Literasi dan semangat human development

Oleh : Fazlur Rahman R Maloko*

Malek Bennabi seorang tokoh fenomenal asal aljazair mengungkapkan bahwa

“Problem setiap bangsa pada intinya adalah problem peradaban. Tidak mungkin suatu bangsa bisa memahami atau menyelesaikan masalahnya, jika tidak mengembangkan konsep-konsep pemikiran sampai pada tingkat yang membuatnya memahami masalah-masalah dasar kemanusiaan.”

Mega kompetisi merupakan ciri pokok dari masyarakat di era globalisasi abad ke 21.

Ini berarti menuntut lahirnya manusia-manusia yang berkualitas, baik fisik, intelektual, maupun moralnya.

Kondisi ini dianggap sebagai sebuah hukum alam yang tidak bisa terhindarkan dan juga menjadi konsekuensi antara manusia dengan kehidupan yang penuh dengan kompetisi, sehingga self quality menjadi syarat yang harus terus diinternalisasi agar keberlakuan hukum alam (tereliminasi dari kompetisi) diminimalisir sejauh mungkin.

Karena itu, pengembangan manusia ( human development ) harus meliputi seluruh aspek kehidupan secara integral serta selaras, serasi, dan seimbang.

Literasi adalah salah satu gerakan yang meliputi semangat membeaca, menulis serta mendengarkan menjadi salah satu langkah yang adaptif ditengah problem beradaban.

Literasi merupakan salah satu ruang yang ideal dalam mengejawantahkan persoalan sumber daya manusia yang kita inginkan. Selain itu semangat ini juga merupakan perpanjangan dari instruksi monumental lewat perintah membaca (Iqra’).

Baca juga: Kanreapia, rumah koran dan kampung literasi

Dalam korelasinya, Agama memiliki relasi konteks yang sangat kuat dengan tradisi literasi, dengannya al-Qur’an menginstruksikan agar ummatnya memperkuat tardisi membaca maupun menulis.

Dampak gerilya literasi akhir-akhir ini mulai tumbuh kembang dan memberi sedikit kabar baik bagi para pecandu buku. Baik pada setiap individunya maupun mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas literasi tertentu. Terlepas dari apakah semangat literasi yang diperjuangkan hanya sekedar untuk melepas belenggu masalah bernama BUTA AKSARA.

Atau hanya sebagai sebuah profesi tuntutan kerja-kerja profesionalitas, ataukah semangat literasi yang digedor menyentuh pada titik kebutuhan akan literasi.

Literasi menjadi satu medium pengetahuan yang penting. Keberadaannya tentu memiliki peran yang siginfikan dalam membantu perkembangan SDM.

Literasi pada mulanya memiliki makna praktis yang sangat sempit karena pemkanaannya hanya pada kemampuan membaca, namun kemudian konsep menulis juga diakomodir dalam istilah literasi.

Mengapa membaca dan menulis?

Karena keduanya merupakan tonggak yang signifikan dalam proses tarnsformasi pengetahuan, lebih mudahnya membaca dan menulis dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas diri, seperti memperkaya wawasan, serta membantu mencerahkan pemahaman.

Sehingga literasi menjadi modal penting dan dasar kemampuan dalam human development.

Namun dalam perkembamgannya, literasi tidak hanya dipahami sebatas kemampuan menulis dan membaca, tapi ia memiliki kaitan dengan berbagai aspek kehidupan.

Misal dalam teks Sovia Valdivielso Gomes, ia menungkapkan bahwa

literasi itu tidak hanya berkaitan dengan keaksaraan dan bahasa namun berkembang sebagai sebuah konsep yang berkaitan dengan berbagai fungsi dan keterampilan hidup.

Maka dari itu literasi harus dipahami sebagai kemampuan dalam mengeluarkan potensi dalam hal membaca dunia.

Perkembangan Manusia

Perkembangan tak pernah berhenti, ia terus beranjak dari satu titik ke titik berikutnya, ia juga tak pernah menunggu sampai kita sadar, apalagi beranjak menepi dari jalannya, ia akan terus bergerilya sampai pada titik yang tak terhingga, darinya kita bukan hanya dituntut untuk mengenalnya tapi juga harus berjalan disampingnya.

Baca juga: Islamophobia lahirkan teroris mental hingga berujung brutal

Ini bukan soal kesepakatan, ini lebih pada tanggung jawab human being sebagai upaya menerobos batas yang semakin panjang dan kesannya terus dibiarkan. Human development adalah langkah ikhtiar baik yang harus terus dilakukan.

Persoalan kualitas bukan perkarah mudah, ia harus terencana dengan baik lagi matang dan yang terpenting kualitas itu bukan soal kompromi, karena prinsip kualitas bukan lahir dari tindakan yang berbau kompromi dan akhirnya berimbas pada karakter-karakter yang lebih mengedepankan hidup di ujung telunjuk.

Dengan demikian perkembangan pengetahuan memang harus dijemput dengan kualitas.

