Connect with us

Peristiwa

Sinergi Mahasiswa, Pemerintah, dan Masyarakat: KKN Tematik UMKM UNHAS Wujudkan Koperasi Merah Putih Desa Solo yang Mandiri dan Sejahtera

Published

on

Spread the love

Pelaksanaan Program Kerja KKN gelombang 114 Universitas Hasanuddin yang berjudul “Pendampingan dan Persiapan Pengawasan Koperasi Merah Putih” telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2025 yang lalu. Program Kerja ini merupakan program kerja individual dari Koordinator Desa KKN Desa Solo, Moh Fathur Al Idrus yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPK) Dr. Nurmalasari, SKM., M.Kes., MA dalam persiapan Koperasi Merah Putih Desa Solo agar dapat beroperasi secara penuh pada tanggal 28 Oktober 2025 sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh bapak Presiden Prabowo Subianto.

Program kerja ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan diskusi yang menargetkan masyarakat dan pengurus Koperasi Merah Putih Desa Solo. Acara ini menghadirkan 4 narasumber, yang terdiri dari 1 narasumber dari pihak KKN yaitu Sy Moh Fathur Al idrus selaku mahasiswa Jurusan Akuntansi dan 3 narasumber dari pihak eksternal. Narasumber eksternal ini dihadiri oleh dari pihak Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan Perindustrian yang diwakili oleh Drs. Syahrul Basir, dari pihak Kantor Cabang Pembantu BRI Lakawali yang diwakili oleh Petrus Tandipau, dan dari Pihak Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Apt. Fitriani,S.Si.M.Kes.

Materi pertama dibawakan oleh perwakilan KKN Universitas Hassanudin di Desa Solo, Sy Moh Fathur Al Idrus, yang membawakan materi secara singkat mengenai konsep akuntansi dasar, pengambilan keputusan beli atau sewa, dan teori agensi dalam pengawasan organisasi.

Materi kedua dibawakan dari narasumber eksternal oleh bapak Petrus Tandipau yang membahas mengenai digitalisasi metode pembayaran lewat QRIS untuk mempermudah pembayaran UMKM dan mekanisme pinjaman untuk Koperasi Merah Putih. Hingga tanggal 26 Juli 2025, beliau menegaskan bahwa mekanisme pinjaman Koperasi Merah Putih masih belum secara resmi diberikan, namun kemungkinan mekanismenya akan sama dengan pinjaman usaha biasa dengan plafon atau suku bunga khusus KMP.

Materi ketiga dibawakan oleh bapak Drs. Syahrul Basir yang menjelaskan secara rinci mengenai sejarah, jenis, mekanisme, hingga pengelolaan koperasi. Beliau menjelaskan secara rinci kepada pengurus mengenai manajemen keuangan, administrasi, mekanisme SHU dan masih banyak lagi dalam sesi tambahan.

Materi keempat dibawakan oleh ibu Apt. Fitriani,S.Si.M.Kes. yang membawakan materi mengenai klinik dan apotek desa. Beliau menjelaskan bahwa pengurus Koperasi Merah Putih dapat membuat apotek desa dalam bentuk apotek plasma, yaitu apotek yang dikelola oleh non-apoteker dengan kerja sama pihak apotek inti yang memiliki tenaga apoteker untuk menyalurkan obat-obatan ringan non resep melalui metode konsinyasi persediaan. Beliau berharap Koperasi Merah Putih Desa Solo dapat membentuk apotek plasma karena akan difasilitasi secara langsung oleh Dinas Kesehatan dalam hal pencarian apotek inti untuk bermitra.

Sesi awal dari sosialisasi ditujukan kepada masyarakat dan pengurus Koperasi Merah Putih Desa Solo yang berakhir pada jam 11.30 WITA. Setelah istirahat sejenak, dilanjutkan sesi kedua yaitu sesi diskusi antara pengurus Koperasi Merah Putih dan narasumber mengenai perkembangan koperasi kedepannya, seperti manajemen, perencanaan keuangan, perencanaan program, dan topik-topik lainnya. Dari keseluruhan sesi sosialisasi ini, diharapkan Koperasi Merah Putih Desa Solo dapat sukses dalam menjalankan operasinya dengan tujuan menyejahterakan masyarakat Desa Solo.

 

Laporan | Moh Fathur Al Idrus