Peristiwa
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gowa Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal, Bangun Ekosistem Literasi Berkelanjutan
WARNASULSEL.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Gowa menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (3/9/2025). Kegiatan ini diikuti 61 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pustakawan, penggiat literasi sampai masyarakat umum dengan dukungan anggaran dari DAK Non Fisik Perpusnas RI Tahun 2025.
Kepala DPK Gowa, Suhriati, SE., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengasah kepekaan, nalar, dan kemampuan menulis sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Bimtek ini memberi peluang bagi kita semua untuk menggali potensi kepenulisan, khususnya dalam mengulas budaya daerah. Harapannya, para peserta dapat membangun ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan dan melahirkan karya tulis yang merefleksikan budaya lokal Gowa maupun daerah lainnya,” ujarnya.
Menurut Suhriati, tujuan utama bimtek ini adalah meningkatkan kompetensi penulis pemula di Kabupaten Gowa, menciptakan kreativitas penulis untuk melestarikan kearifan lokal, serta memperkaya koleksi perpustakaan melalui konten literasi berbasis budaya.
Kegiatan bimtek ini dirancang dalam tiga tahap: tahap pertama pada 3 September, tahap kedua pada 12 September, dan tahap ketiga pada 23 September 2025. Setiap tahap menghadirkan narasumber yang berbeda untuk memperluas perspektif para peserta.
Acara ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H. Andi Azis Peter, SH, M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada DPK Gowa.
“Tidak semua daerah mampu menyelenggarakan bimtek kepenulisan berbasis budaya lokal. Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi tentang narasi budaya kita, agar tidak tercampur begitu saja dengan budaya lain. Bahkan, saya berharap dari bimtek ini lahir sebuah buku yang bisa dibaca oleh seluruh masyarakat Gowa,” ungkapnya.
Azis Peter juga menekankan bahwa Kabupaten Gowa memiliki sejarah panjang yang kaya akan budaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelusuran lebih jauh dan berkelanjutan melalui tulisan.
“Siapa yang bisa melakukannya kalau bukan kita semua. Budaya Gowa bukan nama baru, tetapi bagian penting dari sejarah. Maka kegiatan seperti ini harus diperhatikan baik-baik agar menghasilkan karya nyata,” tambahnya.
Dengan adanya bimtek tahap pertama yang dibawakan oleh Dosen fakultas Ilmu Budaya Unhas, Dr Sumarlin Rengko HR, M.Hum ini, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap lahir generasi penulis yang mampu mendokumentasikan, melestarikan, sekaligus mempopulerkan budaya lokal melalui karya tulis, sehingga kearifan lokal tetap terjaga di tengah arus globalisasi.
Laporan | MgP


