[Puisi] Jagad Marsela Eka Putri; Bukan musim biasa

 

Bukan Musim Biasa

Oleh Jagad Marsela Eka Putri

 

Selipan kisah luar biasa
Luar biasa, sampai geleng kepala
Kanan – kiri, kiri – kanan, lantas pasrah
Menyerah, lemah – tak berdaya
Musim panas – Mata air mengering, bukan lagi
Musim hujan – tanah tinggi menggelinding, lain lagi
Kali ini lebih ditakuti
Sekecap langkah waspada binasa badan diri
Sahut membahu, saling menjauh selamatkanmu
Selamatkan aku
Selamatkan mereka
Dari Corona katanya
Bagaimana ini
Wilayahku baralih ngeri
Negriku kembali mati
Mati! Mati! Mati!
Esok pagi, saat obsidan kembali terbuka di pagi hari. Harapku
‘Bumi lekas pulih’
‘Ibu pertiwi tersenyum kembali’
‘Corona tak bermusim lagi’

 

Bulan

 

Bulan datang bersama malam
Malam yang nyatanya lebih memihak pada bintang
Bulan sendiri, meratap dalam pedih
Terisolasi dari kejamnya semesta yang sepi
Esok jika semesta tercipta kedua kalinya
Saya ingin menemaninya
Menyapa bercanda lalu tertawa
Menghilangkan pedih abadinya
Bukan main, mustahil
Kesempatan ada satu kali
Kedua kali, remidi
Kecuali semesta juga bimasakti
Hadir hanya untuk sekali
Bulan, maafkan saya
Saya yang egois
Membiarkanmu dirundung duka
Lantas mendera tangis
Berpijak bumi – depan teras rumah
Saya senantiasa setia
Menatap benderang cahaya
Meski saya tahu, kau sebisa mungkin mendapatkannya
Hanya untuk menyamai bintang dengan cahaya aslinya
Bulan kau sendiri
Begitu pula dengan saya seorang diri

 

*Penulis bernama Jagad Marsela Eka Putri. Lahir di Lumajang, Desember 2002. Alamat Desa Kedawung Dusun Sabrang 032/007 Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang. Sekarang menempuh pendidikan di SMAN 01 Lumajang. Hobi membaca novel dan menulis sastra.

Leave a Reply