Intelektual development adalah persoalan mendasar yang harus terus digulirkan secara terstruktur. Selain kesadaran diri dalam memenuhi syarat kualitas diri, kesdaran kelompok juga menjadi medium yang baik sebagai penyedia wadah dalam rangkah merealisasikan diri (self realisation).

Ketersediaan SDM yang ber-kualitas adalah syarat penting di tengah gempita perkembangan kehidupan yang semakin variatif, olehnya itu wadah atau kelompok yang berorientasi dalam human development harus diapresiasi dan diberi ruang yang selebar mungkin, tujuannya adalah memberi jarak antara hal-hal yang tidak produktif untuk terus mendominasi.

Dengan spirit membaca dan menulis yang termuat dalam literasi, menjadikan literasi sebagi sebuah perjumpaan intelektual yang ideal. Kemampuan membaca dan menulis juga merupakan dasar pokok, persoalan esensial dalam menata cikal bakal, sebagai upaya membuka tirani pemisa antara kita dengan peradaban dan peradaban sangat membutuhkan kualitas-kualitas manusia yang ideal.

Di samping itu, literasi menjadi satu lokomotif yang produktif dalam menyiapkan intitas-intitas yang siap berkonstribusi dalam membangun peradaban.

Baca juga: Buku perdana alumni FH unhas 2019 M Aris Munandar dibedah di Makassar

Human development adalah persoalan elementer yang harus terus di perjuangkan dan diberi ruang seluas mungkin. Literasi menjadi media penghubung, ia memiliki amanah untuk mengakomodir persoalan-persolan yang berkaitan dengan perkembaangan manusia.

Persoalan literasi (membaca dan menulis) dalam kaitannya dengan human development bukan hal baru dalam konteks peradaban. Konstribusi literasi dalam peradaban sangat signifikan, karena membaca dan menulis merupakan salah dua tonggak pemula dalam persoalan peradaban, dalam sejarah mencatat, teks-teks, tulisan ternama terutama dalam konteks agama telah memberikan dampak perubahan kehidupan manusia yang lebih beradab dan berkemajuan.

Membaca dan menulis menjadi hal penting yang harus dimiliki dan terus dilakukan sebagai upaya manusia untuk terus berekspresi dalam melihat dunia. Literasi juga menjadi kemampua dasar dalam memahami kegiatan-kegiatan kelimuan yang lebih luas, sehingga kegiatan membaca dan menulis menjadi sebuah keniscayaan serta sebagai syarat human development untuk menggiring pergantian peradaban dalam kehidupan.

Keberadaan literasi dan manusia seperti dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain sehingga antara menuli dan membaca dengan manusia adalah hubungan mutlak yang tidak terpisah.

Dengan demikian keberadaan literasi menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan, dengan maraknya gerakan literasi yang akhir-akhir ini disemarakkan oleh para penggiat literasi memberi dampak yang signifikan. Di samping menjadi lokus penyerapan pengetahuan, literasi juga menjadi rekayasa human development yang baik dalam membangun perubahan.

*Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dan Pegiat Literasi di Edu Corner

Editor @warnasulselcom

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

View Comments

    Recent Posts

    • Daerah
    • Peristiwa

    FLP ranting UINAM gelar pelantikan, upgrading dan raker periode 2019-2020

      WARNASULSEL.com - Sebagai agenda lanjutan dari Musyawarah Ranting pada 20 Oktober 2019 lalu, Forum Lingkar Pena melaksanakan Pelantikan, Upgrading…

    1 week ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    M Galang Pratama beri motivasi literasi di SD Kompleks Borong

      WARNASULSEL.com - Khusus untuk SD Negeri Borong, anak-anak diajak melakukan field trip ke beberapa tempat.     Setiap kelompok…

    1 week ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    Tagana masuk sekolah di SD Kompleks Borong

        WARNASULSEL.com - Pagi itu, Kamis, 7 November 2019 ratusan anak dari SDN Borong dan SD Inpres Borong berkumpul…

    1 week ago
    • Daerah
    • Peristiwa

    Pertemuan perdana Fokasi IT Pelajar Makassar

          WARNASULSEL.com - Forum Komunikasi IT atau Fokasi Pelajar Makassar menggelar pertemuan perdananya, Sabtu (2/11/2019).   Kegiatan yang…

    2 weeks ago
    • Peristiwa

    Lomba debat ilmiah meriahkan selebrasi bulan bahasa SMAIT Nurul Fikri Makassar

        WARNASULSEL.com - Literasi Sains dikenal sebagai jenis literasi dasar yang menghadirkan banyak informasi kepada pembaca atau pendengar.  …

    2 weeks ago
    • Cawah
    • Uncategorized

    Street quotes ini bisa bikin kamu seketika merenung

    WARNASULSEL.com-  Dikutip dari laman FB Haru D. Fold, beberapa street quotes ini bisa membuat kita sejenak merenung. Terutama banyak dari…

    3 weeks ago