Peristiwa
143 Mahasiswa Baru UPP PGSD FIP UNM Kampus V Parepare Siap Menapaki Dunia Kampus: Dibekali AI, Demokrasi, hingga Roadmap Lulusan Unggul
PAREPARE — Sebanyak 143 mahasiswa baru resmi mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPP PGSD FIP UNM Kampus V Parepare. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mendapatkan bekal dalam menghadapi kehidupan perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Dari 143 mahasiswa baru tersebut, tercatat 17 orang laki-laki dan 126 orang perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam. Bahkan, terdapat mahasiswa baru yang datang dari luar Sulawesi Selatan, di antaranya dari Kalimantan Timur dan Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Keragaman asal daerah tersebut menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi lingkungan akademik UPP PGSD FIP UNM Kampus V Parepare. Mahasiswa tidak hanya datang membawa harapan untuk menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga membawa pengalaman, budaya, karakter, dan perspektif yang berbeda-beda.
Dengan semangat “berbeda daerah, satu almamater, satu semangat untuk menjadi pendidik unggul”, PKKMB dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kesiapan akademik, karakter, literasi digital, kemampuan berorganisasi, serta kesadaran mahasiswa terhadap kehidupan kampus.
Dibuka dengan Seni, Disambut Semangat Kebersamaan Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 07.15 WITA dengan penampilan seni tari yang memberikan nuansa budaya dan semangat kebersamaan. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menarik sebelum kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh protokol dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Abdul Majid, S.Pd., M.Pd., sebelum memasuki agenda laporan pelaksanaan kegiatan oleh Dr. Marhani, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Panitia.
Dalam rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mendapatkan pesan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan oase baru yang membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan untuk terus belajar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua UPP PGSD FIP Kampus V Parepare UNM, yang memberikan penguatan kepada mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan potensi diri, membangun karakter, serta mempersiapkan kompetensi sebagai calon pendidik.
Mengenal Dosen, Tependik, dan Organisasi Kemahasiswaan
Memasuki agenda berikutnya, mahasiswa baru diperkenalkan dengan unsur-unsur penting yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UPP PGSD FIP Kampus V Parepare UNM.
Pengenalan dosen disampaikan oleh Ketua UPP PGSD FIP Kampus V Parepare UNM, dilanjutkan dengan pengenalan Tenaga Kependidikan (Tependik) oleh Sekretaris UPP PGSD FIP Kampus V Parepare UNM.
Mahasiswa kemudian mendapatkan pengenalan mengenai Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang disampaikan oleh Kalab UPP PGSD FIP Kampus V Parepare UNM.
Melalui sesi ini, mahasiswa baru diperkenalkan bahwa kehidupan kampus tidak hanya berlangsung di dalam ruang perkuliahan. Organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu ruang penting untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan kepedulian sosial.
AI untuk Mahasiswa: Cerdas Menggunakan, Bijak Memanfaatkan
Salah satu materi yang paling relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini adalah “Artificial Intelligence untuk Mahasiswa: Belajar Lebih Cerdas, Beretika, dan Produktif” yang disampaikan oleh Zaid Zainal, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
Di tengah semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan, mahasiswa diberikan perspektif bahwa AI bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban secara instan.
AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mencari ide, mengorganisasi informasi, memahami materi, meningkatkan produktivitas, dan mendukung berbagai aktivitas akademik. Namun, pemanfaatan tersebut harus tetap berada dalam koridor etika dan integritas akademik.
Mahasiswa tetap dituntut untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi, memahami materi yang dipelajari, serta bertanggung jawab terhadap setiap karya yang dihasilkan.
Pesan utama dari materi ini adalah: “Gunakan AI untuk memperkuat kemampuan berpikir, bukan menggantikan proses berpikir.”
Bekal tersebut menjadi penting karena mahasiswa PGSD nantinya akan berhadapan dengan generasi peserta didik yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Demokrasi Kampus: Berani Menyampaikan, Bijak dalam Bersikap
Materi kedua, “Demokrasi Kampus dan Budaya Menyampaikan Aspirasi secara Konstruktif”, disampaikan oleh Dr. Muhammad Amran, S.Pd., M.Pd.
Mahasiswa diperkenalkan dengan pentingnya budaya demokrasi dalam kehidupan kampus. Sebagai insan akademik, mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun aspirasi.
Namun, kebebasan menyampaikan pendapat harus diiringi dengan tanggung jawab. Aspirasi yang baik bukan sekadar suara yang keras, melainkan gagasan yang dibangun berdasarkan argumentasi, data, etika, dan orientasi pada solusi.
Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang berani berbicara tetapi tetap santun, kritis tetapi tetap objektif, serta mampu menyampaikan ketidaksetujuan tanpa kehilangan rasa hormat terhadap orang lain.
Dari Mahasiswa Baru Menuju Lulusan Unggul
Inspirasi berikutnya hadir melalui materi “Roadmap Menuju Lulusan Unggul (Sharing Alumni/Mahasiswa Berprestasi)” yang disampaikan oleh Wahyu Hafiz Bumi Saputra, S.Pd., M.Pd., Kepala UPTD SD Negeri 1 Tonronge.
Berbagi pengalaman perjalanan akademik hingga dunia profesional, Wahyu Hafiz Bumi Saputra menunjukkan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak diperoleh secara instan.
Mahasiswa baru diajak mulai membangun masa depannya sejak semester pertama. Prestasi akademik, organisasi, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan keterampilan digital, hingga pengalaman kepemimpinan dapat menjadi bagian dari perjalanan membangun kompetensi dan portofolio.
Pesan penting dari sesi ini adalah: “Lulusan unggul tidak lahir hanya karena menyelesaikan kuliah, tetapi karena selama kuliah terus membangun kompetensi, pengalaman, karakter, dan karya.”
Bagi 143 mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kelulusan dan dunia profesional dimulai sejak hari pertama mereka mengenakan identitas sebagai mahasiswa.
Rangkaian kegiatan kemudian diselingi dengan penampilan musik sebelum mahasiswa memasuki waktu ISHOMA.
Satgas PPKPT: Membangun Kampus yang Aman dan Nyaman
Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan Arahan Satgas PPKPT yang disampaikan oleh Naufal Qadri Syarif, S.Pd., M.Pd.
Sesi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai martabat setiap individu.
Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa menciptakan lingkungan kampus yang sehat merupakan tanggung jawab bersama. Setiap mahasiswa perlu memahami hak dan tanggung jawabnya, menghormati sesama, menjaga batas-batas perilaku, serta berani mencari bantuan dan melaporkan apabila menghadapi situasi yang tidak aman atau berpotensi merugikan.
Pesan yang ditekankan adalah bahwa kampus bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang untuk tumbuh sebagai manusia yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghargai orang lain.
Menyusun Langkah Akademik Sejak Semester Pertama
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa baru mengikuti sesi Kontrak dan Penyusunan Rencana Studi yang disampaikan oleh Muh. Arif Hakim, S.Pd., M.Pd., Staf Operator UPP PGSD FIP Kampus V Parepare UNM.
Sesi ini memberikan pemahaman praktis mengenai perjalanan akademik mahasiswa, termasuk pentingnya memahami sistem perkuliahan dan menyusun rencana studi secara tepat.
Mahasiswa diarahkan agar sejak semester pertama sudah memiliki kesadaran bahwa keberhasilan studi membutuhkan perencanaan, kedisiplinan, manajemen waktu, dan tanggung jawab terhadap pilihan akademik.
143 Mahasiswa, 143 Cerita, Satu Tujuan
Rangkaian PKKMB kemudian ditutup pada pukul 15.00 WITA. Dengan jumlah 143 mahasiswa baru dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa yang datang dari Kalimantan Timur hingga Kotamobagu, kegiatan ini sekaligus menjadi awal terbentuknya sebuah komunitas akademik yang beragam.
Mereka datang dari tempat yang berbeda, membawa cerita dan pengalaman yang berbeda, tetapi kini berada di bawah satu lingkungan akademik yang sama: UPP PGSD FIP UNM Kampus V Parepare.
PKKMB tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang menuju gelar sarjana dan profesi sebagai pendidik. Lebih dari sekadar mengenalkan ruang kuliah, dosen, tenaga kependidikan, dan organisasi, kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pesan tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang cerdas memanfaatkan teknologi, berani menyampaikan aspirasi, aktif mengembangkan diri, menjaga integritas, menghormati sesama, dan memiliki visi untuk menjadi lulusan unggul. Sebab, perjalanan menjadi guru tidak dimulai ketika seseorang berdiri di depan kelas.
Perjalanan itu dimulai sejak hari pertama ia memilih untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan dirinya di bangku perguruan tinggi. Dari berbagai daerah menuju Kampus V Parepare. Dari mahasiswa baru hari ini, menuju calon pendidik unggul di masa depan. (*Rilis)

