Connect with us

Peristiwa

Desa Panakkukang Juara 1 Perpustakaan Terbaik Gowa 2025, Literasi Jadi Napas Pembangunan Desa

Published

on

perpustakaan desa panakkukang
Spread the love

WARNASULSEL.com – Festival Literasi 2025 Kabupaten Gowa resmi ditutup pada Rabu sore, 28 Mei 2025, di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Gowa. Penutupan berlangsung dalam suasana hangat di tengah sejuknya ruang perpustakaan, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gowa, Suhriati, didampingi Sekretaris Dinas, Mustamin Raga, dan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan, Aswar Said yang juga menjadi Ketua Panitia Festival Literasi tahun ini.

Salah satu momen yang paling ditunggu dalam penutupan ini adalah pengumuman pemenang lomba literasi, termasuk kategori perpustakaan desa dan kelurahan terbaik, serta pameran literasi dan stand UMKM.

Perpustakaan Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, keluar sebagai juara pertama lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Gowa. Sementara juara kedua diraih Perpustakaan Al-Fathin dari Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, dan juara ketiga diraih Perpustakaan Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo.

Kategori juara harapan juga diumumkan: Harapan I diraih Kelurahan Mawang (Kecamatan Somba Opu), Harapan II Kelurahan Kalegowa (Kecamatan Somba Opu), dan Harapan III Desa Sokkolia (Kecamatan Bontomarannu).

Untuk pemenang pertama lomba perpustakaan desa/kelurahan terbaik tingkat kabupaten, akan mewakili kabupaten Gowa ke tingkat Provinsi. Sehingga Perpustakaan Desa Panakkukang yang siap menjadi wakil dari Kabupaten Gowa ke ajang lomba perpustakaan desa/kelurahan terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Agustus mendatang.

Seluruh pemenang menerima hadiah berupa uang tunai, cenderamata, dan bingkisan dari panitia pelaksana sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka dalam mendukung budaya literasi di Gowa.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Suhriati, menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah menyukseskan Festival Literasi ini. Ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan membaca, tapi juga merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat kegiatan literasi,” tegasnya.

Festival Literasi 2025 yang mengusung tema “Anging Mammiri Berembus, Literasi Bertumbuh” menjadi ruang kolaboratif untuk memperkuat semangat membaca, menulis, dan berkarya. Festival ini juga mendorong keterlibatan orang tua, guru, dan komunitas dalam gerakan literasi berbasis keluarga dan masyarakat.

Pengelola Perpustakaan Desa Panakkukang, Anas Fatahillah, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian Desa Panakkukang sebagai juara perpustakaan desa terbaik. Ia berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat,  dan memaparkan bahwa ada beberapa hal yang telah dipersiapkan sebelum lomba di antaranya, kelengkapan admistrasi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan ditata semenarik mungkin, dukungan para stakeholder di desa antara lain yaitu PKK, karangtaruna, tokoh masyarakat serta binmas dan babinsa yang ada di desa serta menyampaikan dan menginformasikan kegiatan perpustakaan melalui media sosial dan group WhatsApp khususnya warga desa Panakkukang.

“Alhamdulillah tidak menyangka dapat juara 1 karena baru pertama kalinya mengikuti lomba perpustakaan desa,” ucapnya.

Ia juga berusaha akan memperbaiki yang kurang agar penilaian di tingkat provinsi bisa lebih baik karena akan menghadapi beberapa perpustakaan dari kabupaten lain.

“Berusaha memperbaiki apa-apa yg masih kurang dalam penilaian lomba perpustakaan tingkat kabupaten serta mendorong kerjasama para stakeholder didesa untuk bersama sama membantu kami untuk menjadi juara dan yg paling penting meminta dukungan kepada ibu bupati Gowa terkhusus dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Gowa,” tambahnya.

Perpustakaan Desa Panakkukang