Peristiwa
Perjuangan Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Menyeberangi Danau Terdalam di Indonesia demi Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa
Setelah gagal menempuh perjalanan darat dari Desa Parumpanai Kecamatan Wasupunda menuju Desa Matano Kecamatan Nuha dalam kunjungan pembinaannya pada hari pertama (14/6/2021) di Kabupaten Luwu Timur, karena kondisi jalan yang jelek. Tim Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dari Kelompok Ma baca Caradde Lo (Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa dan Lorong) memutuskan untuk tetap mengunjungi Desa Matano dengan menyeberang danau pada hari kedua, Selasa (16/6/2021).

Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan tugas pembinaan perpustakaan selama tiga hari di Kabupaten Luwu Timur, Senin-Rabu (14-16/2/2021) ini, bahkan rela bertaruh nyawa menyeberangi danau terdalam di Indonesia dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat, demi tugas mulia, mendorong peningkatan literasi masyarakat, mencerdaskan anak bangsa dari desa.
Kegiatan pembinaan perpustakaan di kabupaten/kota mulai dari lorong-lorong hingga ke pelosok desa yang dilakukan oleh para Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi selatan ini merupakan sebuah terobosan baru dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Moh. Hasan Sijaya di tahun 2021 ini, yang merupakan tahun inovasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kadis Hasan Sijaya mencoba menjabarkan apa yang menjadi harapan dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, agar para pegawai ASN khususnya para pustakawan ini dapat melakukan kegiatan pelayanan yang menyentuh langsung dan bermanfaat bagi masyarakat terutama di wilayah pedesaan. Maka mulai tahun 2021 ini, para pustakawan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel tidak lagi hanya bekerja di belakang meja dan rak buku saja, melakukan kegiatan pengolahan dan pelayanan kepada pemustaka di ruang layanan perpustakaan. Tetapi para pustakawan ini juga memiliki tugas dan tanggungjawab untuk melakukan pembinaan terhadap semua jenis perpustakaan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan kewenangan yang dimilikinya.

Apalagi menurutnya, dengan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, paradigma perpustakaan sekarang ini sudah berubah. Perpustakaan bukan lagi hanya sekadar tempat membaca dan meminjam buku semata, tetapi perpustakaan kini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan yang terdapat di perpustakaan, serta berbagai kegiatan peningkatan gerakan literasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lainnya .

Itulah sebabnya para pustakawan yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel yang jumlahnya 85 orang dibagi ke dalam 8 kelompok, masing-masing kelompok diberi tugas dan tanggungjawab untuk melakukan kegiatan pembinaan perpustakaan di 2 kecamatan di Kota Makassar dan di 3 kabupaten di Sulsel. Mereka bergerak melakukan pembinaan dan pendataan perpustakaan di Perpustakaan Lorong, Perpustakaan Desa/Kelurahan, Perpustakaan Komunitas dan Taman Baca Masyarakat, Perpustakaan Sekolah khususnya SLTA yang menjadi kewenangan Pembinaan dari Provinsi dan Perpustakaan perguruan tinggi sesuai jadwalnya masing-masing.

Salah satu kelompok dari Pustakawan ini adalah Kelompok Ma baca Caradde Lo (Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa dan Lorong) yang beranggotakan 11 orang pustakawan di koordinir oleh Nilma, S.Sos. M.M dengan wilayah tugas pembinaan Kecamatan Mariso dan Mamajang Kota Makassar dan Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Timur.
Pada Senin hingga Rabu (14-16/2/2021) ini mereka bersama pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur melakukan pembinaan perpustakaan di beberapa perpustakaan desa dan perpustakaan komunitas penerima manfaat Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Provinsi Sulsel dan di Perpustakaan SLTA yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

Salah satu Perpustakaan Desa yang dikunjungi adalah Perpustakaan Desa Matano. Perpustakaan Desa ini berada di tepi Danau Matano yang merupakan danau terdalam kedua di benua Asia, letaknya di ujung Utara Provinsi Sulawesi Selatan yang hampir berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, yang dapat ditempuh melalui akses jalan darat ataupun menyeberang danau.
Tim ini merencanakan akan berkunjung ke Perpustakaan Desa tersebut pada hari pertama, melalui jalur darat dari Desa Parumpanai atau dari Desa Kawata, tetapi karena akses jalan tidak bagus apalagi sehabis diguyur hujan pada malam harinya. Maka tim ini memutuskan untuk melakukan perjalanan menyeberang dana pada keesokan harinya. Sayangnya ketika rombongan ini berangkat dari Malili menuju Sorowako, hujan deras pun mulai turun.
Sempat ada keraguan untuk menyeberangi danau terdalam di Indonesia ini dengan pertimbangan keselamatan karena cuaca kurang bersahabat. Tetapi keraguan itu rupanya masih terkalahkan oleh semangat para pustakawan untuk melakukan pengabdian yang terbaik di masyarakat mencerdaskan anak bangsa dari desa.

Meski diguyur hujan, dengan menggunakan perahu “Katinting” para pustakawan ini tetap bersemangat. Akhirnya setelah menempuh perjalanan melintasi danau sekitar 50 menit lamanya mereka tiba di Desa Matano Kecamatan Nuha, dan langsung melakukan kegiatan pembinaan perpustakaan di sana. Waktu untuk melakukan pembinaan tidak cukup jika hanya satu setengah jam, tetapi karena demi menghindari ombak yang besar di siang dan sore hari. Rombongan pustakawan ini pun harus kembali ke Sorowako masih tetap menggunakan perahu “Katinting” tapi kali ini pengemudinya memilih jalur yang menepi karena ombaknya sedikit agak lebih besar dibanding perjalanan waktu berangkat.
Setibanya di Sorowako Tim ini langsung menunju ke Perpustakaan Desa Sorowako untuk melakukan pembinaan perpustakaan di sana. Usai istirahat sejenak di Pantai Molino, Tim ini bergabung dengan Tim lainnya dari Kelompok Ma baca Caradde Lo yang telah melakukan Pembinaan di SMA Negeri 3, SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 11 Lutim. Selanjutnya dua Tim dari kelompok ini bergabung untuk melakukan Pembinaan Perpustakaan di SMA YPS Sorowako.

Dalam perjalanan pulang dari Soroawako menuju Malili ibu kota Kabupaten Luwu Timur. Salah satu tim dari kelompok pustakawan ini masih singgah di salah satu perpustakaan Komunitas Chois Reading Park di Desa Tabarano Kecamatan Wasuponda untuk melakukan Pembinaan di Perpustakaan Komunitas tersebut.

Malam harinya kelompok Ma baca Caradde Lo ini bersama Kadis Perpustakaa dan para pustakawan DPK Lutim melakukan pembinaan di Perpustakaan Nitwana Desa Bangun Jaya Kecamatan Tomoni. Perpustakaan Nirwani ini pada tahun 2020 lalu mewakili Sulawesi Selatan dalam lomba perpustakaan desa tingkat Nasional.* (naz)

