Kanreapia, rumah koran dan kampung literasi

Kanreapia merupakan satu desa yang terletak di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Terkenal dengan potensinya di sektor pertanian, masyarakat di desa ini sebagian besarnya bermata pencaharian sebagai petani. Akibat mudahnya mendapatkan uang, petani lebih memilih menikahkan anaknya daripada melanjutkan anaknya ke tingkat pendidikan lebih tinggi.

Desa ini masih menjadi desa yang tingkat pendidikan masyarakatnya tergolong rendah. Maka tak heran jika pernikahan dini masih terjadi di daerah ini. Salah seorang pemuda yang lahir dan besar di kampung ini, ingin mengubah pola pikir itu.

Melalui gebrakan di bidang pertanian organik dan lewat jalur literasi, pemuda ini setidaknya membawa angin segar bagi pertumbuhan pendidikan di desa Kanreapia. Dia adalah Jamaluddin, seorang lulusan Magister dari salah satu kampus swasta di Makassar.

Baca juga: Literasi dan semangat human development

Cita-cita besarnya ingin membebaskan kampungnya dari buta huruf dan mengenalkannya pada dunia literasi. Salah satu gebrakan yang dibuatnya yaitu mendirikan Rumah Koran.

Rumah Koran

2016 silam rumah koran hanyalah kandang bebek yang kemudian oleh pemiliknya disulap menjadi tempat belajar masyarakat. Dinding rumah dipenuhi koran-koran serta hiasan unik yang kemudian membentuk aksara Rumah Koran. Slogannya, rumah dari petani, oleh petani dan untuk petani.

Besar harapan Jamaluddin untuk membuat perubahan di desanya. Ia ingin mengubah cara pandang para petani dan anak muda di desa tersebut bahwa untuk meraih kesuksesan di masa mendatang, pendidikan adalah jalan yang paling baik, menurutnya.

Ia tidak ingin pernikahan dini merusak masa depan anak-anak di Kanreapia. Banyaknya kasus pernikahan dini yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, menambah daftar kelam pendidikan di Sulsel. Bayangkan saja jika seorang anak usia setingkat SMP dan SMA harus turun banting tulang, menghidupi keluarganya. Sedangkan usia produktif bagi pertumbuhan anak ada di usia-usia seperti mereka.

Jamal tak banyak bicara untuk membuat sebuah gebrakan. Bahkan ungkapan ini barangkali tepat disematkan padanya. “Jika ingin mengubah negaramu, ubahlah mulai dari lingkungan terkecilmu.” Melalui sarana Rumah Koran, perubahan menjadi bangsa besar bermula.

Perhatian Pemerintah

Tahun demi tahun, Rumah Koran berbenah. Kegiatan literasi pun mulai digenjot. Program mulai diatur sedemikian rupa, dan akhirnya beberapa pihak mulai turun tangan. Berkat semangat pantang menyerah dari Jamaluddin dan kawan-kawannya perlahan namun pasti banyak pihak yang mulai tergerak hatinya untuk membantu.

Di antaranya Dinas Pertanian setempat. Program utama yang diusung dari dinas pertanian adalah memberikan penyuluhan tentang cara bertani organik, mengajak para petani untuk belajar huruf hijaiyah dan mengenal bentuk tulisan latin.

Baca juga: Merayakan perbedaan

Selain itu dalam rangka penghapusan buta aksara di desa Kanreapia maka diaadakan kelas inspirasi. Rumah Koran membuka kesempatan bagi para profesional untuk datang ke Kanreapia, memberikan pengalaman dan wawasannya baik terkait profesinya maupun hal lain kepada para petani. Alhasil beberapa perusahaan dan akademisi dari beberapa kampus di Makassar mengadakan kunjungan wisata literasi ke Rumah Koran.

Rumah Koran tentunya tidak bisa berkembang tanpa dana operasional. Olehnya Jamaluddin dan istrinya membuat pupuk organik dan kerajinan dari limbah plastik. Pupuk dan hasil kreasi dari limbah plastik itu kemudian dijual di toko tani miliknya. Omzet dari penjualan itu digunakan untuk keperluan operasional dari rumah belajar tersebut.

Jamaluddin menyuarakan gerakan ini sebagai gerakan sarjana pulang kampung, gerakan cerdas anak petani. Hingga hari ini, beberapa penghargaan telah diraihnya. Di antaranya penghargaan Satu Indonesia Awards dari Astra Indonesia tahun 2017 lalu dan baru-baru ini meraih penghargaan terbaik pemula sebagai Komunitas Peduli Sungai (KPS) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Saat ini dari jumlah total 4733 penduduk di Desa Kanreapia, sudah sekitar 20 persen anak petaninya yang sudah mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Harapan besar Jamaluddin dan penduduk Desa Kanreapia adalah mewujudkan Kanreapia menjadi kampung organik dan kampung literasi, mendukung program pemerintah untuk menghapus buta aksara dan memajukan pendidikan di daerah terpencil.

Usaha ini masih kurang adanya, dibutuhkan sumbangsih positif dari seluruh kalangan. Untuk menjadikan sebuah daerah menjadi maju, maka mesti adanya penggerak. Seperti halnya di Desa Kanreapia, Desa-desa lain pun membutuhkan para penggerak seperti Jamaluddin, yang kelak mampu mengubah daerahnya menjadi lebih produktif. Menciptakan peluang, memanfaatkan kekayaan alam, dan menyebarkan virus literasi melalui kegiatan baca tulis. Demikian.

*Pengajar di MA Aisyiyah Sungguminasa Gowa

Ainun Jariah @Jariahs1

Senang berimajinasi. Menyukai musik dan puisi. Sesekali menulis esai di media massa, seringkali tahu cara membahagiakan suaminya dengan masakan.

View Comments

    Recent Posts

    • Daerah
    • Peristiwa

    FLP ranting UINAM gelar pelantikan, upgrading dan raker periode 2019-2020

      WARNASULSEL.com - Sebagai agenda lanjutan dari Musyawarah Ranting pada 20 Oktober 2019 lalu, Forum Lingkar Pena melaksanakan Pelantikan, Upgrading…

    7 days ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    M Galang Pratama beri motivasi literasi di SD Kompleks Borong

      WARNASULSEL.com - Khusus untuk SD Negeri Borong, anak-anak diajak melakukan field trip ke beberapa tempat.     Setiap kelompok…

    1 week ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    Tagana masuk sekolah di SD Kompleks Borong

        WARNASULSEL.com - Pagi itu, Kamis, 7 November 2019 ratusan anak dari SDN Borong dan SD Inpres Borong berkumpul…

    1 week ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    Pertemuan perdana Fokasi IT Pelajar Makassar

          WARNASULSEL.com - Forum Komunikasi IT atau Fokasi Pelajar Makassar menggelar pertemuan perdananya, Sabtu (2/11/2019).   Kegiatan yang…

    2 weeks ago
    • Peristiwa

    Lomba debat ilmiah meriahkan selebrasi bulan bahasa SMAIT Nurul Fikri Makassar

        WARNASULSEL.com - Literasi Sains dikenal sebagai jenis literasi dasar yang menghadirkan banyak informasi kepada pembaca atau pendengar.  …

    2 weeks ago
    • Cawah
    • Uncategorized

    Street quotes ini bisa bikin kamu seketika merenung

    WARNASULSEL.com-  Dikutip dari laman FB Haru D. Fold, beberapa street quotes ini bisa membuat kita sejenak merenung. Terutama banyak dari…

    2 weeks ago