Sastra
[Cerpen] Ainun Jariah; Passampo Siri’
“Halo Ilham, kamu di mana, Nak?”
“Di kampus, Pak. Saya sedang kuliah.”
“Kau harus pulang, Nak. Hari ini juga. Ada yang ingin Bapak sampaikan.”
“Iya, Pak. Sore ini juga Ilham akan pulang ke Jeneponto.” Ilham menutup telepon dengan perasaan yang ditimpa lusinan pertanyaan.
“Tidak biasanya Bapak menyuruhku pulang saat tahu kalau aku sedang kuliah.” Bisiknya dalam hati.
Tapi karena ini perintah Bapaknya, ia tidak mungkin menolak dan mengecewakannya. Ia sangat menyayangi keluarganya.
Keluarga yang telah bersedia membesarkannya dan menyekolahkannya dengan baik sampai saat ini.
Sore itu juga selepas kuliahnya selesai, Ilham langsung melajukan motornya menuju Jeneponto. Hanya butuh dua jam perjalanan untuk sampai. Karena jarak antara Makassar dan Jeneponto berkisar 85 kilometer.
Sesampai di rumah, semua tanda tanya yang sedari tadi berkeliaran di kepalanya akhirnya terjawab.
“Sari, adikmu itu telah melempar kotoran di wajah Bapakmu ini Ilham. Dia hamil di luar nikah.”
*Untuk membaca kelanjutan cerpen ini silakan memesan bukunya pada admin.


Pingback: Kisah di balik buku karya narapidana wanita rutan kelas 1 Makassar bertajuk Suara Perempuan: Cerita dari Balik Jeruji