warnasulsel.com

Terancam dibunuh, seorang bapak di Sinjai diamankan polisi

WARNASULSEL.com Semuanya berawal dari kasus pencabulan yang menimpa NB (6) pada September 2018 silam. Saat itu, NB tengah berada di rumahnya di Sinjai, Sulawesi Selatan. Tiba-tiba pelaku berinisial JH (17) dengan niat bejatnya datang dan mencabuli gadis kecil itu di rumahnya. Akhirnya NB mengalami sembilan robekan di bagian alat vitalnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh ayah korban, Syamsul Bahri melalui pesan WhatsApp kepada salah seorang sahabatnya, Andhika Mappasomba. Syamsul Bahri menjelaskan kronologi itu kepada sahabatnya lalu hasil percakapan itu dibagikan oleh Andhika Mappasomba di akun Facebook miliknya. Selepas kejadian yang menimpa NB, akhirnya JH kemudian diamankan di Mapolres Sinjai.

Kamis (21/02/2019), merupakan hari pembacaan sidang kasus pelecehan seksual yang dialami NB. Keluarga JH beserta rombongan datang ke Pengadilan Negeri Sinjai. Di akhir sidang, Hakim membacakan tuntutan. Hasilya, JH didakwa lima tahun penjara. 

Baca juga : Pencemaran lingkungan di Anak Sungai Tallo serupa kepentingan musiman

Di akhir sidang, ketika JH akan keluar dari pintu persidangan, tiba-tiba ayah korban secara refleks mendaratkan satu kali pukulan. Pelipis JH pun kemudian mengalami benjolan. Tak terima dengan kejadian itu, salah seorang keluarga pelaku melaporkan aksi Syamsul Bahri ke Polres Sinjai. 

 Dengan marah, keluarga pelaku yang tak terima JH dipukuli akhirnya mengancam akan membunuh Syamsul Bahri jika tak segera dipenjarakan. 

“Kalau Sambah (Syamsul Bahri) tidak ditahan, kami akan habisi dan akan hilangkan nyawanya. Kalau bukan dia yang bunuh saya, maka saya yang bunuh dia,” kata keluarga yang tak terima itu yang diketahui merupakan oknum Satpol PP Sinjai bernama Iskandar, sebagaimana yang dirilis suarajelata.com.

Akhirnya, Syamsul Bahri sejak Kamis (21/02/2019) siang hingga saat ini, ditahan di Polres Sinjai. Dirinya berharap agar oknum yang mengancam membunuh dirinya bisa segera diproses atau, segera mencabut laporannya.

“Segera diproses juga, kalau tidak mencabut laporannya,” tulis Syamsul Bahri via WhatsApp ke warnasulsel.com, Jumat (22/02/2019) dini hari.

Diketahui, Syamsul Bahri merupakan jurnalis dari salah satu media di Sulawesi Selatan. [mgp]

Editor

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

View all posts by Editor →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *