Pesan Hasan Sijaya kepada Jajaran DPK Lutra, Semangat Kerja Kita dalam Melakukan Gerakan Literasi dan Pengolahan Kearsipan Tidak Boleh Kendor

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya memberi apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Utara beserta jajarannya dalam situasi pasca bencana banjir bandang dan pandemi covid-19 saat ini kegiatan di DPK Luwu Utara tetap berjalan walaupun dengan segala keterbatasan dan dengan penerapan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Apresisi itu disampaikan Kadis Hasan Sijaya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu Utara, Jumat (15/1/2021). Pada kesempatan itu Hasan Sijaya yang di dampingi pejabat eselon III dan IV lingkup DPK Sulsel juga menyampaikan turut berduka atas musibah banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu yang telah menyebabkan rusaknya ribuan buku koleksi perpustakaan dan sarana prasarana lainnya di Kantor DPK Luwu Utara.
Pasca terjadinya bencana tersebut pertengahan Juli 2020 lalu, DPK Sulsel juga sudah melakukan koordinasi dengan Perpustakaan Nasional RI untuk memberi perhatian khusus kepada Luwu Utara.

Kunjungan kerja Kadis DPK Sulsel di Luwu Utara ini, diawali dengan peninjauan ke eks ruang layanan perpustakaan dengan melihat langsung ribuan koleksi buku yang rusak dan kini tinggal menjadi kenangan. Dilanjutkan dengan pertemuan Kadis DPK Sulsel dengan para pejabat dan pegawai di jajaran DPK Lutra dipandu langsung Kadis DPK Lutra Drs. Maharuddin, yang sekaligus melaporkan berbagai hal tentang kondisi DPK Lutra saat ini, berbagai program yang telah dilaksanakan dan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini termasuk penguatan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, di mana Lutra ini merupakan salah satu kabupaten dari 4 kabupaten penerima manfaat  program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Sulsel tahun 2020.

Dalam kunjungan kerjanya ke Luwu Utara kali ini, Kadis DPK Sulsel juga menyerahkan bantuan dana dari para Pustakawan DPK Sulsel, dan bantuan buku kepada DPK Luwu Utara. Selain itu, Kadis DPK juga memberi bantuan dana dan buku kepada Pesantren Tahfiz Qur’an Baebunta yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan dibina langsung oleh kelompok penggiat literasi mitra DPK Sulsel, menyerahkan bantuan buku kepada beberapa desa yang dipersiapkan menjadi sasaran penerima manfaat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Luwu Utara, dan diterima langsung oleh kepala desanya masing-masing.

Pada kesempatan itu Kadis Hasan Sijaya meminta kepada jajaran DPK Lurta, meski saat ini kita diperhadapkan pada berbagai berbagai situasi yang sulit, namun semangat kita untuk membangun gerakan literasi dan pengelolaan kearsipan tidak boleh kendor. Kita harus terus bergerak, melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam pengembangan gerakan literasi dan pengelolaan kearsipan di Lutra.

“Banyak hal yang menjadi perhatian kita untuk kita laksanakan di tahun 2021 ini, oleh karena itu sinergi antara DPK Sulsel dan DPK Lutra harus semakin diperkuat dan jangan pernah berhenti untuk berkoordinasi. Kita berharap situasi ini cepat pulih dan normal kembali sehingga apa yang menjadi kendala kita semua bisa teratasi, dan kegiatan yang telah direncanakan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Tagline kami di provinsi untuk perpustakaan ‘Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa’, sedangkan untuk kearsipan ‘ArsipNa Keluarga Sulsel’, dan ini harus kita wujudkan bersama-sama, DPK Sulsel akan terus berkolaborasi dengan DPK Lutra untuk mewujudkan hal itu,” imbuhnya.

Sebagai bentuk perhatian DPK Sulsel terhadap Luwu Utara, DPK Sulsel akan menempatkan beberapa kegiatannya yang dibiayai dengan menggunakan dana APBD provinsi di Luwu Utara. Kegiatan itu antara lain sosialisasi pengelolaan arsip, bimtek kearsipan, sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, peningkatan kualitas SDM pengelola perpustakaan melalui Bimtek Perpustakaan dan berbagai kegiatan lainnya.

Kunjungan Kadis DPK Sulsel di Lutra diakhiri dengan peninjauan ke gedung baru Layanan Perpustakaan Luwu Utara yang dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan sub bidang perpustakaan tahun 2019 dari pusat, di mana kondisi bangunannya diperkirakan sudah rampung 95 persen. Hanya saja karena ada sedikit kendala sehingga gedung tersebut belum bisa dimanfaatkan penggunaannya.

Hasan Sijaya berharap, mudah-mudahan gedung perpustakaan yang sangat bangus, megah dan sangat referesentatif ini dapat segera rampung dan difungsikan sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Lutra untuk melakukan berbagai kegiatan pengembangan literasi dalam rangka mencerdaskan dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat khususnya di Luwu Utara.  (naz)

Leave a Reply