warnasulsel.com

Wispendik Makassar gelar seminar nasional “rahasia pustakawan”

WARNASULSEL.com – Wispendik (Wisma Pendidikan) Makassar menggelar kegiatan Seminar Nasional Pustakawan dengan mengangkat tema “Rahasia Pustakawan; Cerdas, Kreatif, Efektif, Menarik, Luhur, dan Penyayang”, bertempat di Gedung PNFI, Jl. Adhiyaksa Baru, Makassar, (14/4).

Ketua Wisma Pendidikan Makassar, Viqra Ramadhanti dalam sambutannya mengungkapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan Bapak, Ibu Pustakawan bisa menerapkan ilmunya ketika sudah kembali ke tempat masing-masing,” ungkapnya sekaligus membuka kegiatan dengan resmi.

Sebanyak ratusan peserta ikut terlibat. Mayoritas dari mereka berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Mulai dari Kabupaten Enrekang, Kabupaten Maros, Kabupaten Sidrap, hingga Kota Palu.

Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Jasruddin, M.Si (Kepala Dikti Wilayah IX Sulsel), H. Mukhtar Dolle, S.Sos, MM (Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI) dan Tulus Wulan Juni (Pustakawan Tingkat Madya, Perpustakaan Kota Makassar).

Tulus Wulan Juni | Foto: Inayah Natsir

Masing-masing membawa materi “Paradigma Pengembangan Perpustakaan di Era Industri 4.0”, “Serah Simpan Karya Cetak dan Rekaman”, dan “Teknik Dasar dan Seni Mengelola Perpustakaan”.

“Saat ini, kita berada di era kebingungan. Maka, membaca adalah kuncinya. Sehingga, kehidupan perpustakaan harus terus berjalan, berkembang, dan mengikuti era 4.0,” kata Prof Jasruddin saat memaparkan materinya.

Lain halnya dengan Mukhtar Dolle, pada saat memberikan materi, beliau menyampaikan bahwa, “Setiap penerbit diwajibkan menyetor tiga buku bukti terbit kepada Perpustakaan Nasional. Dua buku disimpan di Perpustakaan Nasional dan satu buku disimpan di perpustakaan provinsi di mana penerbit itu berada,” katanya. “Sekarang, sejak November 2018, daftar ISBN di Perpustakaan Nasional sudah tidak berbayar lagi. Jadi, tunggu apa lagi. Menulislah!” semangat Prof Jas di sela-sela materi.

Di samping itu, Tulus Wulan Juni, memaparkan materinya dengan sangat baik.

“Seorang Pustakawan adalah yang paling berpengaruh terhadap hidupnya perpustakaan. Kontribusinya sebesar tujuh puluh lima persen. Sedangkan gedung perpustakaan hanya lima persen dan koleksi buku juga pengaruhnya hanya dua puluh persen. Kalau ada gedung dan buku tapi Pustakawannya tidak berkontribusi aktif, maka akan sedikit peminatnya,” terangnya.

Kegiatan ini dimoderatori oleh penyiar TVRI yang sudah menerbitkan banyak buku terkait dengan pendidikan yang diampunya, Dr. Eddyman W. Ferlall.(*)

Laporan Jurnalis Warga: Inayah Natsir

Editor

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

View all posts by Editor →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *