Connect with us

Sastra

[Cerpen] Ainun Jariah; Kisah Kita Terbatas

Published

on

Kisah Kita Terbatas Cerpen Ainun Jariah
Kisah Kita Terbatas Cerpen Ainun Jariah Ilustrasi Gordon Johnson dari Pixabay
Spread the love

Kubuka satu persatu surat itu. Airmataku tak bisa terbendung. Ada sesak yang menyerang dadaku. Sangat sakit. Aku telah salah menilai Ayah. Dia bukannya tidak peduli padaku. Aku mungkin hanya menderita batin. Tapi, Ayah? Ayah menderita batin dan fisik. Dia harus tidur di lantai tanpa selimut, berkawan nyamuk, makan seadanya dan hanya bisa melihat ruang yang sama setiap hari. Tak bisa aku bayangkan penderitaan Ayahku.

“Ummi, aku tahu. Ayah bukan orang jahat. Ayahku tidak jahat. Tapi, siapa yang tega memfitnah Ayah, Ummi?”

*Untuk membaca kelanjutan cerpen ini  silakan memesan bukunya pada admin.

WA. 08114440319

 

Pages: 1 2 3

Senang berimajinasi. Menyukai musik dan puisi. Sesekali menulis esai di media massa, seringkali tahu cara membahagiakan suaminya dengan masakan.

Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Passampo Siri'

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *