Connect with us

Peristiwa

Resensi Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Published

on

resensi buku - Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah
Spread the love
  1. Judul Resensi : Tentang pembahasan kelebihan dan kekurangan buku
  2. Identitas Buku
    a. Judul buku : Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah
    b. Nama pengarang : Alfialghazi
    c. Identitas penerbit : Penerbit Sahima
    d. Tahun terbit : 2020
    e. Tebal buku / jumlah halaman : 246 halaman
    f. Ukuran dan jenis kertas : 14 x 21 Cm dan Bookpaper
    g. Harga buku : Rp. 65.000
    h. Ringkasan buku : Maaf tuhan ,aku hampir menyerah akan membahas bahwa tak semuahal akan berjalan sesuai dengan ke inginanmu. Kan tiba saatnya harapanmu terpatahkan ,impianmu akan dipukul mundur, atau langkahmu akan dihentikan secara paksa.
    i. Nama Peresensi : Mahfud Ihsan faqih*
  3. Pembahasan kelebihan kelemahan buki dan segi isi, bahasa, penampilan buku.
    a. Kelebihan buku
    fisik buku ini dapat membuat para pembaca menikmati buku ini, pemilihan warna, layout pada buku dan beberapa penanda pada kalimat penting yang ada dalam buku ini. Isi buku ini juga sangat berhubungan dengan yang ada di masyarakat sehingga tujuannya dalam memberi nasihat yang terkesan seperti tidak menggurui para pembaca dan dapat diterima oleh para pembaca. Penggunaan kosa kata yang sangat lembut, membujuk, dan memotivasi diri untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Tentunya buku ini sangat cocok di baca para remaja yang sedang berada pada fase berproses menjadi lebih baik. Buku ini dapat menjadi pengajaran yang lengkap bagi umat muslim. Sebab, itu buku ini tertulis tentang arti kehidupan, berdamai dengan takdir, rasa takut akan masa depan, ibadah yang bermakna, ketaatan dalam kesabaran, dan sehingga surge yang menjadi akhir di kehidupan
    b. Kelemahan buku
    Meskipun desainnya cukup menarik perhatian dari segi warna,tetapi ada sedikit hal yang membuat buku ini menjadi monoton yaitu tidak adanya gambar atau ilustrasi sedikipun sehingga buku ini terkesan sangat simple dan bisa membuat para pembaca menjadi sedikit bosan. Dan ada beberapa penulisan paragraf yang masih kurang dari empat kalimat, serta beberapa kosa kata yang kurang efektif dan ceritanya yang terkesan menggantung. Pada beberapa bagian bab yang membahas hal yang cukup berat kita pahami atau temui dan beberapa pengulangan kata yang membuat para pembaca merasa bosan
  4. Kesimpulan
    Dengan buku ini, kita seperti dituntun untuk terus maju kedepan. Melewati keterbatasan dan banyaknya kemungkinan kecewa dalam dunia yang fana, dunia yang luas namun menyesakkan. Hal ini dilakukan untuk menuju satu dunia baru, yang disebut keabadian.

Dalam hidup, setiap manusia akan melewati suatu fase dimana ia akan merasa sendirian, gagal, kemudian kesepian. Emosi ini akan muncul secara alami dikarenakan oleh banyaknya hal yang terjadi dalam hidup. Sederhananya selalu ada lika-liku dalam perjalanannya, tidak ada yang sempurna.

Lalu, apakah kamu pernah kecewa? Kecewa dengan semua hal, merasa putus asa di tengah perjuangan, lalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi diluar kuasa pribadi. Fase ini memang berat, butuh support system dari orang terdekat. Tapi pada akhirnya diri sendiri lah yang harus memilih, menyerah atau bangkit.

*Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, kelas 1F

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan