[PUISI] Rosmayasari; Pengakuan diri

Pengakuan Diri

Oleh Rosmayasari

Banyak dosa menyelimuti
Malu pada diri tak berhasil istiqomah
Disetiap azzam meneguhkah hati
Malu dengan kelalaian yang selalu ramah.

Malu pada air mata
Ia dahulu jatuh dengan gugusan dosa
Ku seka ia dengan istighfar.
Sesak dada teringat kisah penuh duka.

Dzikir kudendangkan sebagai pelipur lara.
Dzikir kugengam sebagai pengobat rindu.
Dzikir kurapal sebagai mantra penyemangat jiwa
Dzikir ku jadikan payung menahan derasnya siraman penyesalan.

Pertemuan malam sebagai bukti keteguhan hati
Demi satu harapan hakiki.
Persembahan hati untuk Ilahi.
Hingga kelak menggapai cinta abadi.

Selalu MenjagaNya

Ada Cinta dalam keikhlasan
Ada Cinta terjaga fitrah
Ada Cinta meminang anugerah
Ada Cinta terjada dalam lisan

Sebuah Cinta Rahman
Sebagai wujud persembahan cinta hanya kepada Allah.
Sebuah pengakuan yang tulus
Sebagai bukti bukan hanya dilisan terdengar indah.

Ada yang benar cintanya
Karena sadar hanya adalah yang satu
Ada yang keliru cintanya
Sebab dibutakan oleh kesemuan dan imajinasi yang berlebihan.

Sandaran yang benar dari hakikat cinta
Bila memiliki hanya seperlunya.
Seumpama cinta dunia, manusia dan juga materi.
Cinta yang abadi mengabdikan cinta pada Sang pemilik Cinta

Wahai jiwa, tenanglah juga tentram.
Mengarungi lautan kasih rahmah dari sang Ilahi.
Cinta mulia dekat dalam dekapan
Terpatri dalam hati tak pernah berhenti mengingat Allah.

Pandangan tertunduk bukti malu
Kata bertasbih memuji asmaNya
Terenyum irama kalam ilahi
Nafas lega menghirup penuh syukur

Ada Cahaya terpancar dari wajah senantiasa ikhlas.
Jiwa tenang nan damai menikmati kebesaran Allah.
Sejuk bulir air selalu terjaga kesuciannya.
Sebagaimana ada hati yang ingin selalu dekat padaNya

Sadar Diri

Istighfarku masih keluh
Bacaan Quranku masih terbata-bata lagi patah
Akhlakku selalu berantakan
Kewajibanku nyaris tak tertunaikan

Dasar memang aku
Mendambakan kedamaian
Namun tersesat imajinasi bayangan
Duhai aku silau kenikmatan dunia yang beku.

Amboy… girangnya bersorak penuh percaya diri.
Insya Allah surga, Insyaa Allah surga
Tapi sering lupa pada Allah
Selalu menebar kebencian penuh iri

Duhai aku,
Kembalilah perketat Iman
Tata kembali, dengakan panggilan hati
Selagi pintu maaf Allah belum berhenti.

Saksikanlah  wahai diri.
Matahari masih bersinar dengan hangat.
Pastikan diri agar selamat
Sebelum tiba hari kiamat.

Baca

 

*Rosmayasari atau biasa disapa maya atau maryam. Seorang perempuan yang memiliki nama pena myrose lahir di Malaysia pada tanggal 25 April 1996. Lulusan Pendidikan Fisika UINAM. Salah satu guru di Sekolah Alam Insan Kamil Gowa. Bisa dihubungi melalui Wa: 082189385512 Ig: @myrose_maryam fb: @Rosmayasari_Myrose.

Leave a Reply