Sastra
[Cerpen] Ainun Jariah; Kekuatan Jiwa
WAKTU telah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Sepagi ini aku sudah berada di atas pete-pete kampus yang akan mengantarku ke kampus 1 UIN Alauddin. Ini merupskan rutinitas baru di setiap pagiku.
Setelah beberapa menit menunggu penumpang, mobil akhirnya bergerak keluar. Pandanganku ikut menyusuri jalan sekitar kampus. Mataku tertuju pada seorang nenek di pinggir jalan Samata. Dia berjalan dengan tongkat di tangan dan membopong sebuah karung. Tubuhnya telah membungkuk.
Entah apa yang membuatku terus memandanginya hingga penglihatanku tak dapat menjangkau bayangannya lagi karena mobil yang terus melaju. Aku akhirnya mengalihkan perhatianku pada buku yang kupegang. Sepanjang perjalanan aku menggunakan waktuku untuk membacanya. Meskipun hanya sekadar bacaan ringan, setidaknya dapat mengisi sedikit waktu kosongku dan tidak terlalu merasakan lamanya menunggu di pete-pete.
“Astaga dua jam maki di pete-pete, belum paki sampai. Tidak masuk ma lagi jam pertama.” Keluh seorang mahasiswa yang duduk di dekat pintu mobil.


Pingback: MIWF di UIN Alauddin Makassar
Pingback: Kisah Kita Terbatas
Pingback: Passampo Siri'