Sastra
[Puisi] Gribella; Kekasihku pergi bersama senja
Kekasihku Pergi Bersama Senja
Oleh Gribella
Selepas senja kala itu aku meraung di bawah mentari merona merah
Meringis bak diterpa ragam wacana hingga menebar luka disegala penjuru
Aku tak pikir bangkit tapi takut tiada lagi asa tuk ungkapkan rasa
Aku takut rasanya sudah dihantam senja sampai habis
Aku takut waktu benar-benar membawahnya pulang tanpa temu yang semestinya
Tak ada ucap yang tenangkan raga
Tak ada kata yang segarkan wajah
Lantas apa yang paling pantas di hati yang kian memanas
Amarahmu memuncak dan pedulimu menipis
Lalu kau menjauh mendekam bisu
Tiada lagi sinar cahaya kemilau berbinar menembus relung hati
Semuanya berakhir kecewa menyayat pada hening di dalam sanubari Membingkai airmata genangi pipi
Makassar, 31 Mei 2020
Mari merakit kata
Untuk Tuan yang terhormat,
Aku hanya ingin musnahkan penat,
dari hari yang kian berat.
Kurakit kata makna seribu sendu,
menyerbu tiap-tiap dingin ponsel
Mengumpat tanda jemu
Perihal siapa, tak perlu Kau kenal.
Bukan mencari belas kasihan,
Bukan pula dipublikasikan agar mencari reputasi,
Yang dituangkan hanya sebagian,
Selebihnya itu privasi.
Tak usah menduga-duga, lalu berprasangka
Tak usah berburuk sangka, nanti buruk rupa
Kata selalu mengambarkan isi hati,
Jika Ia marah barangkali ada salah
Namun kau tak mau kalah
Sampai tak ada yang mengalah
Mau cerita, cerita kesiapa
Yang baik kadang jahat,
Yang jahat kadang tambah jahat
Jadi, lebih baik merakit kata tanpa ada sepasang telinga
Makassar, 16 Mei 2020
*Gribella lahir pada 30 Agustus 1998 senang menulis sejak masih kecil, almuni SMA Nasional Makassar dan sekarang kuliah di Universitas Panca Sakti Makassar Jurusan Farmasi
Baca

