Islamophobia Lahirkan Teroris Mental Hingga Berujung Brutal


“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.”


(HR. An-Nasa’i)

Oleh: Andi Haerani, S.Pd*

Selamat jalan saudaraku di New Zealand yang telah syahid dalam penembakan brutal si teroris Brenton Tarrant. InsyaaAllah kalian menjemput kematian yang mulia, yakni syahid di jalan-Nya. Kami di sini berduka teramat sangat. Kesanggupan ikhtiar hanya sebatas andil dalam menggemparkan opini kutukan perilaku yang biadab.

Tapi percayalah munajat doa dari kami atasmu, juga untuk seluruh kaum muslim semoga Allah segerakan balasan setimpal atas setiap kebiadaban orang-orang zalim dan para pembenci Islam yang selalu bergairah menghancurkan umat muslim berikut din ini.

Semoga Allah turunkan pertolongan-Nya dengan kembali bersatunya umat Islam dalam satu institusi negara  sebagai perisai yang menerap syariah secara sempurna sebab kini bersatu kita butuh dan menyatu kita teguh.

Aksi biadab ini, islamhopobia latar belakangnya. Yakni, sikap Anti Islam dan segala aroma yang terkait tentang Islam semisal tidak senang dengan imigran muslim.

Hal ini pula yang menjadi dorongan Brenton Tarrant laknatulllah secara brutal bunuhi secara keji  manusia yang tak bersalah, di saat-saat mereka tenang di rumah ibadah.  Padahal mereka sedang menjalankan ritual ibadah (salat Jumat) yang mereka yakini. Apakah mereka (muslim) mengusik apa yang Brenton dan komplotannya yakini? Big No!

Sebaliknya, dalam live streaming di Masjid al Noor, Christchurch, Selandia Baru, terlihat Daoud (salah seorang korban pembunuhan) sebelum menjumpai syahidnya, malahan menyambut Brenton dengan sapaan kasih sayang “Hallo Brother”. Namun nurani Brenton telanjur mati oleh ke-islamphobiannya sehingga  sikap psikopatnyalah yang saat itu unggul dengan biadab.

Para influencer Islamophobia sejak dulu memang menyerang Islam secara sadar dan sengaja. Hingga efeknya lahirkan teror mental bagi sebagian muslim yang termakan rusaknya ide buatan para influencer Islamophobia.

Sampailah pada 16 Maret 2019 semakin menguat buktikan ide ini juga lahirkan terorisme brutal. Meski serangan kepada muslim memang sudah terjdi sejak lama dan berlanjut hingga detik ini. Sebut saja yang terjadi di Palestina, Suriah, Uighur, Ghouta, dll.

Influencer Islamophobia akan tetap ada hingga akhir zaman. Akan tetap pula lahirkan teroris mental hingga brutal hanya saja kebrutalannya itu, akan menjadi-jadi kejinya tatkala umat Islam tak segera bersatu dan menyatukan kekuatan.

Kekuatan yang dimaksudkan adalah kekuatan level negara yang menerap syariah. Ini amatlah penting sebab negara yang akan jadi perisai bagi seluruh umat muslim seluruh dunia. Yang menjamin keamanannya juga melindungi nyawa serta kehormatan kaum muslim.

Sungguh satu nyawa melayang dalam Islam bukan sesuatu yang dipandang remeh temeh. Rasulullah SAW bersabda:

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.” (HR. An-Nasa’i).

*Revowriter Sulsel

Editor @warnasulselcom

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

Recent Posts

  • Daerah
  • Peristiwa

FLP ranting UINAM gelar pelantikan, upgrading dan raker periode 2019-2020

  WARNASULSEL.com - Sebagai agenda lanjutan dari Musyawarah Ranting pada 20 Oktober 2019 lalu, Forum Lingkar Pena melaksanakan Pelantikan, Upgrading…

2 weeks ago
  • Daerah
  • Peristiwa

M Galang Pratama beri motivasi literasi di SD Kompleks Borong

  WARNASULSEL.com - Khusus untuk SD Negeri Borong, anak-anak diajak melakukan field trip ke beberapa tempat.     Setiap kelompok…

2 weeks ago
  • Daerah
  • Peristiwa

Tagana masuk sekolah di SD Kompleks Borong

    WARNASULSEL.com - Pagi itu, Kamis, 7 November 2019 ratusan anak dari SDN Borong dan SD Inpres Borong berkumpul…

2 weeks ago
  • Daerah
  • Peristiwa

Pertemuan perdana Fokasi IT Pelajar Makassar

      WARNASULSEL.com - Forum Komunikasi IT atau Fokasi Pelajar Makassar menggelar pertemuan perdananya, Sabtu (2/11/2019).   Kegiatan yang…

2 weeks ago
  • Peristiwa

Lomba debat ilmiah meriahkan selebrasi bulan bahasa SMAIT Nurul Fikri Makassar

    WARNASULSEL.com - Literasi Sains dikenal sebagai jenis literasi dasar yang menghadirkan banyak informasi kepada pembaca atau pendengar.  …

3 weeks ago
  • Cawah
  • Uncategorized

Street quotes ini bisa bikin kamu seketika merenung

WARNASULSEL.com-  Dikutip dari laman FB Haru D. Fold, beberapa street quotes ini bisa membuat kita sejenak merenung. Terutama banyak dari…

3 weeks ago