Tim Transformasi Perpustakasn Sulsel Terima Kunjungan PIC Transformasi Perpustakaan Bulukumba dan Kadis DPK Bantaeng

Tim Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, terdiri dari Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Nilma S.Sos, M.Si, Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos, M.A, PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Provinsi Sulsel Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I menerima kunjungan PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Kabupaten Bulukumba Hj. Andi Endang Hariayani D, S.Sos., M.Si dan Rismayani, S.Sos, M.M, di ruang kerja Seksi Pembinaan Perpustakaan DPK Sulsel, Kamis (11/2/2021).

Kehadiran PIC Program Transformasi Perpustakaan Bulukumba ini adalah dalam rangka melakukan koordinasi terkait dengan pengembangan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Bulukumba, sekaligus menyerahkan berkas administrasi dan melaporkan kesiapan enam perpustakaan desa di Kabupaten Bulukumba yang diusulkan sebagai penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2021.

Pada tahun 2020 lalu Empat Kabupaten di Sulsel yaitu Bulukumba, Sinjai, Toraja Utara dan Luwu Utara ditetapkan sebagai kabupaten penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Keempat kabupaten tersebut telah melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan layanan, pelibatan masyarakat dan advokasi untuk keberlanjutan program.

Berdasarkan penilaian dari Perpusnas RI, pada kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional di awal Desember 2020, Kabupaten Bulukumba ditetapkan sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Indonesia tahun 2020.

“Prestasi tersebut telah memacu semangat kami untuk terus melakukan berbagai kegiatan pengembangan gerakan literasi sehingga keberadaan perpustakaan di Kabupaten Bulukumba betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, kami selalu melakukan koordinasi dengan perpustakaan provinsi,” ujar Andi Endang.

Apalagi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan memang telah melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sejak tahun 2018 lalu, dan implementasi pelaksanaan program ini terus mengalami perkembangan dan kemajuan yang signifikan, bahkan pada tahun 2020 DPK Sulsel telah berhasil melakukan replikasi mandiri program transformasi perpustakaan ini di 166 titik perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan lorong dan perpustakaan komunitas di 17 kabupaten/kota dari 24 kabupaten/kota yang ada di Sulsel.

Banyaknya kegiatan peningkatan layanan perpustakaan dan kegiatan pelibatan masyarakat yang dilaksanakan di Provinsi Sulsel dan terpublikasi dan terdokumentasi dalam sistem dokumentasi online Perpusnas RI, telah mengantar Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan sebagai Perpustakaan Provinsi Terbaik dengan Tim Sinergi Terbaik dalam implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Indonesia tahun 2020.

Usai menerima kunjungan PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Bulukumba, Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Nilma bersama Koordinator Pustakawan Syamsul Arif selanjutnya menerima kunjungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng Dr. Ir. H. Andi Akil Reza, M.BA, M.M bersama sejumlah Kepala Bidangnya dalam rangka berdiskusi dan berkoordinasi terkait dengan mekanisme pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2021. * (naz)

Leave a Reply