Pelatihan online gratis untuk UMKM, daftar di sini!

WARNASULSEL.com – Bagi Anda yang sedang membutuhkan pelatihan online gratis untuk UMKM, pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM ini boleh Anda coba. Selain gratis Anda juga akan dibekali materi dari para instruktur berkualitas.

Pelatihan Online Gratis

Instruktur Berkualitas via edukukm.id

Pelatihan online gratis di masa covid-19 ini juga memberikan sertifikat bagi para pelaku UMKM yang mendaftarkan dirinya.

“Ini merupakan wujud sumbangsih Pemerintah, khususnya Kementerian KUKM, dalam rangka memberikan bekal dan skill kepada para pelaku KUKM serta mengingat banyaknya pegawai yang terkena dampak Covid 19,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki di laman portal edukukm.id.

“Kami harapkan, dengan adanya media online ini, dapat membantu rekan rekan semua untuk tetap meningkatkan kompetensi di manapun berada,” tambahnya.

Baca: Kemenkop UKM luncurkan pelatihan e-learning gratis bagi SDM KUKM

Syarat utama untuk mendaftar pelatihan ini yakni harus memiliki usaha. Karena pelatihan ini ditujukan buat pelaku UMKM. Hal ini disampaikan oleh Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM.

“Peserta pelatihan online ini tidak hanya menyasar daerah yang masuk dalam daftar zona merah, namun bersifat menyeluruh asalkan memenuhi syarat utama yakni memiliki usaha,” kata Arif Rahman Hakim.

“E-learning ini secara bertahap akan terus dikembangkan isinya, yang di mana, materi-materi tersebut dapat diakses oleh setiap orang, dari manapun secara online.”

Cara Daftar Pelatihan Online Gratis 2020

Pertama masuk ke halaman resminya pelatihan online dengan cara klik https://edukukm.id.

  • Di menu pojok kanan atas, pilih Daftar.
  • Isi informasi profil (Nama, NIK, No.HP, Email, dan scan foto KTP).
  • Selanjutnya klik Sign Up. Anda akan mendapatkan konfirmasi nama akun dan password melalui WhatsApp dan email.
  • Silakan Log In menggunakan username dan password.
  • Lengkapi profil seperti nama usaha, alamat, NPWP, nomor IUMK atau izin berusaha, dan informasi mengenai jenis usaha.
  • Setelah update profil, Anda sudah mendapat akses ke pelatihan online.

Baca: Kartu Prakerja diluncurkan Sabtu 11 April 2020

Pelatihannya dalam bentu video pembelajaran. Mulai dari pengenalan tools promosi online, bagaimana menciptakan branding, melakukan pemasaran lewat marketplace seperti Blibli, Tokopedia, Bukalapak dan Shopee, serta materi tentang bagaimana mengenal dan menggali potensi pasar online.

Sertifikat Online UMKM

Sertifikat Online UMKM

Sertifikat akan diberikan setelah mengisi kuis yang dijawab dalam kurun waktu tertentu dengan jumlah soal yang tentunya akan dapat dijawab apabila Anda memerhatikan isi materi pelatihan online gratis ini dengan baik.

Pemerintah Kucurkan Bantuan Likuiditas

Pemerintah sepakat akan mengucurkan bantuan likuiditas khusus kepada koperasi simpan pinjam yang mengalami kesulitan akibat dampak pandemi COVID-19.

Hal ini diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki setelah mengikuti rapat terbatas secara online dengan topik lanjutan pembahasan Program Mitigasi Dampak COVID-19 Terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

“Untuk koperasi, tadi sudah disepakati, ada dana likuiditas yang akan dikucurkan lewat LPDB KUMKM bagi koperasi simpan pinjam yang mengalami kesulitan pembiayaan,” kata Teten Masduki melalui keterangan tertulis, Rabu (29/04/2020).

Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Dia menceritakan, pada saat pandemi seperti sekarang banyak koperasi yang melaporkan kesulitan operasional akibat anggotanya tak sanggup membayar cicilan, serta banyak juga yang menarik simpanannya di koperasi simpan pinjam.

“Ini nanti bisa mengajukan pinjaman ke LPDB KUMKM nanti LPDB bisa menggunakan jaminan perlindungan kredit Jamkrindo dan Askrindo,” katanya.

Namun Teten menegaskan bahwa ada syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh koperasi simpan pinjam ketika mengajukan pembiayaan ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM yang merupakan BLU di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kami juga harus memastikan seluruh dana likuiditas koperasi simpan pinjam itu juga tepat sasaran kepada koperasi yang betul-betul sehat,” kata Teten.

Adapun hingga saat ini tercatat ada sekitar 60,6 juta pelaku usaha termasuk koperasi yang belum terdaftar sebagai nasabah perbankan atau belum terjangkau akses pembiayaan.

Bagi mereka ditegaskan akan diberikan kesempatan dan peluang untuk mendapatkan fasilitasi kredit bagi melalui kredit Ultra Mikro (UMi) maupun Mekaar. (mgp)

Leave a Reply