Connect with us

Peristiwa

Kehadiran Tim Juri Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Sulsel di Luwu Timur Disambut Bupati, Anggota DPRD, Tokoh Adat, Para Pimpinan OPD dan Ratusan Warga Desa Kanawatu

Published

on

Spread the love

Tim Juri Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021, Sabtu (26/6/2021) mengunjungi Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, untuk menilai Perpustakaan Gudang Ilmu Desa Kanawatu yang masuk dalam nominasi enam besar pada Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun ini.

Perpustakaan Gudang Ilmu Desa Kanawatu adalah Perpustakaan Desa yang terakhir dikunjungi oleh Tim Juri untuk melakukan penilaian lapangan. Sebelumnya,  Tim Juri telah menilai Perpustakaan Al-Fauzan Desa Gunung Silanu, Kecamtan Bangkala, Kabupaten Jeneponto dan Perpustakaan Cempaka Indah Kelurahan Cempaka Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng Senin (21/6/2021). Lalu melanjutkan penilaian di Perpustakaan Cerdas Desaku Desa Usa, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone dan Perpustakaan Mappamacca Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, Rabu (23/6/2021) serta Perpustakaan  Mabbaca WTB Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Kamis (24/6/2021).

Kehadiran Tim Juri masing-masing Hj. Nurlaila Arief, S.H., M.IP dari Perpustakaan UNHAS, Ir. Lubis L, M.T dari Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Prov. Sulsel dan Mukhlis, S.E., M.M dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Sulsel di dampingi Ketua Panitia Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021 H. Nazaruddin Sadda, S.Ag. M.Sos.I  di Kabupaten Luwu Timur, disambut langsung oleh Bupati Luwu Timur Drs. H. Budiman, M.Pd,  Ketua DPRD Luwu Timur yang diwakili Heriyanti Harun dari Fraksi Partai Golkar dan Ruly Heriawan dari Fraksi Hanura, Tokoh Adat Luwu Macowa Bawalipu Aras Abdi To Baji Pua Sinri dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Satri, S.E.

Selain itu Hadir juga sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Luwu Timur lainnya, diantaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Tabacina Akhmad, S.STP, M.Si, Kepala Dinas PMD Halsen, S.IP, M.M, Kepala Dinas Perindakop Dra. Rosmiati Alwi, Kepala Dinas Kominfo Masdin, AP, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Amrullah Rasyid, S.Pd, Kabag Keuangan Sainal, S.IP, Kabag Humas Muh. Riski Alamsyah, S.STP, Camat Wotu, Iskandar Muda, S.Sos., M.Si, beserta Unsur Tripika Kecamatan Wotu, Ketua TP PKK Kecamatan Wotu Andi eka Safitri Iskandar, S.Kep. NS, Ketua Apdesi Kabupaten Luwu Timur Kasbiono beserta sejumlah kepala desa di Kecamatan Wotu dan ratusan warga Desa Kanawatu.

Kehadiran tim ini juga disambut dengan Tarian adat Toraja, Tari Pa’gellu yang merupakan tarian suka cita. Kenapa harus tari Pa’gellu, karena menurut Plt. Kepala Desa Kanawatu Anita Triharyati, S.Sos sebagian besar warga yang bermukim di Desa Kanawatu ini berasal dari Tana Toraja, di samping suku Bugis, Duri, Jawa, Bali, Lombok, mereka adalah eks warga Transmigrasi Maramba yang hidup berdampingan secara Harmonis. Para Penari Tari Pegellu ini juga adalah binaan dari Perpustakaan Gudang Ilmu Desa Kanawatu.

Kades Kanawatu Anita, dalam laporannya pada acara penerimaan tim juri ini, juga menjelaskan bahwa Perpustakaan Gudang Ilmu Desa Kanawatu ini didirikan pada Tahun 2012, namun baru mulai berkembang pada tahun 2018, dan berhasil meraih penghargaan Juara III Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Luwu Timur pada Tahun 2019, Juara II pada Tahun 2020 dan Juara I Pada Tahun 2021 ini dan mewakili Kabupaten Luwu Timur dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021.

“Lokasinya sangat strategis berada di pusat desa. Bangunannya terpisah dari Kantor Desa, berhadapan dengan masjid dan sekolah di sampingnya diapit dua buah gereja, sehingga selain sebagai tempat menimba ilmu, perpustakaan ini bisa menjadi tempat ajang silaturahmi 2 agama tersebut, sehingga sifat toleransi bisa terjaga,” jelas Anita.

Bupati Luwu Timur dalam sambutan penerimaannya menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan Tim Juri di Bumi Batara Guru Wanua Mappatuwo Naewai Alena.

“Kami bersyukur atas kehadiran bapak dan ibu di tempat ini, dan kehadiran tersebut tentu saja kami maknai bukan hanya sebagai penilai, tetapi kami maknai sebagai sesuatu yang memberi berkah bagi daerah ini. Persoalan juara ini, yah, nomor sekian lah, yang penting silaturahmi kita baik. Kalau silaturahmi baik, pelayanan kita baik Insya Allah, ikut itu nomor satu nanti,” kata Bupati Budiman, yang disambut aplaus hadirin yang memadati Gedung Pertemuan dan Pelatihan Perpustakaan Gudang Ilmu Desa Kanawatu.

Mnurutnya Perpustakaan adalah lambang kemajuan suatu mengara, lambang kemajuan suatu daerah, Perpustakaan di desa I ni adalah lambang kemajuan sebuah desa. Karena itu kegiatan ini merupakan bahagian dari upaya kita memajukan daerah  Luwu Timur, sesuai visi misi Luwu Timur yang maju dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan Luwu Timur bisa menginspirasi daerah lain, Desa Kanawatu bisa menginspirasi desa lain terutama dalam mengembangkan perpustakaannya. Harapan kami, perpustakaan desa ini dapat meningkatkan SDM Masyarakat demi terciptanya Luwu Timur yang maju dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu Ketua Tim Juri Hj. Nurlaila Arief dalam sambutannya menegaskan bahwa perpustakaan desa adalah ujung tombak mencerdaskan masyarakat desa termasuk di Desa Kanawatu ini.  Bersyukur sekali saya sangat bangga, tim penilai juga merasa bangga karena dihadiri oleh Bapak Bupati, bahkan ditemani sarapan berasama.

“Sebenarnya tujuan utama penilaian ini bukanlah untuk juara I, II, III dan seterusnya, tapi untuk melihat apakah pemerintah setempat itu, memberi perhatian yang besar kepada masyarakatnya, bukan kepada perpustakaannya. Perpustakaan hanya wadah, buku media, tapi masyarakatnya mau tidak datang ke perpustakaan, tidak hanya untuk membaca tapi bagaimana mengelola ilmu di dalamnya . Semoga perpustakaan Gudang Ilmu ini bukan hanya menjadi gudang ilmu tetapi menjadi wadah, menjadi pusat informasi masyarakat dengan tujuan mencerdaskan masyarakat di desa setempat ,” kuncinya. * (naz)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *