[PUISI] Dwi Endah Ni’matul Amalia; Kasih Senja

Oleh Dwi Endah Ni’matul Amalia

 

Batas

 

Sebuah buku merah mengenang dirimu

Membuka rindu yang tersimpan dalam kalbu

Aku ada di tepi hampa

Menunggu temu yang tengah jeda

 

Aku ingin menggenggam tanganmu

Tetapi yang bisa kugenggam hanya kesunyian

Sebuah wabah yang membuat jarak

Kita menjadi batas: aku dan kamu

 

Pemalang, 20 April 2020

 

Kasih Senja

 

Kau membuat jejak di sepanjang jalan,

membiarkan telapak kaki retak oleh aspal panas.

 

Keringat bercucuran di sekujur tubuh,

menumbuhkan rambutmu yang memutih.

 

Hujan menjadikan kedinginan bagi tubuh yang menua,

menampakkan kulit keriput yang termakan senja.

 

Kau menanam benih ikhlas,

memberi kasih yang tak pernah lepas.

 

Betapa kau senang bermain tasbih di tengah malam,

menidurkan mimpi kenestapaan.

 

Tuhan memeluk doadoa,

malaikat mengamini surga.

 

Pemalang, 2 Juni 2020

 

Perayaan

 

Seorang gadis kecil sedang menari riang

Ia telah melampaui masa anak-anak

Meski sebenarnya masih kekanakan

 

Lihatlah, ia bermanja inginkan perhatian

Membujuk ingatan perihal hari kelahiran

 

Kami terlupa tetapi tidak benar lupa:

Doa doa telah diterbangkan menuju Tuhan

 

Ia menyalakan harapan

Sebelum lilin di hadapannya padam

 

Pemalang, 22 Juli 2020

 


Dwi Endah Ni’matul Amalia

Foto: Dwi Endah Ni’matul Amalia

Dwi Endah Ni’matul Amalia, perempuan berusia 20 tahun yang lahir di Pemalang. Dara Yang Riang ini merupakan gadis pecinta angka yang tertarik dengan puisi. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang.

 

Baca juga

Leave a Reply