Syarif Bando: Jangan minta perpustakaan diperhatikan tapi buatlah perpustakaan ini menjadi perhatian semua orang

WARNASULSEL.com – Jangan pernah meminta perpustakaan untuk diperhatikan, tetapi buatlah perpustakaan ini menjadi perhatian semua orang.
Kita harus menunjukkan kepada semua orang bahwa perpustakaan itu penting, kita yakinkan orang bahwa dengan membaca keimuan orang bisa bertambah, dan itu bisa merubah hidupnya.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs Muh Syarif Bando, MM di hadapan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, para pejabat struktural dan fungsional pustakawan dan arsiparis, tenaga pengelola perpustakaan dan pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada acara Pertemuan Forum Perangkat Daerah kabupaten/kota se Sulsel, Singkronisasi program dan kegiatan serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Selasa (15/09/2020).

Perpustakaan Syarif Bando (1)

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (15-16/09/2020) tersebut di buka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Moh. Hasan Sijaya, SH, MH diikuti 130 orang peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel, tujuannya menurut penyelenggara kegiatan Irnawaty Hatta, S.STP, M.AP antara lain untuk membangun komitmen dan menyamakan persepsi dalam rangka pengembangan bidang perpustakaan dan kearsipan serta mendorong terciptanya kreativitas dan inovasi baru di bidang perpustakaan dan kearsipan di Sulsel.

Sementara itu, seluruh kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini, menurut Kepala DPK Hasan Sijaya, semuanya mengarah pada upaya kita bersama untuk menyamakan persepsi dan mensinergikan program dan kegiatan kita yang selama ini terkesan berjalan secara parsial, selain itu forum ini juga sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas SDM bidang perpustakaan dan kearsipan.

Kepala Perpusnas RI Muh. Syarif Bando yang tampil sebagai narasumber dipandu moderator Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Widyawati, S.Sos, MH menyampaikan materi tentang kebijakan pengelolaan DAK Fisik sub Bidang Perpustakaan Daerah.

“Saya sangat antusias dan mendukung aktifitas, kegiatan, komitmen dan semangat teman-teman yang ada di daerah untuk berbicara tentang bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia sebagaimana program Bapak Presiden Jokowi, strong point kita ke depan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, ” kata Syarif.

Anda semua tahu bahwa transfer knowlegd dari teori dan praktik cuma satu yaitu baca. Oleh karena itu, menurutnya perhatian pemerintah pusat terhadap perpustakaan pada akhir-akhir ini semakin baik dan semakin meningkat dan hari ini kita akan bicara tentang singkronisasi program pemerintah pusat dan daerah dalam bidang perpustakaan.

Pada kesempatan itu Syarif Bando juga mengungkapkan bahwa kita juga tidak lupa bicara tentang desa, di mana pembangunan di mulai dari pinggiran, pembangunan di mulai dari desa dan testimoni tentang manfaat perpustakaan di desa itu sudah banyak sekali terutama dalam menghadapi era pandemi covid 19.

“Pada saat ini sudah kurang lebih 10 juta mengarah ke 20 juta pengangguran terbuka, dan UMKM juga semakin mengalami persoalan banyak yang tutup dan ada kurang lebih 130 juta penduduk yang menggantungkan nasibnya pada UMKM mengkontribusi 60 persen pendapatan negara, karena itu pada saat ini kita memasuki mines kurang lebih 5,23 persen dan ini adalah sebuah persoalan, “ jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, tidak ada kata lain kecuali bagaimana memberikan life skill bagaimana memberikan keterampilan, bagaimana memberikan ilmu-ilmu terapan dan itu bisa dilakukan di perpustakaan. Dan upaya tersebut tersebut terus dikembangkan melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang menyentuh sampai ke pelosok desa.

Syarif bando pada kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menurutnya antusiasme pengelola perpustakaan di Sulsel itu bisa menjadoi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia, tentu saja seiring dengan itu perhatian pemerintah pusat yang kebetulan seklai Kepala Perpusnasnya juga dari daerah ini wajib menjadi prioritas. *(naz)

Leave a Reply