Kampus
Koordinator Kopertais Wil. VIII Dorong Alumni INASS Menjadi Sarjana Organik yang Berdampak
WARNASULSEL.com – Ahad, tanggal 09 November 2025, telah dihelat Wisuda Program Sarjana Angkatan Ke VI Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan tahun Akademik 2024/2025 yang dihadiri oleh para wisudawan/wati, para orang tua, pimpinan ‘Aisiyah pusat hingga daerah, serta para civitas akademika INASS. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar. Disela moment wisuda, diadakan juga launching resmi INASS.
Pesan Koordinator Kopertais Wilayah VIII, Prof. H. Hamdan Juhanis, MA., Ph.D, memberikan warna tersendiri dalam prosesi wisuda Angkatan VI Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan. Dalam penyampaiannya, ia tidak sekadar memberi ucapan selamat atau nasihat normatif kelulusan seperti lazimnya ucapan akademik, tetapi memberikan koreksi filosofis tentang bagaimana seorang lulusan harus hidup pasca wisuda. Ia memperkenalkan konsep “sarjana organik,” yaitu sarjana yang bertumbuh alami, tidak bergantung pada subsidi dan dukungan eksternal untuk bertahan hidup. Konsep ini bukan sekadar permainan istilah, tetapi kritik langsung terhadap fenomena lulusan yang hari ini seringkali merasa selesai hanya karena telah menerima ijazah.
Menurutnya, sarjana organik adalah lulusan yang bila hadir, keberadaannya membuat keadaan menjadi lebih ringan, dan ketika tidak ada, ia dicari karena kontribusinya dirasakan. Sarjana organik bukan tipe individu yang hanya tampil gagah dalam kesan visual, namun kosong dalam karya. Ia menegaskan bahwa menjadi sarjana adalah proses masuk pada fase tanggung jawab baru, bukan ruang menunggu kesempatan jatuh sendiri. Lulusan yang organik harus tumbuh dari daya yang berasal dari dirinya sendiri: kapasitas, kemandirian, integritas, serta kemampuan menempatkan dirinya secara benar di lingkungan real yang penuh kompleksitas.
Disamping itu, pasca prosesi launching INASS, Rektor Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa Para alumni patut berbangga dengan berbagai prestasi akademik non-akademik dengan dibina oleh dosen-dosen berkualitas dari lulusan dalam dan luar negeri, yang diantaranya telah bergelar doktor, dan lainnya sementara melanjutkan program doktoral baik dengan beasiswa maupun jalur mandiri.
Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Sulistyaningsih, S.Kes., MH. Kes pun berpesan pada alumni, “Dengan resminya INASS, maka diharapkan para alumni memegang prinsip dari penggalan hurufnya, antara lain: I (inovatif), N (nurturing) insan yg mampu menumbuhkan spirit, A (amanah) pegang kepercayaan, S (santun) yakni bersikap lembut dalam adab, perkataan dan sikap, serta S (sinergi) kolaboratif satu sama lain. Jadilah duta nilai INASS sebagai pencerah islam berkemajuan. Ini hari kelulusan dan juga hari kemenangan keluarga.”
Moment emosional turut menghiasi suasana wisuda, dengan adanya mahasiswa difabel bernama Fuad. Dengan menggunakan kursi roda, teman-temannya membantunya naik ka atas panggung. Lalu dia disambut langsung oleh bu rektor, kursi rodanya didorong dengan penuh cinta dalam prosesi pemindahan tali toga hingga penerimaan ijazah, lalu kembali disambut oleh teman-temannya untuk turun panggung.


