Tafsir Pancasila di tengah pandemi

Oleh Badaruddin (Warga Maros)

Pancasila sejak lahirnya pada 1 Juni 1945, telah melewati berbagai rintangan. Banyak ideologi dan tantangan kondisi negara yang silih berganti menguji kesaktiannya. Namun berkali kali pula dia menunjukkan kekuatannya, yaitu kekuatan yang lahir dari anugrah kebangsaan yang utuh dan menyeluruh.

Kita wajib berterima kasih kepada para perintis lahirnya pancasila, yaitu dengan menjaga dan mengamalkan sila sila Pancasila.

Pada keadaan sekarang ini, pandemi melanda seluruh negeri. Pancasila sekali lagi diuji kehebatannya. Keadaan yang memaksa berbagai aturan dan kebijakan segera menyesuaikan diri.

Namun Pancasila tetaplah menjadi landasan terbaik dalam menentukan langkah- langkah. Bukan hanya selaras dengan keadaan alam yang ada di negara ini, tetapi pancasila juga serasi dengan kejiwaan masyarakat, dan telah mengakar dari Sabang sampai Merauke.

Kesadaran untuk saling memahami sebagai sebuah bangsa masih sangat terpelihara. Ada nilai nilai sejarah yang diwariskan dengan baik oleh para leluhur bangsa.

Kehebatan Pancasila dapat kita rasakan  pada keadaan pandemi sekarang ini, sila-sila Pancasila begitu bermakna dalam membentuk pola kesepahaman antar semua struktur kemasyarakatan. Pemerintah, ulama, dan masyarakat dapat bekerjasama dengan baik dalam upaya pemberantasan covid-19 yang melanda bangsa Indonesia.

Sila Pertama

Sila pertama Pancasila yaitu ketuhanan yang maha esa, sila ini menjadi landasan utama untuk setiap tindakan. Kita segera menyadari bahwa wabah ini tidak lain adalah atas seizin Allah SWT.

Maka sikap penerimaan kita adalah antara bersyukur dan bersabar terhadap apa yang menjadi kehendaknya, dan lebih meningkatkan upaya untuk dapat melalui keadaan ini. Hikmah dari pandemi ini salah satunya yaitu merestorasi pola hidup kita yang bernuansa islami.

Ajaran agama kita telah mengajarkan tentang pentingnya bersih dan suci, shalat yang menjaga kebugaran, Al Qur’an yang menjadi panduan, bersedekah yang memanjangkan usia, do’a dan zikir yang menjaga optimisme.

Hal ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah bisa dilaksanakan dalam kondisi apa saja, selalu ada cara cara yang menjadi alternatif sesuai dengan petunjuk agama itu sendiri. Kita menjadi lebih paham terhadap agama.

Sila Kedua

Sila kedua Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini menjadi dasar pelaksanaan keadilan.

Keadilan yang dimaksud  adalah kesesuaian dengan kadar kebutuhan. Dinilai dari hasil pengelolaan keadaan kehidupan dan kejujuran rasa, bukan berdasarkan kesamaan dari segi kuantitas. Hal ini diterapkan dengan baik pada situasi pandemi sekarang ini.

Semua warga Indonesia terdampak oleh wabah covid-19, maka pemerintah mengambil berbagai kebijakan. Diantara kebijakan tersebut adalah pemberian berbagai bantuan untuk meringankan beban hidup masyarakat. Adapun bantuan itu berupa bantuan dana BLT, bantuan dana PKH, dan sebagainya.

Besaran yang diterima masyarakat pun beragam, dan lebih banyak yang belum mendapatkan bantuan. Namun yang terpenting  adalah terpenuhinya rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. Masyarakat diharapkan dapat memahami situasi dan kondisi bangsa.

Sila Ketiga

Sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Sila ini menjadi penting, karena persatuan adalah kekuatan terbesar menghadapai setiap ancaman terhadap bangsa.

Pandemi ini adalah salah satu ancaman terbesar bangsa Indonesia. Maka persatuan merupakan hal wajib yang mesti disadari dan dilaksanakan. Bersatu dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19. Persatuan juga dibutuhkan dalam pemulihan kondisi bangsa disegala bidang.

Kita mesti bahu membahu, tolong menolong,  dan saling menyemangati untuk melangkah bersama keluar dari situasi ini. Sila persatuan Indonesia ini mengingatkan kembali sejarah berdirinya NKRI yang dimulai dari perasaan senasib sepenanggungan yang melahirkan sebuah persatuan dan kesatuan.

Sila Keempat

Sila keempat Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sila keempat ini merupakan ujung tombak dari setiap pengambilan keputusan.

Kita menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, wilayahnya luas, perbedaan agama, beraneka ragam bahasa dan budaya, dan dihuni oleh banyak suku bangsa.

Oleh karena itu dipilihlah perwakilan yang mampu memberikan rasa adil terhadap semua tindakannya. Perwakilan tersebut tersebar pada lembaga lembaga pemerintahan seperti eksekutif, yudikatif dan legeslatif.

Pada situasi pandemi seperti sekarang ini juga sangat dirasakan manfaatnya, yaitu dengan kebijakan yang searah. Masyarakat menjadi lebih tertib dan disiplin dalam melaksanakan aktivitas keseharian nya, sehingga situasi lebih terkendali dan sewaktu waktu mudah untuk diarahkan.

Sila Kelima

Sila kelima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ini adalah sila penegasan terhadap tercapainya berbagai upaya yang telah dilaksanakan dalam tatanan pemerintahan.

Keberhasilan sila ini ditandai dengan perasaan puas warga negara terhadap segala aturan dan kebijakan yang diterapkan. Pada situasi pandemi, rasa puas yang paling bermakna adalah ketika pandemi ini segera berakhir dan keadaan bangsa pulih sediakala.

Oleh karena itu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat diwujudkan dengan kesadaran menjalankan perintah agama secara kaffah, persatuan sebagai sebuah bangsa, dan tepatnya kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah.

Mengamalkan Nilai Pancasila

Dengan mengamalkan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila, situasi bangsa akan lebih cepat terkendali. Hanya butuh niat dan kerja cerdas untuk mewujudkannya.

Kita memulai langkah dengan gerakan sadar bersama berpegang teguh pada nilai nilai Pancasila.

Maros, 1 Juni 2020

Baca

Leave a Reply