Layanan Perpustakaan Megah dan Modern Akan Hadir di Luwu Timur

Insya Allah jika tidak ada aral melintang dalam rentang waktu 250 hari ke depan di Luwu Timur akan akan hadir sebuah Gedung Layanan Perpustakaan Megah dan Modern, dibangun Berhadapan Dengan City Center, di sekitarnya terdapat Kolam dan Taman Bunga yang Indah. Wakil Bupati Luwu Timur, Drs. H. Budiman, M.Pd telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Luwu Timur ini di Malili, Kamis (1/4/2021).

Acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan yang menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Satri, SE dalam laporannya dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Sub Bidang Perpustakaan sebesar 10 Milyar ini, turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur yang diwakili Ketua Komisi I Ir. Hj. Harisa Suharjo, Kajari Luwu Timur Muhammad Zubair, S.H.,M.H, Sekda Luwu Timur Drs. H. Bahri Suli, M.M, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur Dra. Hj. Sufriaty,MM, Sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab Lutim, Camat Malili, Kepala Desa Puncak Indah, Manajemen PT. Vale dan Pimpinan PT Bangun Bumi Indah.

Dalam sambutannya se saat sebelum melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan ini, Wakil Bupati Budiman mengatakan keberadaan perpustakaan dengan bangunannya yang megah ini akan menjadi legasi bagi daerah ini.

“Kalau kita lihat gambar tiga dimensinya, ini luar biasa. Saya berharap apa yang dilihat di gambar seperti itulah hasilnya nanti, sehingga perpustakaan ini nantinya tidak hanya tempat untuk membaca tetapi menjadi tempat orang rekreasi, apalagi komitmen kita dengan manajemen PT. Vale dan beberapa perusahaan yang mencoba untuk memberikan beberapa keindahan di sekitar City Center. Mudah-mudahan taman bunga yang kita gagas secara bersama-sama nanti bisa kita lihat hasilnya, jadi orang datang di sini jalan, membaca dan perpustakaan ini nanti menjadi salah satu destinasi wisata di Luwu Timur,” harapnya.

“Kita berharap 250 hari ke depan mudah-mudahan sudah bisa kita resmikan penggunaannya, dan sudah dapat difungsikan, buku-buku sudah bisa kita pindahkan, anak-anak kita sudah bisa kita gilir untuk datang ke perpustakaan ini menjadi sarana untuk belajar. Listriknya sudah berfungsi, begitu juga dengan wifinya. Karena perpustakaan sekarang tidak lagi manual book semata tetapi ada e book, online book dan sebagainya. Perpustakaan harus bisa menjawab itu. Kalau masih manual di kalah kita dari HP anak-anak nanti. Harus ada yang menarik sehingga anak-anak kita mau datang ke perpustakaan ini,” imbuhnya.

Wakil Bupati yang dalam waktu dekat ini akan dilantik menjadi Bupati Luwu Timur juga mengatakan bahwa, Perpustakaan ini menjadi lambang kemegahan suatu negara atau suatu daerah, karena itu ia berharap agar pekerjaan ini dikerjakan dengan sepenuh hati, dengan sungguh-sungguh dengan dana yang besar tentu ada output dan dampak yang besar bagi masyarakat.

“Dari awal pembangunan gedung perpustakaan ini harus kita kawal, kita awasi, kita tuntun secara bersama-sama demi kemegahan bangunan ini. Marwah daerah ini ada di sini, sehingga kita tidak sembarang meletakkan bangunan ini. Kita bangun perpustakaan ini berhadapan dengan gedung city center dengan dihiasi dengan kolam dan taman bunga yang indah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya dalam sambutannya menyampaikan salam hormat Plt Gubernur Sulawesi Selatan atas apresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang terus senantiasa mendorong peningkatan gerakan literasi di Kabupaten Luwu Timur.

Menurutnya, bentuk perhatian dan sinergitas yang telah kita bangun di dalam memperjuangkan gerakan literasi mencerdaskan anak bangsa dari desa, dan inovasi yang dilakukan teman-teman yang ada di Luwu Timur cukup terlihat dan terasa oleh Pemerintah Pusat oleh Perpustakaan Nasional RI, sehingga sehingga mereka memberi dukungan terhadap pengembangan perpustakaan di Luwu Timur ini.

“Setelah kita mendapatkan DAK ini dan berproses, Saya berharap untuk kita tidak berhenti sampai di sini, mungkin ada hal-hal lain yang membutuhkan perhatian oleh Perpustakaan Nasional sehingga kita bisa membuat proposalnya yang baru dan menjadi usulan tahun 2021 untuk diimplementasikan nanti di tahun 2022,” harap Hasan Sijaya.

Ditegaskan juga, sinergitas yang kita bangun, sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan  terhadap Luwu Timur dalam memajukan gerakan literasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah melakukan replikasi mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengan memberikan bantuan hibah berupa buku, rak buku dan komputer dalam rangka pengembangan perpustakaan desa, dan pada tahun 2020 suda ada 10 desa di Luwu Timur yang menjadi titik penerima manfaat, insya Allah di tahun 2021 jumlah penerima manfaat akan tambah lagi.

“Kita tidak akan pernah berhenti memberikan perhatian terkait dengan peningkatan layanan perpustakaan ini, sehingga keberadaan perpustakaan ini betul-betul bisa bermanfaat dan berfaedah bagi rakyat, khususnya masyarakat yang ada di Luwu Timur ini,” kuncinya. * (naz)

Leave a Reply