Perpustakaan nasional RI gelar sosialisasi pengembangan program revitalisasi di daerah

Warnasulsel.com – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerja sama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan dengan tema besar Revitalisasi Perpustakaan Umum dan Sosialisasi Pedoman Akreditasi Perpustakaan Tahun 2019.

Kegiatan yang bertempat di Swissbell-Hotel, Makassar ini dihelat selama tiga hari, mulai Rabu – Jumat (20-22/3/2019).

Nyanyian lagu Indonesia Raya menjadi pertanda dibukanya kegiatan ini, kemudian dilanjutkan Mars Perpustakaan.

110 peserta hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari 60 peserta sosialisasi akreditasi dan 50 peserta untuk kegiatan revitalisasi.

Peserta terdiri dari Para Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten se Sulawesi Selatan, para Kepala Desa se Sulawesi Selatan yang desanya mendapatkan bantuan dalam program literasi desa, para pustakawan, struktural dan fungsional dinas Perpustakaan Kabupaten dan para penggiat literasi dari beberapa daerah.

Moh. Hasan, SH, MH, Plt Kadis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa lebih bermanfaat buat masyarakat.

“Semoga bisa merevitalisasi aturan yang ada, sehingga lembaga perpustakaan bisa memberi manfaat yang lebih kepada masyarakat,” ujarnya.

Di samping itu, hadir kepala bidang Pengembangan Perpustakaan Umum dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas RI, Drs. Dedy Kurniadi M Hum yang mewakili kepala Perpusnas RI membawakan sambutan berjudul Kebijakan Nasional Pengembangan Perpustakaan Berbasis Standar Nasional Perpustakaan/Terakreditasi.

Dedy Kurniadi dalam sambutannya mengatakan bagaimana cara meningkatkan Budaya Baca dengan menggunakan fasilitas perpustakaan.

“Ada 60 Perpustakaan Kabupaten/ Kota dan tahun ini menunjuk 300 Desa. Masing-masing 5 Desa yang dapatkan bantuan mulai dari perangkat komputer, dan IT,” ujarnya.

Dalam laporannya, ia juga mengatakan jika Provinsi Sulawesi Selatan lah yang mendapat perhatian nasional.

“Iya karena Provinsi Sulawesi Selatan yang terbanyak melakukan kegiatan,” tuturnya.

Ia juga mengupas terkait pentingnya akreditasi perpustakaan.

“Akreditasi merupakan penilaian bagi perpustaakan supaya bisa lebih bermanfaat,” katanya, “Termasuk perpustakaan sekolah, perpustakaan PT, perpustakaan khusus dan perpustakaan umum.”

Sore hingga malam harinya dilanjutkan materi berjudul Prinsip Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial oleh Pustakawan Utama Perpusnas RI, Mukhtar Dolle. Di ruang sebelahnya ada materi Prinsip Akreditasi Perpustakaan oleh Pustakawan Utama Perpusnas RI.

Keesokan harinya, dilanjutkan dengan materi Sinergi Stakeholder dan Advokasi Perpustakaan oleh Dr. Tuty Bahfiarti, M.Si dan materi berjudul Strategi Pelibatan Masyarakat dalam Pengembangan Perpustakaan Inklusif dibawakan oleh Andhika Mappasomba.

Dalam materi terakhir ini dibahas tentang Peningkatan Literasi untuk Kesejahteraan.

Penting adanya kemanfaatan literasi yang berguna meningkatkan Ekonomi Kreatif dalam masyarakat.

Menurut Nilma, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sulsel bahwa kegiatan Revitalisasi ini sudah masuk dalam RPJM Nasional, bahwa ke depan akan ada fasilitasi para penggiat literasi.

“Ini bukan proyek tapi jadi gerakan. Jadi memang mau pemerintah supaya ada kelanjutan,” katanya, “program ini juga masuk dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan.”

Di hari penutupan, hadir Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, H. Ahmad Saransi.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini tak boleh sampai di sini saja.

“Jangan berhenti sampai di sini karena sesungguhnya perpustakaan ini sudah diamanahkan oleh konstitusi dan masuk dalam program Bappenas,” katanya, “ini tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan.” (mgp)

Leave a Reply