Bantuan Presiden (Banpres) dalam bentuk dana hibah Rp2,4 juta untuk UKM di Gowa

WARNASULSEL.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meluncurkan Program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tengah kesulitan di masa Pandemik Covid-19 yang dimulai pada Senin (24/08/2020).

Dikabarkan sejak peluncuran program Banpers tersebut tercatat sebanyak 898 yang dikategorikan usaha mikro dan kecil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendapat jatah bantuan Presiden Produktif ini.

Hal itu sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gowa, M. Yusuf dengan menuturkan bahwa bantu Banpres ini merupakan bantuan tahap pertama sejak diluncurkan beberapa hari yang lalu oleh Presiden.

“Pada saat launching oleh Bapak Presiden itu Kabupaten Gowa sudah mendapatkan sebanyak 898 UMKM, Jadi sudah mendapatkan dan itu sudah terkonfirmasi dengan baik di BRI,” kata Yusuf Sabtu, (29/08/2020).

Lebih lanjut, Yusuf juga mengatakan bahwa para pelaku usaha mikro ini akan mendapatkan bantuan permodalan dari Pemerintah Pusat yang diketahui berjumlah sebesar Rp2.400.000.

Yusuf menjelaskan mengenai bantuan dari pemerintah pusat ini merupakan dana hibah yang tidak wajib dikembalikan oleh para UKM kedepannya.

banpres, dana hibah presiden untuk umkm

“Kegiatan ini sebenarnya adalah bagaimana memberikan penguatan modal dan menghidupkan kembali bagi pengusaha pengusaha mikro di dalam rangka pemulihan ekonomi khususnya di Kabupaten Gowa dan secara nasional,” jelasnya.

Selain itu, Yusuf menjelaskan bahwa bantuan untuk 898 usaha mikro di Kabupaten Gowa ini sudah dinyatakan telah terverifikasi dan selanjutnya akan menerima Banpres Produktif.

Namun, Yusuf juga mengatakan bahwa selain 898 usaha mikro ini ke depannya jumlah usaha mikro yang mendapat bantuan juga akan bertambah.

Mengingat hingga saat ini, atas petunjuk dari Adnan Purichta selaku Bupati Gowa bahwa pihaknya kini masih melakukan pendataan untuk UKM yang akan diusulkan ke Pusat.

Diketahui untuk mendapatkan data yang akurat dan tepat sasaran, pendataan ini melibatkan Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait, para camat serta desa dan lurah.

Hingga hari ini tercatat sebanyak 17.002 UMKM berskala kecil yang sudah terdata dan akan segera diusulkan.

“Kita terus mempercepat pendataan hingga masuk di 12 juta secara nasional. Karena secara nasional jumlahnya hanya 12 juta dan terbatas serta tidak ada kuota untuk setiap provinsi ataupun Kabupaten,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo saat melaunching program ini beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa Program bantuan yang dinamakan banpres produktif ini dimaksudkan untuk membantu para pengusaha mikro dan kecil yang terdampak oleh pandemi virus corona atau Covid-19.

banpres, dana hibah presiden untuk umkm

Lebih Lanjut, Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa setiap pelaku usaha mikro akan mendapatkan bantuan Rp 2,4 juta. Dan dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pelaku usaha.

“Banpres ini adalah hibah, bukan pinjaman. Saya harap digunakan untuk tambahan modal, untuk nambah barang dagangan,” kata Jokowi.

Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia juga menyebutkan bahwa Banpres ini akan dibagikan secara bertahap.

Tahap pertama saat launching banpres tersebut sudah disalurkan kepada 1 juta pelaku usaha mikro kecil. Tahap selanjutnya akan disalurkan pada akhir Agustus dan akhir September.

“Totalnya 12 juta usaha mikro kecil diberikan Banpres ini,” tambah Mantan Wali Kota Solo ini sebagaimana yang dilansir dari pikiran-rakyat.com.

Untuk diketahui, pendataan UKM di Gowa dilaksanakan terakhir hari ini, 31 Agustus 2020.

Harap tiap UKM mendaftarkan usahanya di kelurahan masing masing.

Berikut informasi flyer dari akun instagram @kemenkopukm terkait Banpres Produktif 2020.

Leave a Reply