasang bola mata, kulihat dalam satu perahu yang sama
Ada yang sibuk membereskan perkakas,
Membersihkan perahu,
Juga menghapus peluh pada pipi yang basah oleh keringat

Di langit yang sama, aku kembali
Jingga menari tanpa pengiring
Bersenandung berkawan rintih
Lagi, ia menangis

Ihwal jingga, tak dapat ku mengerti
Lalu lalang keranda beriring tangis
Rupanya tiga pasang bola mata telah pergi
Meninggalkan perahu dalam gerimis

; Lelah, peluh, musabab kematian tiga pasang bola mata.

Tentang setelahnya

Pada matamu rindu-rindu seolah kertas tak berpena
Serupa syahdu sajak yang sempat kau beri
Utang rindu kita seolah buih di laut biru tak berujung
Menari-nari beriring kicau burung yang bergandengan

Bayang-bayang senja kini telah hilang
Sedang rindu kita masih asyik mengadu pada bait bertinta
Menepis tangis, sebab tak ada tangan yang akan menimang
Lalu, hati seolah menjerit memanggil

Gelak tawamu tak lagi ada
Pergi, tanpa mengenal pulang
Mengubur rindu bersama rintih yang memelas
Menagih senyum pada silangan bibir yang telah kaku

Lupakan saja tentang senja yang akhirnya pergi
Sebab, esok ia akan pulang tanpa kuminta
Perihal rindu yang menagih temu
Merajam tanpa belas kasih,
Biar ia kubuang satu persatu

; Dan, kita akan menjadi asing setelahnya.

 

*Harlina (Akhwat Peramu Kata) pecinta sajak kelahiran Sul Sel, 16 Juli 1999. Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Makassar. Ia dapat dihubungi melalui ponsel: 082388347436, email: harlinamujahidah167@gmail.com, Fb: Harlina Aafiyatul Mujahidah, atau IG: @harlinamujahidah_.

Baca

Leave a Reply