Peristiwa
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Menerima Tim Pendaftaran dan Verifikasi Naskah Kuno Perpustakaan Nasional RI
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya menerima kunjungan Tim Pendaftaran dan Verifikasi Naskah Kuno Perpustakaan Nasional RI di ruang kerjanya di Kantor DPK Sulsel Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 12 Tamalanrea Makassar, Senin (7/6/2021).
Kadis Hasan Sijaya pada kesempatan itu di dampingi Kepala Bidang Perpustakaan Yulianto, Kepala UPT Jasa Kearsipan H. Irwan, Kepala Seksi Deposit Syahrir Razak, Kepala Seksi Layanan Informasi Kearsipan A. Bachtiar, PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Nazaruddin, Arsiparis yang selama ini banyak terlibat dalam penangananan Naskah Kuno di DPK Sulsel Hj. Syamsinar dan Hj. A. Bunga Untung.

Tim dari Perpusnas yang melakukan kunjungan lapangan di Provinsi Sulawesi Selatan ini beranggotakan empat orang masing-masing Munasriana, Ipuk Wahyu, Erma Purwati dan I Wayan Pande S. Tim dari Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara ini akan bertugas melakukan pendaftaran dan verifikasi naskah kuno di masyarakat di beberapa tempat di Sulsel selama 4 hari pada tanggal 7-11 Juni mendatang.
Tim ini bertugas dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Kepala Perpsutakaan Nasional RI Nomot 14 Tahun 2014 tentang Pendaftaran dan Pemberian Penghargaan Naskah Kuno.
Menurut Wayan Pande, salah seorang anggota tim. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari Lima Provinsi di Indonesia yaitu Sulsel, Kaltim, NTB, Jatim dan Kepri yang dikunjungi tim pada tahun ini, untuk melakukan penndaftaran dan verifikasi naskah kuno yang ada di masyarakat.

“Siapa saja masyarakat, baik itu perorangan ataupun lembaga yang selama ini memiliki inisiatif dan kepdulian untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pelestarian naskah kuno tampa menggunakan anggaran dari pemerintah akan didaftar, diverifikasi dan selanjutnya diajukan kepada dewan Juri di Jakarta untuk dinilai. Berdasarkan penilaian Juri, mereka yang terpilih nantinya mendapatkan penghargaan dari Pemerintah melalui Perpustakaan Nasional RI yang akan diserahkan pada acara Gemilang Perpustakaan Nasional pada bulan Agustus atau September mendatang,” jelas Wayan.
Kepala DPK Sulsel Hasan Sijaya berharap, ada yang terbaik yang bisa terpilih di Sulsel untuk mendapatkan penghargaan ini, seperti tahun-tahun sebelumnya Sulsel selalu dapat. Karena di Sulsel ini menurut Hasan Sijaya banyak masyarakat maupun lembaga yang memiliki perhatian dan kepedulian untuk melakukan pelestarian naskah kuno ini.
“Apapun yang adik-adik lakukan ini adalah sesuatu hal yang sangat bermanfaat untuk pengembangan gerakan literasi kita di masyarakat, terutama berkait dengan pelestarian naskah kuno. Kita berharap nantinya ini bisa kita jadikan referensi sehingga semakin banyak dan semakin luas sumber referensi kita,” harapnya.

Kadis Hasan Sijaya pada kesempatan itu juga menjelaskan bahawa DPK Sulsel sendiri sangat antusias dalam penanganan dan pemeliharaan naskah kuno ini. Menurutnya Naskah kuno yang ada di DPK Sulsel yang kini tersimpan di Gedung Arsip baik dalam bentuk fisik, microfilm ataupun digital.
“Naskah kuno yang tersimpan di sini dalam bentuk microfilm saja jumlahnya mencapai 4.049 judul. Ini bukan jumlah yang sedikit, belum lagi fisiknya,” papar Hasan Sijaya sembari menambahkan bahwa “Idealnya memang ada naskah kuno kita yang tersimpan di Gedung Perpustakaan supaya bisa baca dan dilihat lebih luas lagi oleh masyarakat. Namun sementara ini gedung layanan kita masih di renovasi, kita mengupayakan ada ruangan khusus nanti untuk naskah kuno. Begitu juga karena sekarang ini kita berada pada era digital, nantinya kita harus punya aplikasi tersendiri untuk pengelolaan naskah kuno ini.”
“Pokoknya apa yang bagus dibuat oleh Perpusnas, dengan sinergitas dan contoh yang baik, kita coba replikasi di sini. Perpusnas melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sampai ke desa-desa. Tahun 2020 lalu dengan menggunakan dana APBD program ini kita replikasi di 166 titik perpustakaan desa, tahun ini kita target sampai 200 titik. Perpusnas meluncurkan program Pojok Baca Digital (Pocadi) tahun ini Sulsel dapat 2 titik. Kita juga mereplikasi program Pocadi ini melalui dana APBD untuk tahun ini di 10 titik yang tersebar di kabupaten/ kota di Sulsel,” jelas Hasan Sijaya.
“Pada tahun 2020 lalu kita juga melaksanakan kegiatan Festival Aksara Lontaraq yang nara sumber dan pesertanya diikuti oleh 17 negara. Kegiatan ini juga terkait dengan pelestarian naskah kuno,” imbuhnya.

Sebelum melakukan kunjungan ke ruang layanan arsip, Munasriana mewakili tim ini menyerahkan koleksi buku dari Perpusnas kepada Kadis DPK Sulsel, yang selanjutnya akan ditempatkan di layanan deposit DPK Sulsel. * (naz)

