Kampus
Dari Gerak ke Makna: Pengabdian kepada Masyarakat Dorong Guru SD di Barru Ciptakan Koreografi Tari Anak
BARRU — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Dari Gerak ke Makna” dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, di UPTD SD Negeri 148 Barru.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran seni tari yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Ibu Milawaty, S.Sos., M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran di sekolah dasar.
Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada kreativitas dan penguatan karakter peserta didik.
Mengubah Pembelajaran Tari dari Meniru Menjadi Mencipta
Program “Dari Gerak ke Makna” dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran seni tari di sekolah dasar yang masih banyak berorientasi pada aktivitas meniru gerakan yang telah tersedia. Guru dan siswa belum sepenuhnya memperoleh ruang untuk melakukan eksplorasi, improvisasi, serta menciptakan gerakan berdasarkan tema dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.
Padahal, siswa sekolah dasar memiliki karakteristik perkembangan motorik yang aktif, spontan, ekspresif, dan imajinatif. Potensi tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik apabila guru mampu mengelolanya menjadi rangkaian gerak yang terstruktur serta memiliki makna edukatif.
Melalui kegiatan PKM ini, para guru diperkenalkan pada pembelajaran tari yang tidak berhenti pada kemampuan melakukan gerakan, tetapi bergerak menuju proses menciptakan dan memaknai gerak. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan pembelajaran seni yang memberi ruang bagi kreativitas, ekspresi diri, serta penguatan nilai-nilai karakter.
Guru Dibekali Keterampilan Eksplorasi hingga Komposisi Gerak
Pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik (participatory training and practice-based approach).
Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi terlibat langsung dalam tahapan penciptaan koreografi tari anak.
Rangkaian kegiatan meliputi penguatan konsep dasar koreografi, pemahaman karakteristik gerak anak usia sekolah dasar, eksplorasi gerak berbasis tema, improvisasi dan pengembangan motif gerak, hingga penyusunan struktur tari yang terdiri atas bagian awal, tengah, dan akhir.
Guru juga mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan pola lantai, transisi gerak, pemilihan musik pendukung, serta integrasi nilai karakter ke dalam karya tari.
Salah satu kekuatan program ini adalah pemanfaatan tema serta kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan gerak.
Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk tidak sekadar mengambil contoh tarian dari sumber daring, tetapi mampu melakukan adaptasi dan bahkan mengembangkan karya yang sesuai dengan usia, kebutuhan belajar, dan konteks budaya siswa.
“Dari Gerak ke Makna” sebagai Ruang Kreatif bagi Guru
Dalam proses pelatihan, guru diarahkan melalui lima tahapan utama, yaitu eksplorasi gerak berbasis tema, improvisasi dan seleksi gerak, penyusunan struktur tari, integrasi nilai karakter, serta presentasi dan refleksi karya.
Proses tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada guru mengenai bagaimana sebuah gerakan sederhana dapat dikembangkan menjadi koreografi yang memiliki struktur dan tujuan pembelajaran.
Gerakan yang muncul dari proses eksplorasi tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, tetapi dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan, nilai, karakter, dan identitas budaya.
Pendampingan dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menciptakan materi tari secara mandiri.
Kompetensi tersebut penting agar pembelajaran seni budaya maupun kegiatan ekstrakurikuler tari di sekolah dapat dikembangkan secara lebih berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada materi yang telah tersedia.
Menuju Pembelajaran Seni yang Kreatif dan Kontekstual
Melalui pelaksanaan PKM “Dari Gerak ke Makna”, guru UPTD SD Negeri 148 Barru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai konsep dan struktur koreografi tari anak serta keterampilan dalam melakukan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi gerak.
Program ini juga menargetkan terciptanya karya tari anak yang dikembangkan secara kolaboratif oleh guru, mulai dari eksplorasi tema hingga terbentuknya komposisi yang utuh, termasuk pola lantai dan penggunaan musik sederhana.
Karya yang dihasilkan selanjutnya diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran seni budaya maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Selain penguatan kompetensi guru dan pengembangan karya tari, program ini juga diarahkan pada penyusunan modul praktis “Dari Gerak ke Makna” yang dapat digunakan sebagai panduan bagi guru dalam mengembangkan koreografi tari anak secara mandiri.
Dengan demikian, dampak kegiatan diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam pembelajaran secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan pada 17 Juli 2026 menjadi langkah kolaboratif dalam menghadirkan pembelajaran seni tari yang lebih dekat dengan dunia anak.
Dari gerakan-gerakan sederhana, guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan kemampuan motorik dan estetika, tetapi juga kreativitas, ekspresi, karakter, dan kecintaan peserta didik terhadap budaya lokal.

