Nasihat Arafat Nur untuk penulis pemula

JIKA kamu penulis pemula tapi sering menemukan kendala dalam menulis, berikut ini nasihat yang bisa kamu praktikkan jika kamu benar-benar ingin jadi penulis.

Penulis asal Aceh yang telah meraih banyak penghargaan dalam dunia kepenulisan ini membagikan beberapa tips atau dalam bahasa beliau adalah ‘nasihat’ untuk kamu yang sedang memulai menulis.

Dirangkum dari laman Facebook miliknya, Arafat Nur menulis seperti ini. Silakan disimak baik-baik ya.

1. Belajar apa saja

Kamu masih muda, banyak sekali waktu bagimu untuk belajar apa saja. Belajarlah yang giat, tekun, dan rajin, sebelum terlambat.

Masa muda menyediakan banyak waktu bagimu. Jangan isi banyak waktu dengan banyak alasan. Banyaknya alasan akan menyulitkanmu berkembang. Aturlah waktu yang membuat hidupmu lebih berkualitas.

2. Baca buku berkualitas

Baca banyak-banyak buku berkualitas. Sekalipun kamu menulis buku ringan yang laris, kamu tetap harus belajar dari buku-buku yang bermutu.

Cara memilih buku berkualitas di antaranya, yang sederhana saja:

  • Bisa disimak dari pendapat kritikus.
  • Karya-karya yang mendapatkan penghargaan, seperti nobel, misalnya atau pemenang sayembara, atau lainnya.
  • Bisa juga nama penulis yang diakui publik, sekalipun karyanya diterbitkan indi.
  • dll.

Jika kamu membaca karya-karya lemah, dikhawatirkan tulisanmu jauh lebih rendah.

3. Rendah hati

Jika tulisanmu sudah dimuat di koran atau diterbitkan menjadi buku, janganlah tinggi hati atau berbangga diri. Hal itu tidak saja merusak dirimu, tetapi juga merusak kualitas karyamu.

Seorang penulis adalah intelektual atau cendekiawan. Seorang cendekiawan adalah teladan bagi orang lain. Orang yang menjadi teladan tidak boleh angkuh dan sombong.

4. Semangat membaca

Tingkatkan terus kualitas karyamu—cerpen, puisi, dan novel—dengan semangat membaca yang menggebu-gebu. Belilah buku sebulan tiga buah atau paling tidak sebuah, alangkah baiknya bila bisa sepuluh. Baca dan serap sebaik-baiknya. Jika tidak terserap sekali, bacalah berulang kali.

Membaca buku bermutu berkali-kali tamat itu lebih baik daripada kamu membaca ratusan buku yang kurang mendukung tingkat kualitas tulisanmu.

5. Baca lagi

Jika kamu membaca banyak buku, kamu akan dengan sangat mudah menulis. Seperti teko yang diisi air penuh, begitu dituangkan langsung mengalir.

Jika tidak membaca buku, maka teko akan kososng. Teko kosong tidak akan mengeluarkan air. Kepala kosong tidak akan mengeluarkan tulisan.

6. Baca juga genre lain

Kalau kamu menulis novel, jangan hanya membaca novel.
Kalau kamu menulis cerpen, jangan hanya membaca cerpen.
Kalau kamu menulis puisi, jangan hanya membaca puisi.
Sebab, novelmu, cerpen, dan puisimu tidak akan bagus.
Bacalah semua jenis buku, dari filsafat, politik, teologi, ekonomi, kedokteran, dan semua yang mendukung agar tulisanmu bernas dan berkembang.

7. Ibadah

Salatlah yang rajin, membaca al-Qur’an, berdoa, karena itu semua itu juga untuk mendukung kerja kepenulisanmu.

Tuhanlah yang memberikan ilham dan semangat. Insya Allah, jika kamu rajin dan taat, kamu akan menjadi penulis hebat.

Penulis hebat itu lahir dari kerja keras dan pantang menyerah. Yakinlah, tidak ada orang yang begitu lahir langsung jadi penulis hebat.

8. Banyak berbagi

Aku menuliskan nasihat ini karena cinta dan sayang kepadamu. Sebab, aku terus tua dan semakin singkat untuk melahirkan banyak karya.

Salam hangat,
Arafat Nur

Silakan di-share kalau dianggap bermanfaat.

Baca 9 hobi yang menghasilkan uang

Leave a Reply