Peristiwa
Mengupas Buku “Life Hacks” bersama Anggota Manakarra Book Club di Kedai Kampus Mamuju
Mamuju, 3 Januari 2025
Di sebuah sore hangat di Kedai Kampus Mamuju, percakapan mendalam bergulir dalam diskusi buku Life Hacks: Biar Gak Selalu di Titik yang Sama. Buku karya Fiqram Iqra Pradana, CEO Manabrain Institute, ini menarik perhatian para anggota Manakarra Book Club dan pegiat literasi dari berbagai latar belakang. Dihadiri 17 peserta, diskusi ini menjadi ruang berbagi gagasan, renungan, dan semangat menulis.
Fiqram, penulis sekaligus pembicara utama, membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan reflektif. “Apa ya, karunia Tuhan yang sering kita abaikan di pikiran kita? Ide yang datang dan pergi itu, kalau tidak kita tangkap dan tulis, bisa hilang selamanya.” Ia mengingatkan pentingnya menghargai momen sederhana dan langkah kecil yang konsisten, seperti kebiasaan bangun pagi, untuk membangun rasa percaya diri.
Kekuatan Ide dan Kebiasaan Menulis
Buku Life Hacks disusun selama bertahun-tahun. Fiqram mengungkapkan, “Pada 2023, saya memutuskan bahwa ide-ide saya tidak boleh lagi tertahan. Saya menulis dan menyelesaikan buku ini untuk memberikan sesuatu yang nyata, bukan hanya rencana tanpa eksekusi.” Menurutnya, menulis adalah kebutuhan yang harus dipupuk, layaknya makan atau minum.
Diskusi semakin menarik ketika Syafri Arifuddin, salah satu peserta, mempertanyakan penggunaan kata “Gak” pada judul buku. Syafri menggarisbawahi pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang lebih formal. “Kenapa tidak pakai ‘Tidak’?” tanyanya. Kritik ini menambah dimensi baru dalam diskusi, menyadarkan peserta akan detail yang sering diabaikan dalam proses kreatif.
Semangat Menulis untuk Semua
Diskusi juga menyentuh aspek praktis penerbitan. M. Galang Pratama, Editor in Chief Jariah Publishing, menjelaskan bahwa Jariah Publishing melalui lini Penerbit Aksara siap mendukung penulis non-fiksi populer, bahkan bagi mereka yang terkendala biaya. “Kami percaya pada gagasan yang baik. Modal bukan penghalang jika ada kualitas di naskah Anda,” ujar Galang.
Tantangan dan Solusi di Era Digital
Salah satu pertanyaan menarik datang dari Bang Jack yang mengaku kesulitan menyelesaikan naskah di tengah kesibukan pekerjaan. Fiqram menanggapi dengan solusi sederhana namun mendalam: “Kurangi media sosial. Dari yang awalnya 80% waktu di medsos, ubah jadi 50-50 antara medsos dan buku. Habits dibangun dari tindakan kecil.”
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nutrisi otak, seperti sarapan dan minum air putih yang cukup, untuk meningkatkan fokus dan produktivitas.
Melampaui Ekspektasi Diri
Diskusi ditutup dengan refleksi mendalam. “Menulis bukan hanya tentang menghasilkan buku,” ujar Fiqram. “Ini tentang menantang diri sendiri untuk menjadi lebih baik dari kemarin, bukan dibandingkan dengan orang lain.” Pesan ini menginspirasi peserta untuk memulai langkah kecil menuju impian besar.
Diskusi Life Hacks meninggalkan jejak semangat di hati para peserta. Seperti yang ditekankan Fiqram, “Kita semua layak menjadi penulis. Mulailah dengan apa yang ada. Karena ide yang kita tulis hari ini adalah cahaya untuk masa depan kita.”(*)


