Hari ini 17 Negara dari 5 Benua akan berbicara soal Aksara Lontaraq pada seminar dan konferensi Aksara Lontaraq di Dinas Perputakaan dan Kearsipan Sulsel

WARNASULSEL.com – Acara Festival Aksara Lontaraq yang telah di Launching oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Muh. Syarif Bando pata tanggal 25 Juni 2020 lalu kali ini telah memasuki tahap ketiga, dengan Agenda Kegiatan Pameran Aksara Lontaraq dan Fashion Show Pesona Batik Lontaraq yang dilaksanakan pad tanggal 27 Agustus 2020, Seminar dan Konferensi Internasional Aksara Lontaraq yang dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2002 dan Pemberian Apresiasi dan Penghargaan Anugrah Kebudayaan Kabar Makassar Award 2020 kepada mereka yang telah berjasa dalam memajukan kebudayaan khsusnya di Sulawesi Selatan, yang akan berlangsung pada tanggal 29 Agustus 2020.

Dan pada hari ini Jumat (28/08/2020) dipastikan 17 negara dari 5 benua akan berbicara mengenai aksara lontaraq pada Seminar dan Konferensi Internasional Aksara Lontaraq yang akan diikuti secara virtual 1000 orang peserta, sebagai rangkaian dari Festival Aksara Lontaraq yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kabar Grup Indonesia dan Kabar Makassar dengan melibatkan para budayawan, seniman, penulis dan penggiat literasi di Sulawesi Selatan.

Kepastian kehadiran 17 negara ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Festival Aksara Lontaraq Tahun 2020 Upi Asmaradhana, dalam laporannya pada pembukaan Pamarean Aksara Lontaraq tahun 2020 yang berlangsung di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (27/08/2020) yang dibuka langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari, dan turut dihadiri Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel H. Ince Langke, sejumlah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota, tokoh budayawan, seniman, penggiat literasi serta sejumlah tamu undangan lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam laporannya, Upi Asmaradhana menjelaskan pameran ini merupakan salah satu rangkaian Festival Aksara Lontaraq yang dimulai secara resmi 25 Juni 2020 ditandai dengan Launching Virtual yang diikuti oleh 675 peserta dari tuju negara. Malaysia, Brunia, Singapura, Selandia Baru, Australia, Belanda dan Rusia.

“Dari data base panitia, sudah 17 Negara yang akan ikut dalam seminar besok yang di hadiri oleh para pakar Bahasa se dunia, ada 5 benua yang akan bicara soal lontaraq, jadi agak aneh kalau misalnya pemerintah daerah, DPRD dan orang-orang Sulawesi Selatan itu tidak mendorong ini sebagai sebuah hal yang positif buat kemajuan akasara dan budaya Lontaraq itu sendiri,” ujarnya sembari menegaskan “kegiatan ini adalah Gotong Royong Kebudayaan, kami menyebutnya sebagai Gerakan Kebudayaan Anak-Anak Sulawesi Selatan dari Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.”

Festival Aksara Lontaraq

Menurutnya, tujuan kegiatan Festival Aksara Lontaraq ini adalah untuk mengembalikan kebesaran aksara lontaraq, karena menurut Prof. Dr. Nurhayati Rahman tidak semua bangsa di dunia yang memiliki aksara dan Sulawesi Selatan adalah salah satu entitas masyarakat yang punya jejak rekam budaya yang kuat yang sayang kalau itu tidak dilestarikan. Apalagi para peneliti memprediksi jika tidak dilestarikan maka aksara ini akan punah 25 tahun yang akan datang.

Ditegaskan, Ini adalah gerakan untuk penyelamatan integritas, kebanggaan dan dominasi atas budaya-budaya yang ada di dunia. Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan. Festival ini bukan sekadar hura-hura, tapi ini bagian penting dari gerakan kebudayaan dan kita bersyukur karena Pak Kadis DPK Sulsel memberikan kita ruang untuk itu.

“Saya bilang sama Pak Kadis, Pak Kadis kita ini dicatat oleh sejarah loh…, bukan oleh saya yah…, tetapi generasi 100 tahun yang akan datang bahwa pernah suatu masa Sulawesi Selatan berkumpul untuk melestarikan aksara lontaraq dan ini akan menjadi monumental dan momen bersejarah,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya dalam sambutannya mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan untuk sementara ini hanya dapat memfasilitasi apa yang menjadi keinginan para budayawan, sastrawan, seniman, penulis dan para penggiat literasi dan siapa saja yang ingin berkarya, berkegiatan memajukan literasi kita.

“Selalu saya sampaikan seperti ini, bahwa Dinas Perpustakaan khususnya di ruang layanan ini sudah menjadi rumah masyarakat, apapun gawe penggiat literasi, apapun gawe seniman, apapun gawe sastrawan dan lain sebagainya well come, silahkan saja,” tuturnya seraya menambahkan, dan itu merupakan bagian dari dampak transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Oleh karenanya sejak tahun 2019 sampai pada tahun 2020 ini terus kita terus melakukan pembenahan-pembenahan di ruang-ruang layanan kami, sehingga dalam ruang layanan ini akan menjadi sangat refresentatif untuk dijadikan ruang baca dan ruang berkegiatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Festival Aksara Lontaraq

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dalam sambutannya sesaat sebelum membuka Pameran ini mengatakan, atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan tentunya masyarakat Sulawesi Selatan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Pameran untuk sebuah tujuan yang sangat mulia yaitu mengembalikan kejayaan aksara lontaraq di kalangan milenial khususnya di kalangan anak-anak sekolah.

“Dengan adanya pameran ini tentu saya berharap kita semua bisa memanfaatkannya secara maksimal, karena kita bisa melihat secara langsung akan salah satu aksara suatu masyarakat, yang mana masyarakat tersebut sangat dikenal memiliki nilai-nilai kebudayaan yang tinggi yaitu Sulawesi Selatan daerah tercinta daerah kebanggaan kita semua,” katanya.

Menurutnya, aksara lontaraq yang pertama kali dibuat pada abad ke-14, itu memuat nilai-nilai kearifan yang berlaku sepanjang masa. Melalui kegiatan ini kita berharap aksara lontaraq ini bisa memasyarakat sebagai dasar kebudayaan dan peradaban Sulawesi Selatan.

“Melalui acara ini pula kita bisa menjadikannya sebagai momentum untuk sebuah perencanaan akan adanya Hari Aksara Lontaraq yang bisa kita peringati setiap tahunnya dan adanya dorongan pembuatan regulasi tentang aksara lontaraq, maka Saya tegaskan, Saya selaku Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan akan mengambil bagian dan memastikan berada pada garis terdepan untuk mewujudkan semua itu,” kuncinya. * (naz)

Leave a Reply