Peristiwa
Public Speaking Program, Ruang Anak Pallangga English House Melatih Keberanian Berbicara di Depan Umum
WARNASULSEL.com, GOWA — Suasana berbeda terlihat di studio English House Pallangga. Sekitar 20 murid sekolah dasar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, tampil percaya diri di hadapan teman-teman dan para pendamping dalam Public Speaking Program bertema National Children’s Day atau Hari Anak Nasional, 23 Juli 2026.
Anak-anak kelas 4 hingga 6 SD tersebut tidak sekadar belajar bahasa asing. Mereka diajak berani berdiri di depan publik, menyampaikan gagasan, sekaligus belajar bekerja sama dan berkompetisi secara sehat.
Public Speaking Program merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di studio English House Pallangga setiap tiga bulan sekali.
Setiap pelaksanaan mengangkat tema tertentu dengan bentuk kegiatan yang dapat berupa speech (pidato), storytelling (membaca nyaring), maupun dialogue drama.
Untuk saat ini, program tersebut masih berfokus pada kegiatan speech. Ke depan, para peserta akan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan storytelling dan tampil di atas panggung mini yang disiapkan sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi anak.
Bukan Sekadar Belajar Bahasa
Di balik kegiatan tersebut, terdapat tujuan yang lebih besar. Anak-anak sejak dini diberikan ruang untuk membangun kepercayaan diri, melatih jiwa kompetisi, serta belajar berkolaborasi dengan teman-temannya.
Kemampuan berbicara di depan umum juga diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan bahasa asing. Anak-anak didorong untuk berani menyampaikan pendapat, memahami hak dan kewajibannya, serta memiliki keberanian untuk berbicara ketika berada di tengah masyarakat.
Dengan demikian, panggung kecil di English House Pallangga menjadi lebih dari sekadar tempat latihan pidato. Ia menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenali potensi diri dan belajar tampil di hadapan orang lain.
Apresiasi untuk Peserta Terbaik
Semangat para peserta kemudian mendapatkan apresiasi melalui penilaian penampilan. Dari sekitar 20 peserta, terpilih beberapa pasangan yang dinilai memiliki penampilan terbaik.
Terbaik pertama diraih oleh kolaborasi antara Muh. Fatwah dan Khaidir, keduanya merupakan siswa sekolah dasar di SDN Borongkaramasa.
Terbaik kedua diraih oleh kolaborasi antara Nindi dan Nurhaliza, yang juga merupakan siswa sekolah dasar.
Sementara itu, Terbaik ketiga diraih oleh kolaborasi antara Muh. Al-Fatih dan Gibran dari SD Inpres Pallangga dan MI Arifah.
Penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang paling unggul. Bagi anak-anak, pengalaman berdiri di depan umum, menguasai rasa gugup, menyampaikan materi, dan mendapatkan apresiasi merupakan bagian penting dari proses belajar.
Orang Tua Melihat Manfaat Besar
Dukungan orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan program tersebut. Nurjannah, orang tua dari Muh. Al-Fatih, berharap kegiatan public speaking dapat terus dilaksanakan secara rutin.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk membentuk mental anak agar berani tampil dan percaya diri di depan umum.
“Harapan saya terhadap program public speaking ini agar sekiranya sering dilaksanakan karena sangat bermanfaat melatih mental anak untuk berani tampil percaya diri di depan umum, serta melatih kemampuan komunikasi yang baik agar tidak gugup saat berbicara di depan umum,” ujar Nurjannah.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kesempatan untuk tampil, berbicara, berinteraksi, dan menerima apresiasi juga menjadi pengalaman belajar yang penting bagi tumbuh kembang mereka.
Public Speaking Program di English House Pallangga pada akhirnya menjadi sebuah panggung kecil dengan manfaat yang besar. Dari sana, anak-anak belajar bahwa keberanian untuk berbicara adalah keterampilan yang perlu dilatih sejak dini—sebuah bekal yang kelak dapat mereka bawa ke sekolah, lingkungan sosial, hingga kehidupan bermasyarakat.
Relima Gowa Tampil Baca Nyaring
Dalam satu sesi pemberian hadiah oleh sponsor, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI lokus Gowa, M Galang Pratama, tampil membacakan salah satu buku anak hasil bantuan buku dari Perpustakaan Nasional RI.
Dengan riang gembira anak anak mendengarkan Relima membacakan nyaring sebuah buku yang menarik. Selepas itu, beberapa anak naik ke atas untuk bercerita kembali mengenai buku yang telah didengar menurut pemahamannya.
“Awalnya saya mengira anak anak tidak akan paham cerita yang saya bacakan, tapi rupanya mereka tau sampai detail, bahkan bisa menggerakkan tubuhnya mengikuti tokoh dalam cerita,” ujar Galang, Relima Gowa, 9/08/2026.



