Connect with us

Kolom

Pengaruh Pencemaran Lingkungan Terhadap Ekosistem Air

Published

on

Ilustrasi Pencemaran Lingkungan. Foto : Shutterstock
Ilustrasi Pencemaran Lingkungan. Foto : Shutterstock
Spread the love

Oleh: Annisa Claudia Janiary

Secara garis besar ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem terestrial dan ekosistem akuatik. Ekosistem terestrial ialah ekosistem yang ada di daratan, sedangkan ekosistem akuatik ialah ekosistem yang ada di perairan.

Ketika lingkungan tercemar, maka kedua ekosistem tersebut akan mendapatkan berbagai macam ancaman, terutama bagi ekosistem air seperti rusaknya habitat biota air, sehingga terjadi penurunan spesies yang hidup di dalam perairan. 

Pencemaran lingkungan atau kerusakan lingkungan yang dapat mempengaruhi ekosistem air sebagian besar bersumber dari aktivitas-aktivitas manusia.

Contohnya seperti limbah rumah tangga, limbah industri, asap transportasi, dan sebagainya, yang tidak terkontrol dengan baik sehingga dapat mencemari lingkungan dan berdampak pada organisme-organisme yang hidup di dalamnya. Adapun zat-zat polutan yang biasanya terdapat dalam air yang tercemar, yaitu logam berat dan mikroplastik.

Banyaknya jenis zat pencemar dalam air limbah, menyebabkan kadar oksigen terlarut menurun. Sehingga akan mengakibatkan terganggunya kehidupan organisme air, seperti lambatnya pertumbuhan dikarenakan kekurangan oksigen. Selain itu, air limbah juga dapat menyebabkan kematian pada suatu organisasi air.

Dimana akibat kematian organisme-organisme tersebut dapat berdampak pada operasional rantai makanan di ekosistem air, seperti terjadinya penurunan secara signifikan jumlah populasi organisme di tingkat trofik lainnya, termasuk hewan pemangsa dan produsen primer.  Contoh nyata pencemaran lingkungan terhadap ekosistem air ini, dapat dilihat pada kasus yang terjadi pada tahun 2015 di Ancol, Jakarta Utara. Di mana banyak ditemukannya ikan mati secara mendadak akibat pencemaran limbah.

Rusaknya ekosistem air akibat tercemarnya lingkungan juga akan berdampak pada kesehatan manusia. Ketika manusia mengkonsumsi biota air  yang sudah terkontaminasi dengan air limbah atau biota air yang hidup di perairan yang sudah tercemar.

Maka, manusia akan rentan terserang penyakit seperti keracunan, hingga dapat menyebabkan kematian.  Adapun contoh nyata dampak akibat konsumsi biota air yang sudah tercemar dapat dilihat pada kiriman berita cnnindonesia.com pada Rabu, 2 Oktober 2019, yaitu pada kasus seorang pria asal Provinsi Madang, Papua Nugini tewas setelah mengkonsumsi ikan yang didapatkan pada kawasan perairan tercemar limbah.

Aktivitas pemanfaatan sumber daya alam berlebihan yang dilakukan oleh manusia, dapat menyebabkan limbah yang berlebihan pula. Hal ini tidak sebanding dengan usaha-usaha yang dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, akibatnya dapat menurunkan kualitas pada air.

Untuk menjaga agar air tetap bersih dan sehat, maka perlu dilakukan pengendalian pencemaran air melalui pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan kualitas air. Saat ini usaha-usaha pengendalian pencemaran air banyak dilakukan dengan bantuan teknologi, seperti IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah, Biotur, Micro Bubble, Biofil, dan lain sebagainya.

Partisipasi pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan  dalam menjaga keseimbangan ekologis, salah satunya dalam kasus pencemaran lingkungan yang berpengaruh pada ekosistem air, yaitu dengan merestorasi ekosistem air. Caranya yaitu dengan melakukan asifikasi air yang berkualitas dan pengendalian terhadap pencemaran air. Selain itu, rasa peduli sebagai manusia juga dibutuhkan untuk tidak berlebihan dalam pemanfaatan sumber daya alam, agar pencemaran dapat berkurang atau dapat teratasi.

Penulis : Annisa Claudia Janiary, mahasiswi Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *