Connect with us

Peristiwa

UNM Perkuat Literasi Komputasional Guru UPTD SDN 145 Barru melalui Pelatihan Unplugged dan Plugged Coding

Published

on

Spread the love

WARNASULSEL.com – Barru, 16 Juli 2026 – Tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Literasi Komputasional Guru UPTD SDN 145 Barru melalui Pelatihan Unplugged dan Plugged Coding sebagai Fondasi Pembentukan Talenta AI di Masa Depan.”

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026 tersebut diikuti oleh beberapa guru UPTD SDN 145 Barru.

Program pengabdian ini merupakan salah satu upaya FIP UNM dalam memperkuat kapasitas guru sekolah dasar menghadapi perkembangan teknologi, khususnya pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Melalui kegiatan ini, para guru diperkenalkan pada konsep Computational Thinking (CT) sebagai kemampuan berpikir sistematis dalam memecahkan masalah melalui empat pilar utama, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.

Kegiatan PKM dipimpin oleh Ainun Najib Alfatih, M.Ed. dengan anggota tim Dr. Muhammad Amran, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Kamaruddin, S.Ag., M.Pd., dan Nurul Mukhlisa, S.Pd., M.Pd.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Innayah Aziz dan Ogika Ananta Prasetya, sebagai bagian dari kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah mitra dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi.

Berbeda dengan pelatihan teknologi yang sepenuhnya mengandalkan perangkat komputer, program ini memperkenalkan dua pendekatan pembelajaran koding, yaitu unplugged coding dan plugged coding. Melalui pendekatan unplugged, guru mempelajari bagaimana konsep dasar ilmu komputer dan algoritma dapat diajarkan tanpa menggunakan komputer.

Aktivitas dilakukan melalui permainan, kartu instruksi, teka-teki logika, serta aktivitas berbasis hands-on yang dapat diterapkan secara langsung kepada siswa sekolah dasar.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pembelajaran koding pada tingkat sekolah dasar tidak harus selalu dimulai dengan penulisan kode menggunakan komputer. Guru dapat terlebih dahulu mengembangkan kemampuan berpikir logis dan algoritmik siswa melalui aktivitas konkret dan menyenangkan.

Beberapa aktivitas yang diperkenalkan dalam program antara lain permainan berbasis Bebras Task, aktivitas Crazy Character untuk melatih penyusunan instruksi secara sistematis, serta konsep Sorting Network untuk memperkenalkan logika pengurutan data.

Selain pembelajaran tanpa komputer, peserta juga memperoleh penguatan mengenai plugged coding melalui pemrograman visual berbasis blok. Pendekatan ini memungkinkan guru memahami konsep pemrograman melalui antarmuka yang lebih sederhana dan visual. Platform seperti Scratch dan Blockly dapat digunakan untuk mengenalkan konsep perulangan (loop), percabangan (if-else), urutan instruksi, hingga pembuatan animasi dan simulasi interaktif sederhana.

Materi pelatihan turut mengintegrasikan literasi kecerdasan artifisial dalam pendidikan. Guru diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI seperti ChatGPT dan Canva AI sebagai alat pendukung dalam merancang skenario pembelajaran dan mengembangkan bahan ajar digital. Pemanfaatan teknologi tersebut ditekankan sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru agar teknologi dapat digunakan secara relevan, kreatif, dan bermakna dalam proses pembelajaran.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan experiential learning yang menempatkan guru tidak hanya sebagai penerima materi, tetapi juga sebagai peserta aktif dalam kegiatan praktik. Dengan pendekatan tersebut, guru memperoleh kesempatan untuk mengalami secara langsung aktivitas literasi komputasional sehingga memiliki gambaran bagaimana kegiatan serupa dapat dimodifikasi dan diterapkan sesuai dengan mata pelajaran dan karakteristik peserta didik di kelas masing-masing.

Kegiatan ini menjadi relevan seiring semakin pentingnya kemampuan berpikir komputasional dan literasi AI dalam pendidikan. Penguatan kemampuan tersebut tidak hanya diarahkan agar siswa mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi lebih jauh untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, logis, dan sistematis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Melalui pelatihan ini, tim PKM FIP UNM mendorong guru untuk melihat koding dan AI bukan sebagai materi teknis yang sulit dan hanya dapat diajarkan oleh ahli komputer. Sebaliknya, prinsip berpikir komputasional dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran sekolah dasar melalui aktivitas sederhana, kontekstual, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa.

Program ini juga diarahkan pada keberlanjutan implementasi di sekolah. Salah satu upaya yang dirancang adalah penyediaan modul praktis literasi komputasional dan AI yang memuat panduan aktivitas unplugged dan plugged coding. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi sumber belajar bagi guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran secara mandiri setelah pelatihan selesai.

Kolaborasi antara FIP Universitas Negeri Makassar dan UPTD SDN 145 Barru melalui program ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan guru menghadapi transformasi pendidikan digital. Dari ruang kelas sekolah dasar, kemampuan berpikir komputasional mulai diperkenalkan sebagai salah satu fondasi penting untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami logika di balik teknologi dan memanfaatkannya secara kreatif serta bertanggung jawab.

Melalui keterlibatan guru dalam kegiatan ini, UPTD SDN 145 Barru diharapkan dapat menjadi lingkungan belajar yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan sekaligus turut mengambil bagian dalam menyiapkan talenta digital dan AI Indonesia di masa depan.(*)

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan