Peristiwa
Kaltim Jadi Tuan Rumah Temu Pegiat TBM Nasional ke-2, Bawa Misi Menguatkan Literasi se Nusantara
SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR — Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) menyelenggarakan Temu Pegiat TBM Nasional ke-2 pada 6–8 November 2026. Kegiatan yang berlangsung di Samarinda, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Ibu Kota Nusantara (IKN) ini telah mencatat partisipasi 139 peserta dari 17 provinsi dan 30 kabupaten/kota. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga pelaksanaan kegiatan.
Mengusung tema “Dari Beranda IKN, Merajut Kolaborasi, Menguatkan Literasi”, pertemuan ini menjadi ruang perjumpaan para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pegiat, komunitas, dan mitra untuk berbagi pengalaman serta memperkuat jejaring gerakan literasi masyarakat. Setelah pertemuan pertama diselenggarakan di Magelang pada 2025, penyelenggaraan kedua di Kalimantan Timur menjadi upaya melanjutkan semangat kolaborasi yang tumbuh dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatra Barat hingga Papua Tengah.
Sejumlah agenda penting turut mewarnai pertemuan ini. Di antaranya gelar wicara yang menghadirkan Kepala Perpustakaan Nasional RI, dialog tentang gerakan literasi dan peradaban Nusantara di IKN bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta kunjungan museum dan penelusuran jejak sejarah dan kebudayaan Kutai Kartanegara. Rangkaian tersebut mempertemukan pengalaman gerakan literasi masyarakat dengan perspektif kebijakan, kebudayaan, dan pembangunan peradaban.
Salah satu hal yang menjadi kekuatan penyelenggaraan tahun ini adalah semangat gotong royong. Kegiatan ini dibangun melalui kontribusi banyak pihak. Peserta dan panitia turut mengambil bagian dengan menyumbangkan biaya, waktu, tenaga, dan gagasan sesuai kemampuan masing-masing. Dukungan juga datang dari berbagai lembaga, komunitas, relawan, pemerintah daerah, dan rekan media.
Semangat tersebut memperlihatkan bahwa gerakan literasi masyarakat tidak hanya bertumpu pada kegiatan membaca dan ketersediaan bahan bacaan. Lebih dari itu, gerakan ini tumbuh melalui kepedulian, inisiatif, dan kesediaan untuk bekerja bersama. Temu Pegiat TBM menjadi salah satu contoh bahwa perjumpaan berskala nasional dapat diwujudkan melalui partisipasi dan solidaritas banyak pihak.
Selama tiga hari, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan diskusi, apresiasi karya, pertukaran pengalaman, kunjungan budaya, dan penguatan kapasitas komunitas. Hari pertama diawali dengan bedah buku Sungai, Hutan, dan Hantu, pentas seni, serta diskusi inspiratif bertajuk “Buku yang Menggerakkan TBM”. Peserta juga akan berbagi pengalaman mengenai TBM sebagai ruang hidup kebudayaan, merawat tradisi, merayakan kreativitas, dan membangun masa depan. Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan pembukaan resmi, Ngapeh Literasi bertema “Menguatkan Ekosistem Gerakan Literasi Akar Rumpun”, serta Panggung Ekspresi.
Pada hari kedua, peserta diajak mengenal sejarah dan kebudayaan Kutai Kartanegara melalui kunjungan museum serta dokumentasi jejak sejarah dan karya budaya. Kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk memahami kekayaan sejarah dan kebudayaan lokal sebagai bagian penting dari penguatan literasi masyarakat.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Ibu Kota Nusantara melalui agenda “Gerakan Literasi dan Peradaban Nusantara”. Dialog ini menghadirkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan pegiat TBM. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membicarakan posisi dan kontribusi gerakan literasi masyarakat dalam membangun peradaban Nusantara di tengah dinamika pembangunan ibu kota baru.
Hari ketiga difokuskan pada penguatan kapasitas dan keberlanjutan program TBM. Peserta mengikuti lokakarya pengembangan program, berbagi praktik baik melalui sesi “Menghadirkan Manfaat, Menguatkan Masyarakat”, serta dialog bertajuk “Merajut Jejaring Nusantara: Membangun Kolaborasi dan Menyusun Langkah Bersama Gerakan TBM Indonesia”. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Ikrar Nusantara yang memuat penyampaian hasil diskusi dan komitmen nasional, serta penyerahan panji kegiatan Temu Pegiat TBM kepada wilayah penyelenggara berikutnya pada 2027.
Pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi pertemuan memiliki makna tersendiri. Peserta tidak hanya berkesempatan belajar dari kekayaan budaya dan sejarah Kutai Kartanegara, tetapi juga melihat dinamika pembangunan IKN. Dari beranda IKN, para pegiat TBM diajak merefleksikan bagaimana gerakan literasi masyarakat dapat mengambil peran dalam membangun masyarakat yang belajar, berdaya, dan saling terhubung di tengah perubahan zaman.
Forum TBM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, relawan, mitra lembaga, komunitas, pemerintah daerah, serta rekan media yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Setiap kontribusi memiliki arti penting bagi terwujudnya pertemuan nasional tersebut.
Temu Pegiat TBM Nasional ke-2 diharapkan tidak berhenti sebagai perjumpaan selama tiga hari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk merawat solidaritas, memperluas jejaring, dan menyusun langkah bersama agar gerakan TBM terus tumbuh serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.
—
Tentang Forum TBM
Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) merupakan wadah berhimpun pegiat dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat di Indonesia. Forum TBM mendorong penguatan kapasitas, jejaring, kolaborasi, dan keberlanjutan gerakan literasi masyarakat. (rilis)

