Kampus
Dzikir dan Doa dari Fakultas Kedokteran UMI Makassar untuk Pendidikan Kedokteran Indonesia
WARNASULSEL.com – Sabtu, 17 Mei 2025. Sivitas akademik Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) menggelar Dzikir dan doa bersama dalam rangka rasa peduli solidaritas terhadap banyaknya masalah hingga tantangan yang tengah dihadapi dunia pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia akhir-akhir ini.
Acara ini berlangsung di Auditorium Teleconfrence Lantai 5 FK UMI dan dihadiri lengkap Ayah-Bunda Pimpinan Fakultas, Tenaga Pendidik, Mahasiswa Program Profesi Dokter Spesialis, Mahasiswa Program Profesi Dokter, Sarjana Kedokteran, dan Pengurus Lembaga Kemahasiswaan.
Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Panitia, dilanjutkan Dzikir dan Doa bersama dipimpin oleh Wakil Dekan IV dan Pembacaan Pernyataan Sikap rasa peduli dan solidaritas oleh Dekan FK UMI Dr.dr.Nasrudin A.M,SpOG(K),MARS,M.Sc,FISQua,AIFO-K. Dalam dzikir ini semua sepakat akan pentingnya kembali bermunajat mendekatkan diri kepada Allah ketika masalah datang silih berganti pada dunia pendidikan Kedokteran Indonesia. Dengan mendekatkan diri kepada Allah maka Insya Allah akan ada jalan keluar terbaik dari masalah-masalah yang dihadapi.
Dalam doa dipanjatkan agar Fakultas Kedokteran seindonesia diberi penjagaan terbaik dari Allah, para Guru, Dokter, dan Mahasiswa(i) diberi Kekuatan dan petunjuk terbaik. Kegiatan ini juga memperlihatkan kepedulian terhadap situasi nasional, seiring dengan gerakan serupa oleh organisasi profesi.
Dalam sambutannya Pak Dekan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk dukungan terhadap seluruh dokter dan pendidik kedokteran dan kesehatan yang menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas profesi yang semata-mata demi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
“Daripada kita sibuk mencari kesalahan lebih baik kita berusaha terlebih dulu mendekat kepada Allah melalui Dzikir dan Doa agar diberi yang terbaik untuk Pendidikan Kedokteran Seindonesia. Dari FK UMI Makassar untuk Pendidikan Kedokteran Indonesia,” tutup Beliau.
Laporan | Rachmat Faisal Syamsu

