Connect with us

Peristiwa

Pengelolaan Perpustakaan Rumah Belajar Kita (RAKIT) Gowa Sebagai Mercusuar Pengetahuan Kelurahan Batangkaluku Gowa

Published

on

RAKIT Gowa
Spread the love

WARNASULSEL.com – Perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi dan pengetahuan masyarakat. Namun, di banyak daerah, kondisi perpustakaan masih belum optimal. Rak berantakan, buku tidak terkelompok dengan baik, hingga fasilitas yang minim membuat kunjungan menurun dan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran kurang maksimal.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 114 Universitas Hasanuddin Kelurahan Batangkaluku menjalankan program kerja Pengelolaan Perpustakaan di Rumah Belajar Kita (RAKIT) Gowa. Program ini merupakan inisiasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ghy Zwela Agra All May Ghita, penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa pengelolaan perpustakaan RAKIT Gowa difokuskan pada tiga aspek utama yaitu, penataan ruang baca yang nyaman, pendataan koleksi buku secara digital, serta peningkatan fasilitas melalui pengadaan Wi-Fi dan industrial fan.

“Upaya ini telah membuahkan hasil nyata. Sebanyak 1.966 buku berhasil terdata secara digital, memudahkan akses dan pengelolaan koleksi di masa depan. Kondisi perpustakaan yang lebih menarik dan nyaman serta fasilitas yang lebih memadai juga meningkatkan jumlah pengunjung hingga rata-rata 15–20 orang per hari,” jelas Ghy Zwela.

Rumah Belajar Kita Gowa

Anggota RAKIT Gowa bersama Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Gelombang 114

Hal ini didukung dengan ungkapan anak-anak Kelurahan Batangkaluku, “Kita sangat senang, semakin rajin membaca dan kita nyaman karena sudah dihias. Bukunya juga sudah rapi, terimakasih kakak KKN,” ungkap Zakiyah dan Nadin.

Ghy Zwela sebagai penanggung jawab program kerja mengungkapkan harapan besar, “Saya harap perpustakaan ini bukan hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi menjadi rumah kedua bagi siapa saja yang haus akan ilmu. Setiap lembar yang dibaca di RAKIT akan menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan menyalakan semangat belajar yang tak pernah padam.”

“Harapan kami Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 114 UNHAS Kelurahan Batangkaluku, RAKIT akan menjadi mercusuar pengetahuan di Kelurahan Batangkaluku. Tempat di mana setiap anak menemukan cahaya, setiap pikiran berkembang, dan setiap langkah menuju masa depan dimulai dari sini,” tambah Ghy Zwela.

Dengan dukungan masyarakat dan Perpustakaan Nasional RI, RAKIT Gowa akan menjadi contoh nyata pengelolaan perpustakaan yang mampu menghidupkan budaya literasi secara berkelanjutan di masyarakat.