Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Dorong Pustakawan Lakukan Inovasi dan Kegiatan yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H meminta kepada para pustakawan khususnya di lingkup Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan untuk tidak terlalu banyak duduk di bangku, kalaupun dia duduk di belakang meja ada yang dia buat, ada karya yang dihasilkan.

“Pustakawan kita harus lebih banyak melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, contohnya melakukan pembinaan di perpustakaan lorong dan perpustakaan yang ada di desa-desa. Sesuai dengan tagline kita Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Kadis Hasan Sijaya dalam arahannya pada kegiatan Temu Pustakawan lingkup DPK Sulsel di ruang layanan Perpustakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel, Kamis (4/3/2021) yang turut dihadiri Sekdis Widyawaty, S.Sos, M.H, Kabid Perpustakaan Drs. Yulianto, M.M, Kepala UPT Layanan Perpustakaan Muh. Hadi, S.Sos, M.Si dan sejumlah pejabat eselon IV lingkup DPK Sulsel.

“Hari ini, sengaja saya kumpulkan khusus para pejabat fungsional pustakawan, karena tahun 2021 ini menjadi tahun inovasi bagi DPK Sulsel. Waktu saya baru masuk DPK tahun 2019 itu menjadi tahun sosialisasi, tahun 2020 menjadi tahun kinerja dan pegawai yang berprestasi diberikan reward. Sekarang menjadi tahun inovasi, siapa saja staf saya yang melakukan  inovasi-inovasi baru dan itu bisa meningkatkan harkat, martabat dan derajatnya lembaga ini saya pasti beri reward,” kata Hasan Sijaya.

“Karena itu, saya minta kepada para pustakawan lakukan inovasi, sempurnakan apa yang orang lain telah kerjakan dan lakukan sesuatu yang orang lain belum lakukan. Ciptakan sesuatu yang baru dan buat legacy. Apalagi sekarang ini perpustakaan telah bertrasformasi berinklusi sosial sehingga kita semakin luwes berberak,” imbuhnya.

Lebih lanjut Hasan Sijaya mengatakan, Kalau Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini mau diakui khususnya di bidang perpustakaan, itu tergantung dari bala tentaranya.

“Siapa bala tentaranya adalah para pustakawan kita, siapa bala tentaranya kalau arsipanya mau diakui adalah arsiparis kita,” ujarnya seraya menambahkan, “Bercerita tentang eksistensi perpustakaan tergantung pustakawannya. Kalau pustakawannya go, gas full, tidak ada rem, jalan terus, tidak memikirkan yang lain-lain, jalan saja sesuai tupoksinya. Saya yakin dan percaya tidak usah kita menjual diri orang pasti akui kita, dan tentu orang semakin tahu bahwa peran perpustakaan memang ada, kerjanya bermanfaat buat rakyat kita, sesuai visi misinya bapak Gubernur kita. Lakukan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk rakyat.”

Senada dengan Kadis, Sekdis Widyawaty pada rapat internal pustakawan lingkup DPK Sulsel ini mengharapkan, agar para pejabat fungsional pustakawan dapat bekerja secara profesional menghasilkan karya-karya yang baik, sehingga ke depannya DPK Sulsel lebih maju dan berkembang lagi di masa-masa yang akan datang.

Iya juga mengharapkan agar apa yang disampaikan Pak Kadis dalam pengarahannya khususnya terkait dengan inovasi-inovasi yang akan dikembangkan pustakawan agar dapat disinergikan dengan program dan visi misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos., M.A dalam laporannya mengatakan kegiatan Pertemuan Pustakawan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya ada beberapa poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan ini, dalam rangka mendorong kinerja para pustakawan untuk melakukan inovasi-inovasi yang bersentuhan langsung dan bermanfaat bagi masyarakat.

Usai melakukan pertemuan dengan para pejabat fungsional pustakawan, Kadis DPK Sulsel di dampingi Sekdis selanjutnya bergeser ke Gedung Pertemuan Kantor Layanan Kearsipan DPK Sulsel untuk melakukan pertemuan serupa dengan para pejabat fungsional arsiparis lingkup DPK Sulsel. * (naz)

Leave a Reply