Kolom
Ketertarikan Indonesia Ikut Bergabung ke dalam BRICS
oleh: Al-May Fitrah Ghaly Hasan, Alfatih Fahrezy, Fauzi Rachman*
24 Oktober lalu, Menteri luar negeri baru kita, Gerindra Sugiono, ingin membawa Indonesia bergabung masuk ke dalam BRICS. Dilansir dari BBC News Indonesia, pak Sugiono ingin Indonesia masuk karena tujuan yang dimiliki BRICS adalah untuk mengangkat suara negara berkembang dan sangat cocok dengan status quo Indonesia yang masih berkembang. Tujuan Indonesia untuk bergabung masuk adalah untuk tidak bergantung dengan negara maju di barat. Sehingga jika terjadi embargo ekonomi dari negara maju, Indonesia dapat bertahan berkat aliansi dari negara sesama berkembang.
Menurut saya, tindakan yang diambil oleh pemerintah kita, khususnya untuk pak Sugiono, sangatlah akurat. Untuk menuju Indonesia emas 2045 yang ditinggalkan oleh mantan presiden kita yaitu Joko Widodo, lalu diteruskan oleh presiden kita sekarang yaitu pak Prabowo, masuknya Indonesia kedalam BRICS merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut. Masuknya Indonesia kedalam BRICS juga mengurangi ketergantungan negara terhadap mata uang dollar yang selama ini dipakai diseluruh dunia.
Mengingat BRICS berisikan banyak negara, Indonesia bisa mendapatkan relasi dari negara-negara khususnya besar seperti Rusia dan Cina tentang cara memajukan negara dengan efisien. Seperti bagaimana Cina mengimplementasikan kebijakan investasinya dalam teknologi jaringan 5G untuk memudahkan pembelajaran untuk pelajar dalam era modern dimana internet sudah menjadi kebutuhan di zaman sekarang.
Keputusan ini juga bukan berarti bahwa Indonesia ingin memasuki kubu tertentu sebagaimana BRICS merupakan lawan dari aliansi perekonomian barat, yaitu NATO. Keputusan ini hanya berlandaskan untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri saja, dan tetap membuka pintu bagi negara barat untuk berkerja sama dengan Indonesia. Negara kita merupakan negara yang bersatus non-blok, yang berarti tidak memihak aliansi manapun. Strategi ini sangatlah menguntungkan untuk negara kita, karena kita dapat menerima bentuk kerja sama dari semua negara tanpa harus berpihak jika terjadinya konflik antar negara.
Referensi
BBC. (2024, Oktober 28). Mengapa Indonesia ingin bergabung dengan BRICS – Barisan negara yang ‘tidak puas’ dengan status quo? (https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4gpp3ke280o)
*Mahasiswa Universitas Bosowa

