Kolom
Museum Adityawarman dan Koleksinya
Oleh : SIGIT PAMUNGKAS
Sumatera Barat merupakan Provinsi yang penuh dengan sejarah mulai dari pada zaman penjajahan hingga saat ini banyak fenomena di Sumatera Barat yang dapat dijadikan sejarah untuk anak cucu kita kelak. Ibu kota provinsi Sumatera Barat adalah kota Padang yang mana kota ini memiliki keindahan alam.
Begitu banyaknya sejarah yang ada di Sumatera Barat menjadikan pemerintah provinsi ini membuat Museum Adityawarman yang bertujuan untuk melestarikan sejarah baik dari benda, cagar budaya, serta cerita-cerita yang menjadikan cerita tersebut tetap utuh dan dapat diterima oleh masyarakat.
Museum Adityawarman terletak di kota Padang tepatnya di Jalan Diponegoro Nomor 10, Belakang Tangsi. Awalnya tugu ini merupakan taman bermain anak-anak bernamakan taman Melati lalu dikarenakan tempat ini tidak berfungsi dengan maksimal maka dibuatlah museum ini yang bernama Adityawarman yang merupakan raja Martapura di abad 14, museum ini diresmikan pada tahun 1977.
Museum ini memiliki keunikannya sendiri dibandingkan museum-museum lainnya di Indonesia karena bangunannya berbentuk rumah adat minang yang menjadi ciri khas dari Sumatera Barat, bangunan ini terbuat dari kayu yang dirangkai menjadi rumah dan terdapat dua orang pria dan wanita menggunakan pakaian adat minang yang menunjukkan bahwasannya masyarakat minang sangat menghargai tamu yang datang ke museum tersebut tidak hanya itu masyarakat minang memang sangat senang jika ada tamu yang datang ke singgahan mereka atau rumah mereka. Maka dari itu dua patung tersebut melambangkan masyarakat minang yang sangat ramah dan tamah terhadap tamu yang datang.
Museum Adityawarman merupakan salah satu museum yang besar di Sumatera Barat, museum ini memiliki luas 2 hektar dan memiliki lebih dari 6000 koleksi benda bersejarah yang dapat menceritakan sejarah masa lalu masyarakat minang, koleksi ini dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu etnografi, biologi, arkeologi, fisiologi, seni rupa, geologi, numismatik, historika, dan teknologi yang mana kesepuluh kelompok tersebut juga memiliki ruang sendiri-sendiri di dalam museum tersebut dan disesuaikan dengan sejarah dari masing-masing barang bersejarah tersebut.
Koleksi yang ada di museum tersebut mayoritas merupakan peninggalan dari kerajaan dharmasraya yang mana kerajaan ini merupakan kerajaan yang berada di sumatera dan notabennya merupakan kerajaan melayu. Kerajaan ini dapat dibilang terkenal saat melemahnya kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7, peninggalan yang terkenal adalah patung bhairawa dan patung amoghapasa kedua patung tersebut menjadi koleksi dari museum adityawarman dalam bentuk duplikasi, mengapa kedua patung tersebut terkenal? dikarenakan patung tersebut memiliki bentuk yang sangat besar yaitu berukuran 4,41 meter dan berat kurang lebih 4 ton, patung ini menjadi salah satu spot foto paling terkenal di area tersebut dikarenakan keunikannya yang memiliki ukuran besar dan berada pada poin utama di museum tersebut.
Keunikan lainnya pada museum Adityawarman ini adalah pada ruang utama menampilkan diorama yang mana diorama ini menunjukkan adanya adat minang yang memiliki sistem adat yang unik tidak hanya itu, di ruangan ini juga menjelaskan mengenai sistem persaudaraan di minangkabau.
Perlu kita ketahui bahwasannya sistem persaudaraan di minang memiliki sistem matrilineal artinya adalah seseorang yang memiliki anak merupakan tanggung jawab dari ibunya khususnya dari keluarga besar pihak ibu yang dipimpin oleh salah satu saudara laki-laki dari ibu itu sendiri atau disebut dengan mamak.
Sistem ini sangatlah unik karena biasanya seorang anak merupakan tanggung jawab dari seorang ayah. Pada ruangan ini juga menampilkan kehidupan seorang wanita yang mengasuh anak, memasak, dan terdapat tradisi pantun yang ditanamkan masyarakat minang untuk menasihati anaknya.
Di ruangan lainnya menampilkan kesenian adat minang seperti adat pernikahannya mulai dari pakaian adatnya yang menggunakan sunting kemudian di pernikahan minang pun pihak perempuan yang memberikan mahar kepada pihak pria. kemudian terdapat adat kesenian lainnya seperti tari-tarian yaitu tari piring, tari indang, tari payung, tari rindai dan lain sebagainya.
Kemudian tradisi pantun yang mana tradisi ini merupakan tradisi yang sangat unik dan kental di minang, tradisi ini juga tidak muncul pada masa penjajahan namun pada masa 2000 an pun tradisi pantun ini menjadikan masyarakat minang memiliki tradisi baru.
Ruangan ini merupakan ruangan yang sangat diminati pengunjung karena tidak hanya menampilkan keindahan koleksi dari kesenian minang namun, menampilkan sejarah mengapa kesenian tersebut dapat menjadi adat dari minang, cerita – cerita tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi tamu yang mengunjungi museum tersebut.
Begitupun ruangan-ruangan yang lain menampilkan benda-benda bersejarah dari minang itu sendiri mulai dari yang berasal di suku mentawai, suku minangkabau dan suku lainnya yang ada di Sumatera Barat.
Suku-suku yang ada di Sumatera Barat memiliki perbedaan dan keunikannya tersendiri, misalnya suku mentawai yang mayoritas penduduknya berada di kepulauan mentawai memiliki keunikan yaitu tradisi gigi runcing yang mana standar kecantikan wanita di suku tersebut yaitu memiliki gigi yang runcing, semakin runcing gigi wanita tersebut maka semakin cantik pula wanita tersebut.
Kemudian terdapat rumah adat uma yang mana rumah adat tersebut merupakan rumah yang terbuat dari kayu dan bagian atapnya terbuat dari batang kayu yang tinggi, rumah ini sangatlah unik karena atap rumahnya memiliki sayap di kedua atapnya yang menjadikan keunikan tersendiri bagi masyarakat suku mentawai, wilayah pesisir merupakan tempat tinggal warga mentawai yang biasa tinggal di daerah pesisir sehingga antar kerabatnya pun memiliki kekerabatan yang kuat.
Museum Adityawarman ini juga disebut dengan taman mini nya provinsi Sumatera Barat hal ini dikarenakan pengunjung bisa mengetahui informasi mengenai provinsi Sumatera Barat ini lebih jelas mulai dari abad ke 15 Masehi yang mana masyarakat minang masih dipimpin oleh raja yang bernama raja Minangkabau kemudian disisi lain terdapat makanan khas Sumatera Barat yaitu rendang yang mana makanan tersebut sebagai makanan paling fenomenal dan salah satu makanan terlezat di dunia di museum ini kita bisa mengetahui lebih jelas sejarah dari masakan tersebut.
Harga masuk di museum ini pun juga tergolong murah yaitu mulai dari Rp. 3000,- untuk anak – anak dan dewasa mulai dari harga Rp. 5.000.
Oleh : SIGIT PAMUNGKAS, UNIVERSITAS ANDALAS, SASTRA MINANGKABAU.

