Perpusnas Kerjasama DPK Sulsel Gelar Sosialisasi Pedoman Akreditasi Perpustakaan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Pedoman Akreditasi Perpustakaan di Hotel Arya Duta Makassar, Selasa-Rabu (16-17/2/2021). Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta dari berbagai jenis perpustakaan di Sulawesi Selatan.

Kepala DPK Sulsel Moh. Hasan Sijaya, S.H.,M.H dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan tersebut Selasa (16/2/2020) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Perpusnas RI bersama jajarannya, yang telah memperlihatkan sinergitas yang cukup kuat kepada seluruh provinsi yang ada di Indonesia khususnya kepada Provinsi Sulawesi Selatan.

“Di tahun 2019 kegiatan Perpusnas yang dilaksanakan di Sulsel tidak kurang dari 46 kali dalam berbagai bentuk kegiatan. Di tahun 2020 karena Pandemi juga tidak pernah berhenti berkegiatan meskipun sebagian besar dilaksanan secara daring. Mudah-mudahan Ridha Allah senantiasa bersama kita star ini di 2021 diawali dengan kegiatan Sosialisasi Akreditasi ini,” jelasnya.

Akreditasi perpustakaan ini menurut Hasan Sijaya menjadi keharusan. Diakuinya, sebuah lembaga perpustakaan layak mendapatkan legitimasi dari masyarakat juga bergantung dari hasil akreditasi. Akreditasi ini bisa mengangkat citra dan gengsi sebuah lembaga perpustakaan.

Namun demikian, lanjut Hasan Sijaya, untuk menjalankan operasional kelembagaan perpustakaan agar sesuai dengan standar nasional perpustakaan yang ada, tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak persoalan-persoalan yang mungkin di mata unsur pimpinan sangat sederhana tetapi sesungguhnya sangat menyentuh.

“Salah satu contohnya, dalam akreditasi perpustakaan sekolah misalnya. Ada beberapa sekolah di Makassar, sekolahnya sudah akreditasi A, tapi begitu kita tilik ke dalam perpustakaannya belum terakreditasi. Ini kan terjadi ketimpangan dan ini menjadi persoalan. Oleh karenanya saya tidak boleh diam, mohon maaf, Perpustakaan Nasional tidak boleh diam, perpustakaan daerah juga tidak boleh diam, karena ini menyangkut gengsi kita,” tuturnya.

Karena itu, Hasan Sijaya berharap ketika terjadi penilaian akreditasi untuk sekolah maka akreditasi perpustakaan harus inklud di dalamnya. Teknisnya seperti apa, bergantung dari konsep-konsep yang dibuat oleh  Perpusnas.

Sementara itu Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili Pustakawan Utama Dra. Nelwaty, M.Si dalam sambutannya se saat sebelum membuka kegiatan sosialisasi ini mengatakan salah satu tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan edukasi dan advokasi kepada para pengelola perpustakaan agar bersedia dan bersemangat untuk mengajukan agar perpustakaan yang dikelolanya dapat diakreditasi.

Menurutnya, berdasarkan data dari Perpusnas tahun 2018 jumlah perpustakaan di Indonesia 164.610, terdiri dari perpustakaan sekolah 113.541 (68,99 persen), perpustakaan umum 42.426 (25,78 persen), perpustakaan khusus 6.552 (3,98 persen) dan perpustakaan perguruan tinggi 2.057 (1,25 persen). Dari jumlah tersebut perpustakaan yang sudah terakreditasi dari 2011-2020 baru 2.808 (1,71 persen).

“Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari para kepala dinas dan kepala perpustakaan untuk lebih mengedukasi, mengadvokasi, menyemangati, memberikan spirit dan juga sekaligus memberikan dukungan dana termasuk dari Perpustakaan Nasional sendiri untuk menggiatkan perpustakaannya, karena eksistensi dan sinergitas perpustakaan itu diakui melalui akreditasi ini. Setelah itu, selain lembaganya pustakawannya juga harus disertifikasi,” jelasnya.

Kegiatan Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan ini menghadirkan narasumber Drs. Tisyo Haryono, MLS dan Drs. Badollahi Mustafa, M.Lib dari Perpusnas dipandu Koordinator Pustakawan Syamsul Arif, S.Sos, M.A. Turut hadir pada acara pembukaan, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Sulsel Drs. Yulianto, M.M., Kepala Bidang Kearsipan Patarai A. Burhan GS, S.Sos, M.M, Kepala UPT Jasa Kearsipan H. Irwan,  S.Sos., M.AP  beserta sejumlah pejabat eselon IV dan pejabat fungsional Pustakawan dan Arsiparis lingkup DPK Sulsel. *(naz)

Leave a Reply